Stem Cell dan Secretome dalam Terapi Melasma

Melasma adalah kondisi hiperpigmentasi kulit yang umum terjadi, terutama di wajah. Ciri utamanya adalah munculnya bercak kecoklatan yang tidak merata di pipi, dahi, hidung, atau atas bibir. Kondisi ini lebih banyak dialami wanita, khususnya yang berusia 20–50 tahun.

Penyebab melasma bersifat multifaktorial dan cukup kompleks. Beberapa faktor pemicu utamanya meliputi faktor hormonal, paparan sinar ultraviolet (UV), genetik, hingga stres. Penggunaan kosmetik tertentu juga bisa memicu produksi melanin (zat warna kulit) secara berlebihan. Hormon estrogen dan progesteron, misalnya, diketahui dapat merangsang sel melanosit untuk membuat lebih banyak melanin, sehingga timbul flek.

Gejala melasma tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi sering kali memengaruhi rasa percaya diri. Penanganan yang ada umumnya berupa krim pemutih, laser, atau peeling, namun hasilnya bervariasi dan tidak jarang disertai efek samping seperti iritasi kulit, pengelupasan berlebihan, atau bahkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi jika tidak dilakukan dengan tepat.

Oleh karena itu, pendekatan baru dengan teknologi regeneratif seperti stemcelldansecretome mulai diteliti dan dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang lebih alami dan minim efek samping untuk menangani melasma.

Baca Artikel Lainnya: Apa Itu Skin Barrier dan Bagaimana Secretome Membantunya?

Mekanisme Kerja Stem Cell dan Secretome untuk Melasma

  1. Menghambat Produksi Melanin Berlebih: Melasma terjadi karena sel penghasil pigmen (melanosit) terlalu aktif memproduksi melanin secara berlebihan dan memicu munculnya flek gelap. Secretome dari stem cell, terutama dari Mesenchymal Stem Cells (MSCs), mengandung molekul seperti TGF-β, IL-10, dan faktor pertumbuhan yang dapat menghambat aktivitas melanosit. Hal ini membuat produksi melanin lebih seimbang dan mencegah munculnya flek baru.
  2. Menenangkan Peradangan di Kulit: Radikal bebas dan sinar UV sering memicu peradangan ringan di kulit, yang memicu hiperpigmentasi. Secretome bekerja seperti “antiinflamasi alami” dengan menurunkan ekspresi gen IL-6 dan jalur NF-kB, yang berperan penting dalam proses inflamasi pada kulit akibat sinar UV
  3. Merangsang Regenerasi Sel Kulit Baru: Stem cell membantu mempercepat pergantian sel kulit lama dengan yang baru. Secretome yang dilepaskan juga mengandung growth factors yang merangsang pembentukan kolagen dan perbaikan jaringan, membuat kulit tampak lebih cerah dan sehat
  4. Mengurangi Kerusakan Akibat UV: Pada model hewan yang dipapar sinar UV, pemberian gel secretome dari stem cell hipoksia terbukti menurunkan enzim MMP-1 (yang merusak kolagen) dan meningkatkan SOD (enzim antioksidan) yang melindungi kulit dari stres oksidatif

Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Melasma

Terapi stem cell untuk melasma umumnya menggunakan jenis Mesenchymal Stem Cells (MSCs) karena kemampuannya dalam memperbaiki jaringan kulit, menyeimbangkan produksi melanin, dan meredakan peradangan. Berikut tiga jenis MSC yang umum digunakan:

1. Adipose-Derived Stem Cells (ADSCs)

ADSCs berasal dari jaringan lemak tubuh. Stem cell ini mudah diperoleh dan kaya akan faktor pertumbuhan serta antioksidan yang berperan dalam mencerahkan kulit dan menurunkan pigmentasi. ADSCs juga dapat menghasilkan secretome yang mendukung regenerasi kulit tanpa efek samping berarti

2. Umbilical Cord-Derived MSCs (Wharton’s Jelly MSCs)

Jenis ini berasal dari tali pusat bayi baru lahir. Aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi penolakan imun dan bersifat non-kontroversial secara etika. Secretome dari Wharton’s Jelly MSCs terbukti membantu memperbaiki warna kulit dan regenerasi jaringan pada kasus pigmentasi wajah

3. Hypoxia-Conditioned MSCs (Hipoksia)

Stem cell yang dikultur dalam kondisi rendah oksigen (hipoksia) ini menghasilkan secretome yang lebih kaya zat aktif seperti IL-10, VEGF, dan TGF-β, yang efektif membantu mengurangi pigmentasi dan peradangan kulit akibat sinar UV.

