Keratosis pilaris (KP) adalah penyakit kulit yang sering terjadi, tanda dari penyakit ini yaitu muncul bintik-bintik kecil, kasar, dan kering biasanya berada di lengan atas, paha, dan pipi bahkan bokong sekalipun. Karena memiliki tekstur yang mirip dengan kulit ayam mentah maka penyakit ini sering dikenal dengan sebutan kulit ayam, meskipun tidak menimbulkan bahaya namun, dapat menurunkan rasa percaya diri.
KP terjadi karena adanya penumpukan keratin yang dapat menyumbat pori-pori tempat tumbuhnya rambut. Hal ini menyebabkan benjolan kecil disertai dengan kemerahan, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun terasa gatal dan kasar saat disentuh.
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun KP berkaitan dengan keturunan, kulit yang sangat kering, hingga kondisi dermatitis atopik dan ichthyosis vulgaris. Gejalanya akan memburuk saat masa pubertas, karena hal ini dipengaruhi oleh hormon.
Obat oles yang mengandung asam salisilat dan lactic acid yang dapat membantu namun memiliki hasil yang tidak maksimal sehingga harus digunakan secara teratur. Maka dari itu terapi regeneratif dengan menggunakan stem cell (sel punca) menjadi alternatif pengobatan untuk terapi secara mendalam dan tahan lama.
Baca Artikel Lainnya: Perawatan Pasca Laser, Manfaat Secretome untuk Pemulihan
Mekanisme Stem Cell untuk Mengurangi Tekstur Kasar pada Kulit Keratosis Pilaris
Stem cell (sel punca) bekerja dengan dua cara yaitu diferensiasi dan efek parakrin. Dalam metode diferensiasi stem cell (sel punca) memicu perkembangan sel-sel baru, sedangkan dalam efek parakrin akan memicu pelepasan zat aktif seperti growth factor dan sitokin yang dapat membantu mengatur regenerasi kulit. Stem cell (sel punca) potensial dalam meremajakan lapisan epidermis dan memperbaiki folikel rambut yang tersumbat oleh keratin.
Efek parakrin diharapkan dapat membantu menormalkan siklus keratinisasi kulit seperti mengurangi peradangan dan merangsang pertumbuhan kulit. Penelitian yang dilakukan dalam kondisi kulit yang sama menunjukan bahwa metabolit dari stem cell (sel punca) dapat memperbaiki tekstur kulit, mengecilkan pori dan mengurangi keratosis ringan.
Jenis Stem Cell untuk Mengurangi Tekstur Kasar pada Kulit Keratosis Pilaris
Jenis stem cell (sel punca) yang sedang diteliti untuk membantu mengatasi keratosis pilaris yaitu adipose derived stem cells (ADSCs) yang berasal dari jaringan lemak dan mudah diambil dari tubuh. Amniotic membrane stem cells (AMSCs) yang berasal dari membran amnion, stem cell (sel punca) yang kaya akan zat anti inflamasi dan faktor pertumbuhan yang sangat baik untuk memperbaiki gangguan kulit.
Manfaat Stem Cell untuk Mengurangi Tekstur Kasar pada Kulit Keratosis Pilaris
Terapi stem cell (sel punca) berpotensi memberikan manfaat bagi penderita keratosis pilaris (KP). Salah satu potensi manfaat yang sedang dikaji adalah kemampuannya dalam membantu mengurangi benjolan kecil yang berisi keratin yang muncul di permukaan kulit. Kemudian stem cell (sel punca) diharapkan membantu menormalkan proses pembentukan keratin di folikel rambut sehingga dapat mencegah penyumbatan yang menyebabkan bintik kasar.
Terapi regeneratif berbasis stem cell juga berpotensi meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit secara keseluruhan, sehingga kulit mungkin terasa lebih halus dan kenyal. Pendekatan ini menarik perhatian sebagai alternatif potensial dibandingkan perawatan topikal rutin (seperti krim atau losion), yang meskipun umum digunakan, hasilnya dapat bervariasi dan seringkali memerlukan aplikasi berkelanjutan untuk mempertahankan efeknya.
Baca Artikel Lainnya: Rahasia Kulit Glowing dari Dalam dengan Secretome
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Tekstur Kasar pada Kulit Keratosis Pilaris
Menurut Pitasari prosedur terapi stem cell (sel punca) untuk mengobati keratosis pilaris (KP) dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama stem cell (sel punca) setelah diambil, akan diproses di laboratorium untuk menghasilkan secretome atau zat aktif yang dikeluarkan oleh stem cell (sel punca).
Zat tersebut kemudian digunakan langsung ke permukaan kulit dengan cara dioleskan ke area yang mengalami KP. Untuk membantu penyerapan terkadang penggunaan terapi mungkin ditambahkan metode seperti fractional CO₂ laser, hal ini untuk membuka saluran mikro di kulit agar bahan terapi lebih cepat masuk dan bekerja secara optimal.
Studi Klinis dan Bukti Ilmiah
Meskipun belum ada penelitian khusus yang dapat meneliti penggunaan stem cell (sel punca) untuk keratosis pilaris (KP), beberapa studi yang terkait dengan perbaikan kulit kasar terhadap penuaan sinar matahari memiliki hasil yang menjanjikan. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Pitasari memiliki hasil bahwa penggunaan metabolit stem cell (sel punca) yang dikombinasikan dengan laser dapat memperbaiki tekstur kulit, meratakan warna serta mengurangi keratosis dalam waktu 12 minggu.
Penelitian berikutnya yang dilakukan oleh Meretsky memiliki hasil bahwa terapi regeneratif termasuk stem cell (sel punca) dan skin booster semakin banyak digunakan dalam dunia dermatologi untuk meningkatkan elastisitas dan tekstur kulit secara keseluruhan.
Meskipun keratosis pilaris tidak berbahaya, dampaknya terhadap penampilan dan psikologis mendorong pencarian terapi yang efektif. Stem cell menunjukkan potensi dalam mengatasi tekstur kulit yang kasar akibat KP melalui perbaikan struktur kulit dan pengurangan keratinisasi berlebih. Dengan dukungan studi lanjut, terapi ini dapat menjadi solusi jangka panjang yang lebih baik dibandingkan pendekatan topikal biasa.
Untuk info lebih lanjut mengenai potensi stem cell mengurangi tekstur kasar pada kulit keratosis pilaris, Anda bisa mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi
- Pitasari, D. A., Hidayati, A., Listiawan, M., Sawitri, S., Damayanti, D., & Prakoeswa, C. (2020). Long-term effects of topical amniotic membrane stem cell metabolite product (AMSC-MP) and fractional CO2 laser in photoaging. Berkala Ilmu Kedokteran Kespro, 32, 27–32. https://doi.org/10.20473/BIKK.V32.1.2020.27-32
- Meretsky, C. R., Polychronis, A., & Schiuma, A. T. (2024). A comparative analysis of the advances in stem cell therapy in plastic surgery: A systematic review of current applications and future directions. Cureus, 16. https://doi.org/10.7759/cureus.67067