Retinopati diabetik adalah komplikasi diabetes yang menyerang pembuluh darah kecil di retina, retina merupakan bagian mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya. Retinopati diabetik berkembang secara perlahan karena kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu memicu peradangan, dan menyebabkan kebocoran darah atau cairan ke jaringan retina.
Pada tahap awal, retinopati diabetik tidak menimbulkan gejala, namun seiring berjalannya waktu akan membuat penglihatan menjadi kabur, munculnya bayangan atau bintik hitam di penglihatan, hingga kehilangan penglihatan. Jika penyakit ini berkembang menjadi retinopati diabetik proliferatif maka pembuluh darah abnormal dapat tumbuh di retina sehingga menyebabkan pendarahan di dalam bola mata.
Faktor utamanya yaitu gula darah yang tidak dapat dikontrol, tekanan darah tinggi, dan lamanya seseorang terkena diabetes. Gula darah yang tinggi juga menyebabkan stres oksidatif dan peradangan, serta merusak keseimbangan antara saraf dan pembuluh darah di retina.
Hingga kini terapi yang digunakan seperti laser dan obat anti VEGF dinilai hanya memperlambat kerusakan, namun tidak bisa memulihkan jaringan retina yang sudah rusak. Maka dari itu terapi dengan menggunakan secretome mulai dikembangkan yang diharapkan dapat mendorong terjadinya regenerasi.
Baca Artikel Lainnya: Terapi Secretome untuk Meningkatkan Sensitivitas Insulin pada Penderita Diabetes Melitus
Secretome dan Perannya dalam Pemulihan Jaringan Retina
Secretome adalah kumpulan zat aktif yang mengandung komponen penting di dalamnya seperti eksosom, mikroRNA, dan berbagai sitokin. Dalam pengobatan retinopati diabetik, secretome yang berasal dari mesenchymal stem cell (MSC) sedang banyak diteliti sebagai terapi potensialnya.
Zat tersebut berpotensi melindungi sel saraf retina dan membantu pembentukan pembuluh darah baru serta mengurangi terjadinya peradangan, semua efek ini sangat penting bagi pemulihan jaringan retina.
Mekanisme Secretome dalam Perbaikan Jaringan Retina pada Retinopati Diabetik
Secretome diteliti berpotensi membantu memperbaiki retina yang rusak dengan beberapa cara diantaranya seperti:
- Secretome juga berpotensi mengurangi peradangan yang terjadi di retina karena diabetes.
- Secretome dinilai dapat meningkatkan produksi faktor pertumbuhan seperti VEGF dan PDGF dengan jumlah yang seimbang.
- Eksosom dalam secretome mengandung mikroRNA yang dapat mengatur ekspresi gen, dan berpotensi mengaktifkan gen antiinflamasi serta antioksidan di retina.
Manfaat Secretome bagi Penderita Retinopati Diabetik
Secretome yang berasal dari mesenchymal stem cell (MSC) memiliki manfaat yang menjanjikan dalam pemulihan retinopati diabetik. Zat tersebut berpotensi melindungi sel retina seperti sel ganglion dan fotoreseptor agar tetap hidup.
Secretome juga berpotensi mengurangi peradangan dan stres oksidatif dengan menurunkan kadar sitokin proinflamasi dan meningkatkan ekspresi gen antioksidan. Secretome juga berkemungkinan memperbaiki pembuluh darah retina melalui proses angiogenesis yang sehat serta mencegah terjadinya kerusakan pada pembuluh darah kecil akibat hiperglikemia kronis.
Baca Artikel Lainnya: Masa Depan Pengobatan Mata: Stem Cell untuk Penyakit Degeneratif Makula
Metode Pemberian Secretome untuk Terapi Retinopati Diabetik
Pemberian terapi secretome sedang dikembangkan dalam penelitian dengan menggunakan suntikan langsung ke dalam rongga mata, hal ini disebut sebagai injeksi intravitreal. Jumlah dosis tergantung pada penilaian dokter berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi di area retina. Dalam beberapa penelitian, secretome diproses lebih dahulu dengan kondisi rendah oksigen atau ditambahkan beberapa zat, hal ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan efektivitasnya.
Penelitian dan Bukti Klinis
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa secretome yang berasal dari MSC memiliki banyak potensi manfaat dalam mengatasi retinopati diabetik diantaranya yaitu:
- Studi yang dilakukan oleh Li menyatakan bahwa MSC secretome mungkin merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru, mengurangi stres pada bagian sel, dan meningkatkan sensitivitas insulin sehingga menurunkan peradangan sistematik.
- Penelitian berikutnya yang dilakukan Saçaki melaporkan bahwa sel prekursor saraf manusia (hNPC) berpotensi memperlambat perkembangan retinopati dengan menambahkan jumlah sel ganglion dan memperbaiki struktur lapisan retina.
- Studi lain oleh Fernandez menyatakan bahwa MSC berpotensi menghambat gen penyebab kematian sel seperti apoptosis dan necroptosis, dan dapat meningkatkan aktivitas gen pelindung antioksidan dalam model retina laboratorium.
Secretome menawarkan pendekatan terapi regeneratif non-seluler yang sangat menjanjikan untuk retinopati diabetik. Dengan potensinya dalam menekan inflamasi, mendukung regenerasi retina, dan memperbaiki fungsi visual, secretome dapat menjadi terapi masa depan yang lebih aman dan efektif daripada pendekatan konvensional.
Untuk info lebih lanjut mengenai peran secretome dalam pemulihan jaringan retina pada retinopati diabetik, Anda bisa mengkonsultasikan kondisi Anda dengan dokter, dan mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- Fernandez-Bueno, I. (2024).Evaluating the neuroprotective potential of MSC secretome for retinal neurodegenerative diseases. Acta Ophthalmologica. https://doi.org/10.1111/aos.16386
- Isildar, B., et al. (2024). Preconditioning of human umbilical cord mesenchymal stem cells with deferoxamine potentiates the capacity of the secretome released from the cells and promotes immunomodulation and beta cell regeneration in a rat model of type 1 diabetes. International Immunopharmacology, 129. https://doi.org/10.1016/j.intimp.2024.111662
- Li, L., Hua, S., You, L., & Zhong, T. (2024).Secretome Derived from Mesenchymal Stem/Stromal Cells: A Promising Strategy for Diabetes and its Complications. Current Stem Cell Research & Therapy. https://doi.org/10.2174/1574888X19666230913154544
- Saçaki, C. S., et al. (2021). Therapeutic potential of human neural precursor cells in diabetic retinopathy—preclinical model. European Journal of Public Health. https://doi.org/10.1093/eurpub/ckab120.078
- Wu, S., & Mo, X. (2023). Optic Nerve Regeneration in Diabetic Retinopathy: Potentials and Challenges Ahead. International Journal of Molecular Sciences, 24(2). https://doi.org/10.3390/ijms24021447
- Antonetti, D., Silva, P. S., & Stitt, A. W. (2021).Current understanding of the molecular and cellular pathology of diabetic retinopathy. Nature Reviews Endocrinology, 17, 195–206. https://doi.org/10.1038/s41574-020-00451-4