Mata kering kronis atau dry eye disease merupakan kondisi ketika mata tidak mampu mempertahankan lapisan air mata yang sehat, baik karena produksi air mata yang kurang, penguapan berlebih, atau gangguan pada kualitas air mata. Sehingga hal ini dapat membuat mata merasa tidak nyaman, penglihatan terganggu, dan permukaan mata dapat rusak.
Penyebab mata kering dibagi menjadi dua yaitu mata kering akibat tidak dapat memproduksi cukup air mata, misalnya akibat autoimun seperti sindrom sjögren. Kedua yaitu mata kering karena penguapan air mata yang berlebihan, hal ini terjadi karena paparan debu, angin, terlalu lama menatap layar, menggunakan lensa kontak, melakukan operasi mata, atau penggunaan obat tetes mata tertentu dalam jangka panjang.
Gejala mata kering kronis yaitu mata terasa perih, gatal, merah, penglihatan menjadi buram, dan sensasi seperti ada pasir di dalam mata. Keluhan ini biasanya bisa ringan hingga berat dan biasanya berlangsung lama sehingga banyak orang yang harus menggunakan obat tetes mata antiinflamasi secara rutin.
Pengobatan yang dilakukan saat ini umumnya hanya meredakan gejalanya namun belum dapat menyembuhkan, hingga kini pengobatan masih dikembangkan. Saat ini sedang dikembangkan penelitian terapi dengan stem cell (sel punca) dengan harapan dapat membantu memperbaiki jaringan mata yang rusak dan mengatasi terjadinya peradangan.
Baca Artikel Lainnya: Secretome untuk Peremajaan Area Mata, Alternatif Tanpa Operasi
Mekanisme Kerja Stem Cell dalam Mengatasi Mata Kering
Mesenchymal stem cell (MSC) diketahui memiliki potensi untuk mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan pada jaringan mata, terutama pada kondisi mata kering kronis atau peradangan permukaan mata. MSC sendiri melepaskan zat yang berpotensi menekan respons imun, meredakan terjadinya peradangan, dan memperbaiki jaringan yang rusak seperti di permukaan kornea, sel goblet, dan kelenjar air mata.
MSC juga dinilai bisa menghasilkan eksosom, yaitu vesikel kecil yang mengandung mikroRNA dan protein lainnya. Eksosom yang membawa membawa molekul aktif seperti mikroRNA dan protein mungkin dapat diserap oleh sel-sel mata yang mengalami kerusakan dan membantu mengurangi terjadinya peradangan, sehingga diharapkan dapat mempercepat penyembuhan pada permukaan mata.
Manfaat Terapi Regeneratif Stem Cell pada Mata Kering Kronis
Terapi stem cell (sel punca) berpotensi membantu memperbaiki lapisan pelindung mata, dengan menambahkan jumlah sel yang menghasilkan lendir pelindung mata, memperbaiki fungsi kelenjar meibom, dan mencegah kerusakan pada permukaan kornea.
Pada penelitian awal, pasien dengan mata kering yang melakukan pengobatan dengan terapi stem cell (sel punca) menunjukan perbaikan gejala. MSC juga dipandang sebagai kandidat terapi jangka panjang yang menjanjikan.
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Mata Kering
Pada penelitian, prosedur terapi ini dapat dilakukan dengan meneteskan produk turunan stem cell ke mata, obat tetes ini digunakan selama beberapa kali. Terapi yang diberikan berupa cairan sekresi hasil kultur stem cell epitel kornea, yang diolah sebagai obat tetes mata.
Dalam penelitian, pasien dengan mata kering kronis yang tidak membaik dengan pengobatan konvensional menunjukkan perbaikan gejala dan penurunan rasa tidak nyaman setelah menggunakan tetes mata ini selama 12 minggu.
Baca Artikel Lainnya: Masa Depan Pengobatan Mata: Stem Cell untuk Penyakit Degeneratif Makula
Studi dan Bukti Klinis
Studi analisis yang dilakukan oleh Alkhalaf memiliki hasil bahwa dengan terapi stem cell dinilai lebih efektif daripada menggunakan air mata buatan dalam memperbaiki gejala mata kering, termasuk menurunkan skor OSDI dan memperpanjang waktu pecahnya lapisan air mata.
Penelitian yang dilakukan oleh Lestari memiliki hasil bahwa mesenchymal stem cell menjanjikan dalam merangsang pertumbuhan kembali sel kornea dan sel goblet dalam percobaan model mata kering.
Penelitian yang dilakukan oleh Imaizumi memiliki hasil bahwa cairan kondisionat yang berasal dari sel punca jaringan lemak (adiposa) dinilai dapat memperkuat pelindung permukaan kornea dan mengurangi terjadinya peradangan pada model tikus dengan mata kering.
Terapi stem cell menawarkan pendekatan baru yang menjanjikan untuk mengatasi mata kering kronis dengan menargetkan akar penyebab inflamasi dan regenerasi jaringan, bukan hanya gejala.
Untuk info lebih lanjut mengenai terapi ini, Anda bisa konsultasi dengan dokter serta mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- Alkhalaf, R. A. A., Alayash, N. A. A., Alsultan, E. S., Albahrani, Z. S., Elyas, S. K. H., Alnaim, F. S., Alshangiti, A. Y., Aljayar, D., Alawad, F. H., & Mohaini, M. A. (2024). Novel therapies in the treatment of dry eye disease: A systematic review and meta-analysis. Journal of Advanced Trends in Medical Research. 1(2).https://doi.org/10.4103/ATMR.ATMR_179_24
- Harrell, C. R., Djonov, V., Volarevic, A., Arsenijevic, A., & Volarevic, V. (2024). Molecular mechanisms responsible for mesenchymal stem cell-dependent attenuation of tear hyperosmolarity and immune cell-driven inflammation in the eyes of patients with dry eye disease. Diseases, 12(11).https://doi.org/10.3390/diseases12110269
- Harrell, C. R., Djonov, V., Volarevic, A., Arsenijevic, A., & Volarevic, V. (2025). Mesenchymal stem cell-sourced exosomes as potentially novel remedies for severe dry eye disease. Journal of Ophthalmology, 2025.https://doi.org/10.1155/joph/5552374
- Rush, S. W., Chain, J., & Das, H. (2021). Corneal epithelial stem cell supernatant in the treatment of severe dry eye disease: A pilot study. Clinical Ophthalmology, 15, 3097–3107.https://doi.org/10.2147/OPTH.S322079
- Komaratih, E. (2021). Therapeutic potential of limbal mesenchymal stem cell secretome for repair ocular surface in experimental of dry eye disease. International Journal of Research Publications.https://doi.org/10.47119/IJRP100831820212187
- Imaizumi, T., Hayashi, R., Kudo, Y., Li, X., Yamaguchi, K., Shibata, S., Okubo, T., Ishii, T., Honma, Y., & Nishida, K. (2023). Ocular instillation of conditioned medium from mesenchymal stem cells is effective for dry eye syndrome by improving corneal barrier function. Scientific Reports, 13.https://doi.org/10.1038/s41598-023-40136-2