Manfaat Kombinasi Stem Cell dan Secretome untuk Melasma

Kombinasi antara stemcell dan secretome memberikan efek sinergis dalam memperbaiki kulit dengan cara yang lebih menyeluruh dan minim risiko. Jika stem cell berfungsi memperbaiki dan meregenerasi jaringan kulit dari dalam, secretome bekerja sebagai pembawa zat aktif yang langsung menenangkan, memperbaiki, dan mencerahkan kulit.

1. Mengurangi Pigmentasi dan Flek Hitam

Kandungan antiinflamasi dalam secretome seperti TGF-β dan IL-10 membantu menghambat produksi melanin berlebih dan meredakan peradangan kulit.

2. Mencerahkan Kulit Secara Merata

Secretome membantu menghambat aktivitas melanosit yang berlebihan dan menyeimbangkan produksi pigmen, sehingga kulit tampak lebih cerah dan merata tanpa efek “putih pucat” yang tidak alami

3. Mempercepat Regenerasi Kulit

Stem cell mendorong pembentukan sel kulit baru, memperbaiki tekstur, dan meningkatkan elastisitas. Secretome memperkuat proses ini melalui kandungan growth factors seperti VEGF dan FGF, yang mempercepat regenerasi lapisan kulit

4. Minim Efek Samping

Karena berasal dari jaringan tubuh sendiri atau donor aman, terapi ini jarang menyebabkan iritasi atau reaksi alergi serius seperti krim kimia atau prosedur agresif lainnya. Hal ini membuat terapi ini cocok untuk kulit sensitif atau pasien dengan riwayat iritasi.

5. Potensi Efek Jangka Panjang

Berbeda dengan perawatan topikal biasa yang hanya bekerja di permukaan kulit, kombinasi stem cell dan secretome bekerja dari dalam lapisan kulit, sehingga hasilnya lebih bertahan lama dan memperbaiki struktur kulit secara menyeluruh.

Prosedur Terapi Stem Cell dan Secretome untuk Melasma

Terapi kombinasi stem cell dan secretome untuk melasma dilakukan secara non-bedah dan biasanya berlangsung dalam beberapa tahap yang aman dan nyaman. Berikut langkah-langkah umumnya:

  1. Konsultasi dan Analisis Kulit
    Sebelum memulai terapi, pasien akan menjalani konsultasi dengan dokter untuk menilai kondisi kulit secara menyeluruh. Dokter akan memeriksa tingkat keparahan melasma, jenis kulit, dan faktor risiko lainnya seperti sensitivitas atau riwayat alergi. 
  2. Pengambilan Stem Cell (Jika Autologous)
    Jika terapi menggunakan stem cell autologous (berasal dari tubuh pasien sendiri), maka jaringan lemak kecil akan diambil melalui prosedur mini-liposuction. Jaringan tersebut kemudian diproses di laboratorium untuk memisahkan stem cell
  3. Aplikasi Secretome dan/atau Stem Cell
    Setelah persiapan selesai, secretome atau stem cell akan diaplikasikan ke area kulit yang mengalami melasma. Prosedur ini bisa dilakukan dengan beberapa metode, seperti microneedling (menggunakan alat berjarum mikro untuk membantu penyerapan zat aktif ke dalam kulit), injeksi mikro (mesoterapi), atau secara topikal dengan mengoleskan serum atau gel secretome langsung ke kulit.
  4. Perawatan Lanjutan dan Pemantauan
    Setelah prosedur selesai, pasien biasanya dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, rutin menggunakan tabir surya, serta menghindari produk perawatan yang bersifat iritatif seperti retinoid selama masa pemulihan. 

