Ortodontik Regeneratif dengan Bantuan Stem Cell

Ortodontik merupakan cabang ilmu dari kedokteran gigi yang menangani masalah pada posisi gigi dan rahang yang tidak sejajar. Tujuan dari pengobatan ini untuk memperbaiki tampilan wajah dan fungsi mulut, seperti kemampuan mengunyah dan berbicara dengan optimal. Perawatan ortodontik umumnya dilakukan menggunakan alat seperti behel, penyangga rahang, atau metode lainnya. 

Masalah gigi seperti gigi berjejal, renggang, overbite, atau susunan rahang yang tidak pas, bukan hanya memengaruhi penampilan, namun juga menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan mulut, seperti gigi berlubang, penyakit gusi, dan gangguan pada sendi rahang. 

Pada anak remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, perawatan ortodontik sering dikombinasikan dengan teknik ortopedi untuk membantu pertumbuhan tulang rahang. Namun, dalam kasus orang dewasa hal ini sulit untuk dilakukan karena pertumbuhan tulang sudah berhenti dan jaringan tubuh sudah berubah.

Kemajuan teknologi medis kini menghadirkan pendekatan baru dalam bidang ortodontik, yaitu dengan terapi regeneratif berbasis stem cell. Stem cell digunakan dalam perawatan gigi untuk mempercepat pergerakan gigi, memperbaiki jaringan yang rusak, dan membuat hasil perawatan lebih tahan lama.

Baca Artikel Lainnya: Mengenal Stem Cell: Harapan Baru untuk Penyakit Saraf

Stem Cell dan Potensi Regenerasi dalam Ortodontik

Stem cell atau sel punca adalah sel unik yang dapat berkembang biak dan berubah menjadi berbagai jenis sel lain di dalam tubuh. Jenis stem cell yang paling banyak diteliti merupakan Mesenchymal Stem Cells (MSCs), yang dapat diambil dari sumsum tulang, lemak tubuh, atau jaringan gigi seperti pulpa dan ligamen periodontal. 

Stem cell memiliki kemampuan untuk membantu memperbaiki jaringan yang rusak, baik jaringan keras seperti tulang, maupun jaringan lunak seperti ligamen dan dentin.

Dalam perawatan ini, stem cell memiliki potensi untuk membantu regenerasi tulang rahang, memperbaiki ligamen gigi periodontal, dan memulihkan jaringan dentin yang mengalami kerusakan karena adanya tekanan dari penggunaan behel atau alat lainnya. 

Mekanisme Terapi Stem Cell dalam Ortodontik Regeneratif

Terapi stem cell bekerja melalui dua mekanisme, cara pertama yaitu stem cell dapat berubah menjadi sel-sel pembentuk jaringan, seperti osteoblas, fibroblas, dan sel ligamen.

Kemudian cara yang kedua yaitu stem cell mengeluarkan zat seperti VEGF dan TGF-β yang berpotensi membantu mempercepat proses penyembuhan dan pembentukan pembuluh darah baru. 

Efek gabungan ini membantu mempercepat remodeling tulang, mengurangi risiko komplikasi seperti pengikisan akar gigi, dan menjaga kestabilan hasil perawatan ortodontik jangka panjang. 

Manfaat Ortodontik Regeneratif dengan Stem Cell

Beberapa manfaat potensial terapi ortodontik regeneratif meliputi:

  • Dapat mempercepat pergerakan gigi. 
  • Dapat membantu pembentukan kembali pada tulang dan jaringan yang ada di sekitar gigi. 
  • Mengurangi risiko pengikisan akar gigi. 
  • Menjaga hasil perawatan agar tetap stabil dalam jangka yang panjang. 

Prosedur dan Aplikasi Terapi Stem Cell pada Ortodontik

Terapi stem cell dalam bidang ortodontik dapat dilakukan dengan pengambilan jaringan gigi, seperti dental pulp atau pada ligamen gigi, atau jaringan lain seperti lemak tubuh.

Selanjutnya stem cell dikembangbiakkan dan diberi stimulasi agar siap untuk ditanamkan. Sel ini kemudian diberikan langsung pada area tulang rahang yang mengalami pergerakan gigi. 

Biasanya stem cell akan ditanamkan dengan bahan pendukung seperti scaffold untuk mendukung pertumbuhan sel. Terapi ini dapat dikombinasikan dengan terapi seperti low-level laser therapy atau faktor pertumbuhan tambahan untuk hasil yang lebih maksimal. 

