Fungal acne atau Malassezia Folliculitis merupakan kondisi kulit yang terjadi karena adanya pertumbuhan jamur Malassezia secara berlebihan. Jamur ini hidup di kulit namun jika berkembang secara berlebihan maka akan menyebabkan infeksi. Berbeda dengan jerawat bakteri biasa (akne vulgaris) yang disebabkan oleh Cutibacterium acnes, fungal acne disebabkan oleh infeksi jamur, sehingga tidak merespons pengobatan jerawat konvensional seperti antibiotik topikal atau oral
Gejala yang ditimbulkan yaitu munculnya bintik merah atau putih (pustula) yang menimbulkan gatal dan biasanya muncul di dada, punggung, dan wajah. Umumnya gejala ini cenderung memburuk setelah berkeringat atau berada di lingkungan lembap.
Fungal acne terjadi karena ketidakseimbangan mikroorganisme di kulit. Hal ini terjadi karena kelembaban yang tinggi, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang, hingga sistem imun yang lemah.
Jamur Malassezia melepaskan enzim tertentu seperti lipase dan protease yang dapat memperparah terjadinya peradangan dan merusak lapisan pelindung kulit. Maka dari itu dibutuhkan penanganan yang tepat untuk membedakan fungal acne dari jerawat biasa agar dapat ditangani dengan tepat.
Baca Artikel Lainnya: Terapi Stem Cell untuk Kulit Iritasi dan Alergi Ringan
Mekanisme Secretome dalam Meredakan Fungal Acne
Secretome mengandung zat sitokin, faktor pertumbuhan dan eksosom, sehingga secretome dapat membantu meredakan gejala dan memperbaiki kondisi kulit dengan berbagai cara yaitu:
- Menekan peradangan yang terjadi karena enzim berbahaya yang dilepaskan oleh jamur Malassezia.
- Dapat memperkuat skin barrier sehingga kulit tahan terhadap iritasi dan infeksi.
- Dapat menyeimbangkan mikrobioma kulit yaitu mikroorganisme alami di kulit, sekaligus mengurangi jumlah jamur secara berlebihan dengan meningkatkan sistem imun lokal.
- Menghambat enzim perusak seperti Mfsap1 yang diketahui dapat memperparah terjadinya peradangan pada kulit sensitif.
Manfaat Penggunaan Secretome untuk Fungal Acne
Terapi secretome memiliki manfaat penting untuk mengobati fungal acne, keunggulannya seperti mengurangi rasa gatal dan peradangan lebih cepat. Mempercepat terjadinya pemulihan pada kulit setelah peradangan, kemudian mengurangi risiko kekambuhan karena secretome dapat menyeimbangkan mikrooganisme.
Manfaat lainnya yaitu mendukung penyembuhan kulit sensitif, dengan membangun kembali integritas dan ketahanan lapisan kulit luar. Dengan semua manfaat ini maka secretome menjadi pilihan salah satu terapi alternatif yang aman bagi penderita fungal acne.
Prosedur Terapi Secretome untuk Fungal Acne
Prosedur terapi secretome untuk mengobati fungal acne biasanya dengan langkah seperti berikut:
- Membersihkan area kulit dengan sabun anti jamur.
- Kemudian mengoleskan secretome dalam bentuk gel atau serum di area kulit yang bermasalah sebanyak 1-2 kali.
- Melakukan microneedling tingan agar secretome bisa meresap dengan baik.
- Kemudian dilakukan pemantauan secara rutin setiap minggu.
Baca Artikel Lainnya: Stem Cell untuk Bekas Jerawat, Solusi Permanen?
Bukti Klinis dan Penelitian Pendukung
Penelitian yang dilakukan oleh Goh memiliki hasil bahwa enzim protease yang dihasilkan oleh jamur Malassezia dapat memperburuk peradangan di kulit. Maka dari itu dengan terapi secretome terbukti dapat mengurangi gejala secara signifikan.
Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Sari menyimpulkan bahwa secretome memiliki efek antiinflamasi yang kuat sehingga mampu memperbaiki fungsi lapisan luar kulit dan menurunkan tanda peradangan.
Penelitian yang terakhir dilakukan oleh Martinez memiliki hasil bahwa pasien dengan Malassezia Folliculitis yang tidak membaik setelah pengobatan menggunakan antibiotik, memiliki hasil yang baik setelah pengobatan dengan secretome karena mengandung zat antijamur dan bahan yang memperkuat daya tahan kulit.
Secretome merupakan solusi inovatif dan efektif untuk fungal acne karena kemampuannya meredakan peradangan, menyeimbangkan mikrobiota kulit, dan mempercepat regenerasi epidermis dengan efek samping minimal.
Untuk info lebih lanjut mengenai secretome membantu meredakan peradangan akibat fungal acne, Anda bisa mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- Cohen, P. R., Erickson, C., & Calame, A. (2020). Malassezia (Pityrosporum) folliculitis incognito: Malassezia-associated folliculitis masked by topical corticosteroid therapy. Cureus, 12.https://doi.org/10.7759/cureus.6531
- Goh, J. P. Z., Ruchti, F., Poh, S. E., Koh, W., Tan, K., Lim, Y., ... & Dawson, T. (2022). The human pathobiont Malassezia furfur secreted protease Mfsap1 regulates cell dispersal and exacerbates skin inflammation. Proceedings of the National Academy of Sciences, 119.https://doi.org/10.1073/pnas.2212533119
- Martinez-Ortega, J. I., Mut Quej, J. E., & Franco González, S. (2024). Malassezia folliculitis: Pathogenesis and diagnostic challenges. Cureus, 16.https://doi.org/10.7759/cureus.73429
- Sari, M. I., Jusuf, N., Munir, D., Putra, A., Putra, I. B., Bisri, T., ... & Muhar, A. M. (2024). Mesenchymal stem cell secretome therapy on inflammation: A systematic review. Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research.https://doi.org/10.56499/jppres23.1726_12.1.39