Kutil atau verucca vulgaris merupakan benjolan kecil yang tumbuh di kulit yang terjadi karena adanya infeksi virus human papilloma virus (HPV). Virus ini biasanya menyerang lapisan kulit luar sehingga menyebabkan sel kulit tumbuh tidak normal.
Kutil biasanya tumbuh di area sekitar tangan, kaki, wajah, hingga area intim. Virus HPV memiliki lebih dari 100 tipe, namun tipe 2 dan 4 adalah yang paling sering menyebabkan kutil kulit biasa. Penularannya terjadi karena kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau dari benda yang sudah terkontaminasi. Infeksi dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia, terutama mereka dengan sistem imun yang lemah.
Kutil memiliki ciri seperti benjolan kecil, kasar, dan menonjol. Selain itu, warna kutil menyerupai kulit atau sedikit lebih gelap dan terkadang disertai titik-titik hitam kecil. Walau tidak bersifat kanker atau membahayakan, kutil mengganggu penampilan, bisa menyebar, dan sering kambuh meskipun sudah diobati.
Pengobatan kutil bertujuan untuk menghancurkan jaringan terinfeksi dan merangsang sistem imun lokal. Metode yang digunakan biasanya krioterapi atau terapi pembekuan, laser, hingga obat oles yang mengandung asam salisilat. Perlu diketahui bahwa tidak semua pengobatan dapat berhasil secara keseluruhan. Maka dari itu para ahli mulai melakukan penelitian stem cell (sel punca) sebagai penelitian alternatif.
Baca Artikel Lainnya: Apa Itu Skin Barrier dan Bagaimana Secretome Membantunya?
Mekanisme Kerja Stem Cell dalam Menghilangkan Kutil
Stem cell (sel punca) memiliki potensi dalam mempercepat regenerasi sel kulit baru dan memperbaiki jaringan yang rusak. Selain itu, sel ini juga berfungsi untuk menstabilkan sistem imun untuk melawan virus HPV. Jenis stem cell dari jaringan lemak (ADSC) dinilai efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dan merangsang pertumbuhan jaringan baru.
Sementara itu, Epidermal Stem Cell (EpSC), yang berasal dari lapisan basal kulit, juga memiliki peran penting dalam memperbaiki epidermis. Protein p53 yang dikandung EpSC juga membantu mengontrol proliferasi sel yang abnormal, sehingga dapat mencegah pembentukan kutil baru. Dengan kemampuan ini maka stem cell (sel punca) dapat menjadi salah satu alternatif terapi yang menjanjikan untuk perawatan kulit dan penyembuhan luka.
Jenis Stem Cell untuk Terapi Kutil
Tiga jenis stem cell yang paling menjanjikan dalam mengatasi masalah pada kulit:
- Epidermalstem cell (EpSCs) jenis stem cell (sel punca) berasal dari lapisan dasar kulit dan memiliki peran penting untuk membentuk kulit yang rusak.
- Mesenchymal stem cell (MSCs) jenis stem cell (sel punca) ini berfungsi untuk menenangkan reaksi peradangan, membantu penyembuhan luka, dan melawan infeksi virus seperti HPV.
- Induced pluripotent stem cell (iPSCs) jenis ini berasal dari hasil rekayasa yang dapat diubah menjadi sel kulit baru untuk menggantikan jaringan yang rusak.
Manfaat Penggunaan Stem Cell Epidermal untuk Menghilangkan Kutil
Manfaat penggunaan stem cells (sel punca) yaitu:
- Membantu regenerasi kulit dan membentuk kembali struktur kulit termasuk folikel dan lapisan epidermis.
- Mendukung penyembuhan luka kronis dengan meningkatkan pembentukan kolagen dan pembuluh darah baru, namun hal ini dilakukan oleh tikus.
- Mengurangi risiko penolakan oleh tubuh karena sel dapat diambil dan digunakan kembali ke tubuh pasien.