Baca Artikel Lainnya: Secretome dan Teknologi Bioprinting: Masa Depan Rekayasa Jaringan?

Studi dan Bukti Klinis Pendukung

Penelitian yang dilakukan oleh Othman menemukan bahwa stem cell yang berasal dari sumsum tulang dapat mempercepat pergerakan gigi dan meningkatkan jumlah sel osteoklas, yaitu sel yang membantu proses pertumbuhan tulang. Hal ini membuat terapi lebih efisien dalam mengubah posisi gigi dengan risiko kerusakan jaringan yang lebih rendah.

Selain itu, studi yang dilakukan oleh Krishnan menunjukkan bahwa stem cell (sel punca) dari dental pulp gigi premolar memiliki kemampuan regeneratif yang tinggi, sehingga cocok untuk memperbaiki jaringan wajah dan rahang. 

Penelitian terakhir yang dilakukan oleh Liu melakukan tinjauan ilmiah menyeluruh dan menyimpulkan bahwa penggunaan stem cell berpotensi memperbaiki jaringan keras dan lunak yang sering mengalami kerusakan dan perawatan ortodontik pada orang dewasa. Ini menjadi harapan baru karena jaringan dewasa umumnya memiliki kapasitas regeneratif yang terbatas.

Ortodontik regeneratif dengan bantuan stem cell membuka peluang baru dalam pengobatan maloklusi dan kerusakan jaringan periodontal. Dengan memanfaatkan potensi diferensiasi dan sekresi faktor pertumbuhan, terapi ini menjanjikan perawatan yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan. Namun, riset lebih lanjut dan standarisasi prosedur masih diperlukan sebelum dapat diadopsi secara luas dalam praktik klinis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenaiortodontik regeneratif dengan bantuan stem cell, Anda bisa mendapatkan edukasi lengkap bersama Regenic.

Sumber referensi: 

  1. He, Y., Guastaldi, F., Xu, C., & Ye, Q. (2021). Regenerative approaches in orthodontic and orthopedic treatment. In Q. Ye, C. Xu, & Y. He (Eds.), Translational Applications of Stem Cells in Oral Health and Diseases (pp. 191–211). Springer.https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-59809-9_8
  2. Kumar, I. G., Pradeep, S., Ravi, S., Kiran, H. J., & Raghunath, N. (2021). Stem cells in orthodontics and dentofacial orthopedics: Current trends and future perspectives. International Journal of Orthodontic Rehabilitation, 11(1), 21–28.https://static1.squarespace.com/static/6219994322f73643a739a431/t/63219c9f0ba766132ee75b72/1663147172791/IntJOrthodRehabil11121-1053838_025538.pdf
  3. Radermacher, C., Craveiro, R. B., Jahnen-Dechent, W., Beier, J. P., Bülow, A., Wolf, M., & Neuss, S. (2023). Impact of compression forces on different mesenchymal stem cell types regarding orthodontic indication. Scientific Reports, 13, Article 22688.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39181541/
  4. Othman, R. J., & Chawshli, O. F. (2024). Effect of bone-marrow-derived mesenchymal stem cells on the rate of orthodontic tooth movements in rabbits. Journal of Orthodontics, 51(1), 1–8.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38836657/
  5. Ahmed, A., Qabool, H., Habib, S., Fida, M., & Shah, S. G. R. (2023). Mesenchymal stem cells and its translation into clinical orthodontics: Current trends and future perspectives. Stem Cell Research & Therapy, 14(1), Article 69.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36788393/
  6. Krishnan, M., Sharma, A., Saraswathy, S., Tiwari, B., Ganganahalli, G., Londhe, S., Singh, A. K., & Nair, V. (2020). Mesenchymal stem cells from orthodontic premolar teeth. Archives of Oral Biology, 113, 104695.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32476715/
  7. Liu, C., Sharpe, P., & Angelova Volponi, A. (2022). Applications of regenerative techniques in adult orthodontics. Frontiers in Dental Medicine, 3, Article 1100548.https://www.frontiersin.org/journals/dental-medicine/articles/10.3389/fdmed.2022.1100548/full
  8. Othman, S. S., Saafan, A., Al-Halbosiy, M. M. F., Fathy, I., Alam, M. K., El-Beialy, A. R., Al-Shmgani, H. S., & Sulaiman, G. M. (2023). Ameliorating orthodontic relapse using laser bio-stimulation and mesenchymal stem cells in rats. The Saudi Dental Journal, 35(10), 845–852.https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1687157X23015020

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.