Stem Cell untuk Melawan Scabies (Kudis) pada Kulit

Scabies, atau kudis, adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei. Tungau ini menggali ke dalam lapisan atas kulit dan menyebabkan rasa gatal yang intens, terutama pada malam hari. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat penduduk dan dengan sanitasi buruk.

Gejala scabies yang paling umum termasuk rasa gatal luar biasa, ruam merah, dan benjolan kecil yang muncul di sela-sela jari, pergelangan tangan, pinggang, atau area genital. Pada beberapa kasus, dapat muncul luka bekas garukan dan infeksi kulit sekunder.

Penyebab utama penyebaran scabies adalah kontak kulit langsung dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, scabies juga bisa menyebar melalui pakaian, handuk, atau sprei yang terkontaminasi tungau. Di beberapa kasus yang lebih berat, seperti pada orang dengan sistem kekebalan lemah, bisa muncul kondisi parah yang disebut scabies berkrusta.

Penanganan konvensional umumnya menggunakan obat topikal seperti permethrin atau obat oral seperti ivermectin. Namun, masalah resistensi obat, efek samping, dan proses penyembuhan kulit yang lambat menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, terapi regeneratif seperti stem cell (sel punca) mulai dipertimbangkan sebagai solusi tambahan dalam mempercepat pemulihan kulit.

Baca Artikel Lainnya: Prosedur Wajah Glowing dengan Secretome, Aman dan Cepat

Mekanisme Kerja Stem Cell dalam Menangani Scabies

Scabies (kudis) menyebabkan luka, peradangan, dan kerusakan jaringan kulit akibat respon imun tubuh terhadap tungau Sarcoptes scabiei. Salah satu dampaknya adalah terhambatnya proses penyembuhan kulit karena adanya radikal bebas (reaktif oksigen/ROS) dan sitokin pro-inflamasi yang berlebihan.

Di sinilah stem cell, khususnya jenis Mesenchymal Stem Cells (MSCs), berperan penting dalam membantu proses penyembuhan secara alami. Berikut mekanismenya:

1. Mengurangi Peradangan

MSCs melepaskan zat antiinflamasi yang menekan aktivitas berlebihan sistem imun, seperti interleukin-1β dan TNF-α, yang muncul saat kulit melawan tungau. Ini membantu menghentikan siklus iritasi dan rasa gatal yang terus-menerus.

2. Mempercepat Regenerasi Jaringan

MSCs menghasilkan faktor pertumbuhan (growth factors) yang merangsang pembentukan sel kulit baru, pembuluh darah kecil, dan kolagen. Hal ini mempercepat penyembuhan luka akibat garukan atau infeksi sekunder.

3. Melindungi dari Stres Oksidatif

Stem cell juga membantu menetralkan radikal bebas yang dilepaskan oleh sel imun, yang jika dibiarkan dapat merusak sel sehat dan memperlambat pemulihan kulit.

4. Menyediakan Secretome Penyembuh

Selain selnya sendiri, MSCs juga melepaskan secretome yaitu cairan yang kaya protein, enzim, dan molekul sinyal yang memandu proses penyembuhan kulit dengan lebih cepat dan merata.

Baca Artikel Lainnya: Apa Itu Skin Barrier dan Bagaimana Secretome Membantunya?

Jenis Stem Cell untuk Terapi Scabies

Jenis stem cell yang paling potensial digunakan dalam terapi scabies adalah Mesenchymal Stem Cells (MSCs). MSCs adalah sel punca dewasa yang bisa diperoleh dari berbagai sumber tubuh seperti jaringan lemak (Adipose-Derived Stem Cells/ADSCs), sumsum tulang, dan tali pusat (Wharton’s Jelly). 

Sel-sel tersebut memiliki kemampuan untuk mengatur sistem imun, mempercepat regenerasi jaringan kulit, serta mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang sering muncul pada kulit yang terinfeksi scabies. Di antara berbagai sumber MSCs, ADSCs sangat menarik karena mudah diambil dari jaringan lemak melalui prosedur minimal invasif, dan memiliki kapasitas tinggi dalam penyembuhan luka.

Selain itu, secretome yang dihasilkan oleh MSCs juga menjadi bagian penting dari proses terapi, karena mengandung berbagai faktor pertumbuhan dan protein penyembuh yang mampu menenangkan kulit dan mempercepat perbaikan jaringan. Meskipun belum ada terapi stem cell yang secara langsung ditujukan untuk membunuh tungau scabies, MSCs sangat menjanjikan dalam mendukung pemulihan kulit pasca infeksi, mencegah komplikasi, dan mempercepat penyembuhan luka yang tertunda akibat inflamasi kronis.