Baca Artikel Lainnya: Peran Stem Cell dalam Menjaga Hidrasi Kulit
Prosedur Terapi Stem Cell Epidermal dalam Menghilangkan Kutil
Prosedur terapi kutil dengan Epidermal Stem Cell (EpSC) memiliki langkah seperti, pengambilan stem cell (sel punca) dari kulit pasien atau dari donor, kemudian diperbanyak di laboratorium hingga mencapai jumlah yang cukup untuk terapi.
Setelah itu, pemberian sel ke area kutil dengan cara dioleskan langsung atau disuntik ke dalam lesi kutil. Setelah prosedur selesai dilakukan, pasien akan dipantau secara berkala untuk menilai respon terapi.
Studi Klinis dan Bukti Ilmiah
Meskipun belum banyak penelitian secara langsung yang menguji Epidermal Stem Cell (EpSC) untuk kutil, namun beberapa pendekatan memiliki hasil yang menjanjikan.
Penelitian yang dilakukan Hendrickson pada pasien yang pernah menjalani transplantasi stem cell mengalami perbaikan sistem imun. Menariknya, ketika diberikan obat topikal cidofovir, kutil pada pasien-pasien tersebut hilang sepenuhnya, yang menandakan bahwa kombinasi imunitas kuat dan terapi topikal dapat mengeliminasi HPV.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Kasi mengevaluasi terapi autologus dengan jaringan dari kulit yang ditanam kembali ke tubuh untuk merangsang kekebalan. Hasilnya sebanyak 83% pasien yang memiliki kutil yang sulit sembuh mengalami perbaikan.
Dengan demikian, terapi stem cell epidermal adalah pendekatan inovatif dan menjanjikan untuk mengatasi verruca vulgaris, terutama pada kasus yang resisten terhadap terapi konvensional. Meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, mekanisme regeneratif dan imunomodulator EpSC sangat cocok untuk menyembuhkan infeksi HPV dan mencegah kekambuhan kutil dengan efek samping minimal.
Untuk info lebih lanjut mengenai terapi stem cell epidermal untuk menghilangkan kutil (verruca vulgaris), Anda bisa mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- El Esawy, F. M., Sorour, N., Akl, E., Abdou, A., & Abd El-Hamid, R. A. (2020). Immunohistochemical Expression of Involucrin in Verruca Vulgaris before and after Intralesional Injection of Vitamin D3. BJAS, 5, 1–6. https://doi.org/10.21608/BJAS.2020.136337
- Henrickson, S., & Treat, J. (2017). Topical Cidofovir for Recalcitrant Verrucae in Individuals with Severe Combined Immunodeficiency After Hematopoietic Stem Cell Transplantation. Pediatric Dermatology, 34. https://doi.org/10.1111/pde.12992
- Kasi, D., Mariaviagulam, V., Vinothiney, & Moorthy, K. (2019). Efficacy of Auto-Implantation Therapy in the Treatment of Extensive and Recalcitrant Verruca Vulgaris. IAIM, 6(3), 1–7. https://www.iaimjournal.com/storage/2019/03/iaim_2019_0603_01.pdf
- Zyan, S. S. M., Ahmed, A. Y., Hassan, G. F. R., & Ali, B. M. M. (2024). Role of Some Intralesional Immune Therapeutics in Verruca Vulgaris. International Journal of Dermatology, Venereology and Leprosy Sciences, 7(2b). https://doi.org/10.33545/26649411.2024.v7.i2b.202
- Khandpur, S., Gupta, S., & Gunaabalaji, D. R. (2020). Stem cell therapy in dermatology. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology, 86(5), 530–540. https://doi.org/10.25259/IJDVL_19_20
- Ojeh, N., Pastar, I., Tomic-Canic, M., & Stojadinovic, O. (2015). Stem cells in skin regeneration, wound healing, and their clinical applications. International Journal of Molecular Sciences, 16(10), 25476–25501.https://doi.org/10.3390/ijms161025476