Secretome Membantu Mengurangi Bekas Luka Keloid

Keloid merupakan jenis jaringan parut abnormal yang tumbuh berlebihan di area kulit yang terluka. Tidak seperti bekas luka biasa, keloid bisa meluas melebihi batas luka awal dan tidak hilang seiring waktu. Keloid terasa menonjol, keras, dan sering berwarna lebih gelap atau kemerahan dari kulit sekitar.

Gejala Keloid meliputi rasa gatal, nyeri, dan terkadang menimbulkan ketidaknyamanan secara emosional karena tampilan yang menonjol. Area yang paling sering terkena antara lain dada, bahu, telinga, dan punggung atas.

Penyebab utama Keloid adalah respons penyembuhan luka yang berlebihan. Saat kulit terluka, tubuh memproduksi kolagen untuk menutup luka. Pada penderita Keloid, produksi kolagen ini menjadi berlebihan dan tidak terkontrol, menyebabkan penumpukan jaringan parut yang tebal dan tidak normal.

Faktor risiko Keloid termasuk riwayat keluarga, kulit gelap, usia muda, serta trauma kulit seperti luka sayatan, jerawat, tindik, atau operasi. Keloid juga sering kambuh meski telah diobati dengan operasi atau suntikan steroid. Terapi yang berpotensi dalam mengobati Keloid adalah dengan Terapi Secretome.

Baca Artikel Lainnya Stem Cell dan Penyembuhan Cedera Saraf Perifer

Mekanisme Secretome dalam Mengurangi Keloid

Secretome adalah kumpulan molekul bioaktif yang disekresikan oleh sel, terutama sel punca (stem cell), yang berperan dalam komunikasi sel, regenerasi jaringan, dan modulasi sistem imun. Molekul ini mencakup sitokin, faktor pertumbuhan, dan protein lainnya.

Dalam konteks Keloid, Secretome berpotensi bekerja dengan beberapa cara. Pertama, potensi dalam menekan aktivitas fibroblas yang berlebihan, yaitu sel utama yang membentuk kolagen penyebab Keloid. Kedua, Secretome mengandung molekul anti-fibrotik dan anti-inflamasi yang dinilai dapat mengurangi peradangan dan menghentikan sinyal penyembuhan yang berlebihan.

Selain itu, Secretome juga potensial dalam merangsang regenerasi kulit normal dengan menstimulasi keratinosit dan mempercepat remodeling jaringan yang abnormal menjadi lebih sehat.

Manfaat Secretome dalam Perawatan Keloid

Potensi manfaat dari terapi Secretome dalam mengatasi Keloid antara lain:

  1. Menghambat pertumbuhan fibroblas abnormal yang memproduksi kolagen berlebih, penyebab utama jaringan Keloid.
  2. Mengurangi peradangan kronis di sekitar jaringan Keloid, yang memicu pembentukan jaringan parut baru 
  3. Meningkatkan regenerasi kulit sehat, sehingga permukaan kulit menjadi lebih halus dan fleksibel.
  4. Menurunkan risiko kambuh, karena Secretome bertindak di tingkat molekuler dan bukan sekadar mengangkat jaringan parut secara fisik.

Efeknya tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional karena Secretome berpotensi mengurangi rasa gatal atau nyeri yang biasa menyertai Keloid.

Prosedur Aplikasi Secretome untuk Keloid

Secretome dapat diberikan melalui beberapa metode, seperti:

  1. Microneedling yang dikombinasikan dengan aplikasi topical Secretome, memungkinkan penetrasi zat aktif ke lapisan dermis.
  2. Injeksi intradermal langsung ke area Keloid, untuk hasil yang lebih fokus.

Karakteristik penting seperti daya sebar, stabilitas enzim, dan konsentrasi faktor pertumbuhan sangat menentukan efektivitas Secretome dalam mengatasi Keloid. Metode pemberian ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien. Untuk hasil optimal, terapi biasanya dilakukan secara berkala selama beberapa minggu.

Baca Artikel Lainnya Terapi Stem Cell untuk Multiple Sclerosis, Sejauh Mana Keberhasilannya?

Hasil Klinis dan Studi Pendukung

Salah satu laporan penelitian dengan judul “Keloid treatment following chronic burn injury with umbilical cord mesenchymal stem cell-derived secretome (UC-MSC-derived secretome)” melakukan penelitian dengan seorang pria 34 tahun dengan keloid akibat luka bakar kronis menerima lima kali injeksi intralesi secretome yang berasal dari Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells (UC-MSC) selama lima bulan dengan dosis bertahap. 

Terapi ini menunjukkan hasil yang signifikan, termasuk perubahan warna keloid menjadi lebih pucat, tekstur yang lebih lunak dan fleksibel, serta peningkatan mobilitas tangan yang sebelumnya kaku. Secretome UC-MSC mengandung molekul bioaktif seperti sitokin dan faktor pertumbuhan yang berperan dalam regenerasi jaringan dan penghambatan fibrosis, sehingga menjadikannya pendekatan potensial dalam terapi keloid.

Lebih lanjut, pendekatan berbasis regenerative medicine, termasuk penggunaan Secretome, sedang dikembangkan sebagai terapi masa depan yang lebih presisi dan minim efek samping dibanding metode lama seperti steroid atau operasi.

Secretome menawarkan pendekatan baru dan memiliki potensi untuk mengurangi bekas luka Keloid secara efektif dan minim risiko. Dengan kemampuan memperbaiki jaringan, menekan peradangan, dan menghambat fibrosis, Secretome diharapkan dapat menjadi terapi masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan. 

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar terapi sel (Stem Cell dan secretome), Anda dapat konsultasi dengan dokter dan menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.

Sumber referensi

  • Haly, Q., Sartika, C. R., Haifa, R., Pertiwi, V. D., et al. (2025). Keloid treatment following chronic burn injury with umbilical cord mesenchymal stem cell-derived secretome (UC-MSC-derived secretome). Cytotherapy, 27(5), S69–S70.https://doi.org/10.1016/j.jcyt.2025.03.126
  • Huang, C., & Ogawa, R. (2022). Role of inflammasomes in keloids and hypertrophic scars—Lessons learned from chronic diabetic wounds and skin fibrosis. International Journal of Molecular Sciences, 23, Article 6820. https://doi.org/10.3390/ijms23126820
  • Zhang, G., Liu, Z., Li, Z., & Xu, Y. (2024). Future directions about keloid scars based on pathogenesis and therapies. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 17, 2391–2408. [https://doi.org/10.2147/CCID.S470650
  • Harsono, A. D., Dilogo, I. H., Prasetyono, T. O. H., Prasetyo, M., Werdhani, R. A., Jusman, S. W., Siregar, N. C., & Soedjana, H. (2023). Assessing keloid treatment efficacy: a comparison of intralesional umbilical-cord mesenchymal stem cells, their conditioned medium, and triamcinolone acetonide injection through macroscopic and microscopic examination. Bali Medical Journal, 12(3), 2668-2673. https://doi.org/10.15562/bmj.v12i3.4758

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.