Hiperkeratosis merupakan penebalan lapisan kulit paling luar (stratum korneum) yang mengakibatkan keratin menumpuk secara berlebihan. Hal ini, karena proses sel kulit yang berganti tidak berjalan normal, dan membuat kulit menjadi lebih tebal, kasar, dan bersisik. Kondisi ini dapat muncul pada bagian tubuh, terutama telapak tangan dan kaki.
Gejala umum yang muncul pada Hiperkeratosis adalah munculnya kulit kering, menebal, keras, dan tampak kapalan. Hiperkeratosis pada beberapa kasus dapat menimbulkan rasa nyeri saat berjalan atau menyentuh permukaan yang kasar.
Hiperkreatosis dapat disebabkan oleh gesekan atau terkena tekanan berulang, adanya penyakit kulit, seperti Psoriasis, Eksim, atau faktor genetik (Ichthyosis). Selain itu, kekurangan vitamin A atau terus-menerus terkena paparan matahari, memicu munculnya kondisi ini.
Hiperkreatosis selama ini diobati dengan terapi konvensional yang berupa, krim pengelupas (keratolitik), pelembab, kortikosteroid, topikal, atau fototerapi. Namun, terapi konvensional dinilai memiliki hasil yang belum memuaskan dan membuat beberapa pasien mengalami kambuh dan menimbulkan efek samping pada kulit. Salah satu terapi yang berpotensi dalam memperbaiki tekstur kulit akibat Hiperkreatosis adalah dengan Terapi Secretome.
Mekanisme Secretome dalam Memperbaiki Kulit Akibat Hiperkreatosis
Secretome merupakan sekumpulan molekul bioaktif yang dikeluarkan sel punca (stem cell), yang mengandung berbagai faktor pertumbuhan, sitokin, dan protein yang memiliki sifat regeneratif, dalam perawatan kulit, Secretome diteliti dapat menstimulasi regenerasi sel yang membantu perbaikan jaringan rusak.
Secretome alam penyakit Hiperkretosis adalah proliferasi yang berlebih dihambat dari keratinosit dan diferensiasi sel kulit distimulasi secara imbang, sehingga kulit berpotensi kembali menjadi kembali dengan ketebalan normal. Secretome berpotensi membantu mengurangi peradangan dan membantu perbaikan jaringan yang rusak, yang umumnya menyertai hiperkreatosis kronis. Protein pada Secretome, seperti TGF-β dan VEGF, terbukti berpotensi dalam beberapa proses penyembuhan penyakit kulit.
Manfaat Secretome pada Pasien Hiperkreatosis
Terapi Secretome menawarkan berbagai potensi manfaat bagi penderita hiperkreatosis:
- Mengurangi ketebalan kulit berlebih secara alami tanpa efek pengelupasan keras.
- Menstabilkan siklus regenerasi kulit, sehingga tekstur kulit menjadi lebih rata dan halus.
- Mengurangi peradangan kronis, yang sering memperparah kondisi kulit kasar dan menebal.
- Membantu mempercepat proses penyembuhan setelah eksfoliasi atau pengobatan fisik seperti laser atau mikrodermabrasi.
Prosedur Secretome pada Pasien Hiperkreatosis
Secretome dapat diberikan dalam bentuk gel topikal, serum, atau melalui prosedur seperti microneedling untuk membantu penetrasi zat aktif ke lapisan kulit terdalam. Cara pemberiannya ditentukan berdasarkan penilaian dokter atas kondisi pasien. Penggunaan Secretome berbasis hydrogel sangat berpotensi efektif karena memiliki potensi untuk melembapkan kulit sekaligus melepaskan molekul aktif secara bertahap.
Frekuensi aplikasi tergantung pada tingkat keparahan hiperkreatosis, namun umumnya dilakukan 2-3 kali per minggu selama beberapa minggu. Secretome juga dapat dikombinasikan dengan terapi fisik seperti eksfoliasi ringan untuk hasil yang lebih optimal.
Penting untuk memastikan bahwa Secretome digunakan dalam sediaan yang distandarisasi dan steril untuk menghindari kontaminasi serta memastikan efektivitasnya.
Baca Artikel Lainnya Secretome dalam Dunia Estetika, Alternatif Botoks dan Filler?
Studi Klinis dan Bukti Ilmiah
Penelitian khusus Secretome pada hiperkreatosis masih terbatas dan penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk membuktikan efektivitasnya secara spesifik. Namun, terdapat beberapa studi yang relevan dengan Hiperkreatosis.
Penelitian yang berjudul “Topical application of a hyaluronic acid-based hydrogel integrated with secretome of human mesenchymal stromal cells for diabetic ulcer repair” menunjukkan bahwa kombinasi hydrogel dan Secretome signifikan dalam meningkatkan regenerasi kulit pada model tikus diabetes yang memiliki luka kronis. Kulit yang dirawat menunjukkan peningkatan ketebalan epidermis sehat dan pengurangan ekspresi gen inflamasi.
Sementara itu, studi lain pada “Mesenchymal Stem Cell Secretome for Dermatology Application: A Review” menunjukkan bahwa Secretome memiliki aplikasi luas untuk berbagai kondisi kulit seperti psoriasis, luka kronis, dan penuaan, berkat potensinya dalam mempercepat regenerasi dan menekan inflamasi.
Penggunaan Secretome untuk Hiperkreatosis masih berkembang penelitiannya, hal ini bisa menjadi pendekatan terapi regeneratif yang berpotensi untuk memperbaiki kulit menebal akibat hiperkreatosis.
Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, untuk mendukung penggunaan Secretome sebagai solusi inovatif untuk masalah Hiperkreatosis. Bagi Anda yang ingin tahu info lebih lanjut mengenai terapi Stem Cell dan Secretome, silahkan konsultasikan kebutuhan Anda melalui layanan kami Regenic.
Sumber Referensi
- Cohen, P. R., & Anderson, C. (2018). Topical Selenium Sulfide for the Treatment of Hyperkeratosis. Dermatology and Therapy, 8, 639–646. https://doi.org/10.1007/s13555-018-0259-9
- Damayanti, R., Rusdiana, T., & Wathoni, N. (2021). Mesenchymal Stem Cell Secretome for Dermatology Application: A Review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 14, 1401–1412. https://doi.org/10.2147/CCID.S331044
- Palumbo, F., et al. (2024). Topical application of a hyaluronic acid-based hydrogel integrated with secretome of human mesenchymal stromal cells for diabetic ulcer repair. Regenerative Therapy, 26, 520–532. https://doi.org/10.1016/j.reth.2024.07.008
- Seo, Y., et al. (2022). Formulation of secretome derived from mesenchymal stem cells for inflammatory skin diseases. Journal of Pharmaceutical Investigation, 53, 235–248. https://doi.org/10.1007/s40005-022-00599-3