Studi Klinis dan Penelitian Terkait

Penelitian dengan judul “Effect of Secretome-Hypoxia Mesenchymal Stem Cells on Interleukin-6, Matrix Metalloproteinase-1, and Superoxide Dismutase Expressions on UVB-induced Hyperpigmented Mice Skin” yang ditulis oleh Zukhiroh pada tahun 2022, menunjukkan potensi besar secretome dari stem cell dalam menangani masalah hiperpigmentasi yang serupa dengan melasma. Dalam studi ini, tikus yang dipaparkan sinar UVB untuk meniru kondisi hiperpigmentasi kulit diberikan gel yang mengandung secretome dari Mesenchymal Stem Cells (MSCs) yang dikultur dalam kondisi hipoksia. 

Hasilnya menunjukkan bahwa terapi secretome secara signifikan menurunkan ekspresi gen IL-6 dan MMP-1, dua pemicu utama peradangan dan kerusakan kulit akibat sinar UV. Selain itu, ekspresi enzim antioksidan SOD (superoxide dismutase) meningkat, menandakan adanya perbaikan fungsi perlindungan kulit terhadap stres oksidatif. 

Studi ini menjadi dasar kuat bahwa secretome dari stem cell tidak hanya memperbaiki kerusakan kulit, tetapi juga menekan mekanisme biologis yang memicu melasma.

Terapi stem cell dan secretome merupakan pendekatan modern dan menjanjikan dalam penanganan melasma. Dengan kemampuannya dalam memperbaiki jaringan kulit, menekan produksi melanin berlebih, serta meredakan peradangan secara alami, kombinasi ini tidak hanya memberikan hasil estetika yang signifikan, tetapi juga minim risiko efek samping. 

Stem cell membantu regenerasi kulit dari dalam, sementara secretome berpotensi mempercepat pemulihan dan menstabilkan warna kulit agar tampak lebih cerah dan merata. Prosedurnya yang non-bedah, aman, dan bertahap menjadikan terapi ini pilihan ideal untuk pasien dengan melasma yang sulit ditangani menggunakan metode konvensional.

Untuk memahami lebih lanjut bagaimana terapi stem cell dan secretome bekerja, apa saja manfaat jangka panjangnya, dan seberapa aman prosedurnya bagi kulit, Anda dapat mengakses informasi terpercaya melalui platform seperti Regenic.

Sumber Referensi:

  1. Mayasari, Y. I., Subchan, P., Putra, A., Chodijah, C., Hussana, A., Sumarawati, T., Amalina, N. D., & Irawan, R. C. S. (2023). Secretome Hypoxia Mesenchymal Stem Cells Inhibited Ultraviolet Radiation by Inhibiting Interleukin-6 through Nuclear Factor-Kappa Beta Pathway in Hyperpigmentation Animal Models. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 11(B), 188–194. https://doi.org/10.3889/oamjms.2023.11222
  2. Christian, C., Heny, D., Tan, S., Tanely, W., & Chandra, C. (2024). A new pigment from mesenchymal stem cell’s secretome for segmental vitiligo: A case report. International Journal of Dermatology, Venereology and Leprosy Sciences. https://doi.org/10.33545/26649411.2024.v7.i2c.213
  3. Trzyna, A., & Banaś-Ząbczyk, A. (2021). Adipose-Derived Stem Cells Secretome and Its Potential Application in “Stem Cell-Free Therapy”. Biomolecules, 11. https://doi.org/10.3390/biom11060878
  4. Trisnadi, S., Sumarawati, T., Chodidjah, C., Amalina, N., Zukhiroh, Z., Subchan, P., Hidayah, N., & Putra, A. (2022). Effect of Secretome-Hypoxia Mesenchymal Stem Cells on Regulating SOD and MMP-1 mRNA Expressions in Skin Hyperpigmentation Rats. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.10348.

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.