Manfaat Terapi Stem Cell pada Pasien Scabies

Ada sejumlah manfat terapi Stem cell pada penderita scabies, antara lain:

  • Mempercepat penyembuhan luka kulit
    Stem cell membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat garukan dan peradangan, mempercepat proses regenerasi sel baru.
  • Mengurangi peradangan dan iritasi
    MSCs melepaskan senyawa antiinflamasi alami yang membantu menenangkan kulit dan menghentikan reaksi imun berlebihan terhadap tungau.
  • Menetralisir stres oksidatif (radikal bebas)
    Infeksi scabies meningkatkan radikal bebas yang memperlambat penyembuhan. Stem cell berperan sebagai antioksidan untuk memperbaiki kondisi ini.
  • Meningkatkan kualitas jaringan kulit
    MSCs merangsang pembentukan kolagen dan elastin, yang membantu memperkuat dan memperbaiki struktur kulit setelah infeksi.
  • Mengurangi risiko bekas luka atau komplikasi kulit jangka panjang
    Dengan mempercepat regenerasi dan mencegah infeksi sekunder, stem cell membantu kulit sembuh lebih bersih dan sehat.

Baca Artikel Lainnya: Peran Stem Cell dalam Menjaga Hidrasi Kulit

Prosedur dan Aplikasi Klinis

Meskipun pengobatan utama scabies tetap bergantung pada obat antiparasit seperti permethrin atau ivermectin, terapi stem cell mulai dilirik sebagai pendekatan tambahan untuk mempercepat proses penyembuhan kulit, terutama pada kasus yang meninggalkan luka dalam, peradangan berkepanjangan, atau infeksi sekunder.

Terapi ini bertujuan bukan untuk membunuh tungau, tetapi untuk memperbaiki kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh respon imun tubuh terhadap infestasi tungau Sarcoptes scabiei

Berdasarkan temuan ilmiah terbaru, kerusakan kulit akibat scabies berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi yang berlebihan, yang dapat diatasi dengan pendekatan regeneratif berbasis stem cell. Prosedurnya meliputi:

  1. Evaluasi kondisi kulit oleh dokterTermasuk luka terbuka, bekas garukan, atau inflamasi kronis.
  2. Pemberian StemCell atau Secretome:
  • Topikal: Dalam bentuk serum atau gel.
  • Microneedling: Untuk memperdalam penetrasi bahan aktif.
  • Injeksi intradermal: Pada area kulit yang rusak berat.
  1. Terapi dilakukan secara bertahap
    Biasanya dalam beberapa sesi mingguan tergantung tingkat kerusakan kulit.
  2. Dilakukan oleh tenaga medis profesionalUntuk menjamin keamanan dan efektivitas hasil terapi.

Studi Klinis dan Bukti Ilmiah

Sebuah studi tahun 2023 oleh Fawzy mengamati dampak scabies terhadap proses penyembuhan luka kulit. Studi ini menemukan bahwa penderita scabies mengalami peningkatan stres oksidatif dan peradangan mikro yang signifikan, yang menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat. 

Kondisi ini membuka peluang penggunaan terapi stem cell, khususnya Mesenchymal Stem Cells (MSCs), sebagai pendekatan regeneratif karena MSC mampu mengurangi peradangan, menetralisir radikal bebas, dan mempercepat regenerasi jaringan kulit. Meskipun penelitian ini bukan uji klinis langsung terhadap penggunaan stem cell pada scabies, hasilnya memberikan dasar ilmiah kuat bahwa pendekatan regeneratif sangat dibutuhkan untuk kasus kulit pasca scabies.

Dengan kemampuan meregenerasi jaringan, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan, stem cell, khususnya jenis Mesenchymal Stem Cells (MSCs), dapat menjadi solusi tambahan yang bermanfaat bagi pasien dengan luka kulit berat atau penyembuhan yang lambat. Meskipun masih dibutuhkan lebih banyak uji klinis langsung, bukti ilmiah awal mendukung potensi terapi ini sebagai pelengkap pengobatan konvensional. 

Ke depan, pendekatan regeneratif ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien scabies dan mempercepat pemulihan kulit secara alami, aman, dan efektif. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai terapi stem cell dan secretome, silakan berkonsultasi dengan Regenic.

Sumber Referensi:

  1. Kou, Z., Li, B., Aierken, A., Tan, N., Li, C., Han, M., Jing, Y., Li, N., Zhang, S., Peng, S., Zhao, X., & Hua, J. (2023). Mesenchymal Stem Cells Pretreated with Collagen Promote Skin Wound-Healing. International Journal of Molecular Sciences, 24(10), 8688. https://doi.org/10.3390/ijms24108688
  2. Na Li et al. "Mesenchymal Stem Cells Pretreated with Collagen Promote Skin Wound-Healing." International Journal of Molecular Sciences, 24 (2023). https://doi.org/10.3390/ijms24108688
  3. Fawzy, A., Nurhanifa, H.M., & Putranti, I.O. (2023). Potential Delayed Healing in Wounds with Scabies Comorbidity: A Review about Immunological State and Oxidative Stress in Scabies Infestation. International Journal Of Medical Science And Clinical Research Studies. https://doi.org/10.47191/ijmscrs/v3-i5-52.

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.