Gangguan penglihatan akibat infeksi adalah masalah kesehatan mata yang sering kali dianggap ringan, padahal bisa berdampak serius. Infeksi seperti konjungtivitis, uveitis, hingga ulkus kornea tak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi merusak lapisan penting mata seperti kornea dan retina. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, komplikasi seperti jaringan parut (fibrosis) dapat muncul dan menyebabkan pandangan menjadi kabur, atau bahkan hilang kemampuan melihat secara permanen.
Penyebab infeksi bisa sangat beragam, mulai dari bakteri, virus, jamur, hingga parasit. Gejalanya pun tak bisa diabaikan seperti mata merah, nyeri, perih, keluar cairan, dan gangguan penglihatan seperti pandangan yang buram. Meskipun pengobatan konvensional seperti antibiotik dan tindakan bedah sering kali digunakan, pada kasus yang sudah parah, hasilnya belum tentu maksimal, terutama jika sudah terjadi kerusakan jaringan.
Inilah mengapa pendekatan baru seperti terapi secretome mulai dilirik sebagai alternatif yang menjanjikan. Tidak hanya berfungsi sebagai agen antiinflamasi, secretome juga membantu memperbaiki jaringan mata yang rusak secara alami, sehingga membuka peluang pemulihan penglihatan yang lebih menyeluruh.
Mekanisme Secretome dalam Mengatasi Gangguan Penglihatan Akibat Infeksi
Apa itu secretome?
Secretome adalah kumpulan molekul bioaktif yang dihasilkan oleh stem cell, terutama Mesenchymal Stem Cells (MSCs). Di dalamnya terdapat sitokin, growth factors, eksosom, dan mikrovesikel yang semuanya bekerja seperti "kotak P3K alami" yang dikirim ke area mata yang rusak untuk membantu proses penyembuhan secara menyeluruh.
Bagaimana secretome membantu mata yang terinfeksi?
Secretome bekerja dengan cara yang canggih namun alami untuk menangani kerusakan akibat infeksi:
- Antiinflamasi & Imunomodulasi
Secretome membantu menurunkan kadar zat-zat pemicu peradangan seperti TNF-α dan IL-6. Ini penting untuk meredakan inflamasi yang dapat memperparah kerusakan jaringan mata. - Regenerasi Jaringan
Molekul dalam secretome merangsang sel-sel di area mata untuk memperbaiki diri secara alami, sekaligus mencegah terbentuknya jaringan parut yang bisa mengganggu penglihatan. - Neuroproteksi
Eksosom dalam secretome berfungsi melindungi sel-sel saraf retina agar tidak rusak atau mati akibat infeksi, sehingga risiko kehilangan penglihatan permanen bisa ditekan. - Antifibrotik
Secretome juga menghambat pembentukan jaringan parut, terutama pada kornea. Hal ini penting agar mata tetap jernih dan fungsi penglihatan bisa dipertahankan.
Manfaat Penggunaan Secretome untuk Gangguan Penglihatan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa secretome dari stem cell bukan hanya aman, tetapi juga efektif untuk menangani sejumlah gangguan mata akibat infeksi, antara lain:
- Menyembuhkan Ulkus KorneaPada hewan seperti anjing dan kuda, penggunaan tetes mata berbasis secretome dari MSC terbukti mampu menyembuhkan ulkus kornea kronis yang tidak membaik dengan pengobatan standar.
- Mengurangi Kekeringan Mata (Dry Eye Disease)
Secretome yang diperkaya resveratrol dari Wharton’s Jelly MSCs mampu meningkatkan produksi air mata dan memperbaiki permukaan pelindung mata yang menjadi solusi potensial untuk gejala mata kering kronis. - Melindungi Retina
Dalam kondisi seperti glaukoma, secretome menunjukkan kemampuan untuk melindungi sel ganglion retina (RGC) dari kerusakan lebih lanjut, membuka peluang terapi preventif maupun regeneratif. - Mengurangi Risiko Fibrosis
Salah satu keunggulan utama secretome adalah sifat antifibrotiknya yang mampu mencegah terbentuknya jaringan parut (fibrosis) pada kornea akibat cedera atau infeksi, sehingga transparansi dan kualitas penglihatan tetap terjaga.
Prosedur Terapi Secretome pada Gangguan Penglihatan
Prosedur terapi secretome umumnya dilakukan dengan cara:
- Isolasi dan pengolahan secretome: Diambil dari kultur MSC, kemudian dimurnikan sehingga hanya molekul bioaktif yang digunakan.
- Aplikasi ke mata:secretome diberikan melalui tetes mata, suntikan intravitreal, atau bahkan secara sistemik tergantung jenis gangguan mata.
- Pemantauan: Pasien akan dipantau untuk melihat respon terhadap terapi, misalnya perbaikan luka kornea, berkurangnya peradangan, atau peningkatan fungsi retina.
Studi Klinis dan Hasil Penelitian
Berbagai studi pra-klinis dan uji coba awal telah menunjukkan hasil yang sangat positif:
- Ulkus Kornea pada Anjing dan Kuda:
- Di Spanyol, Casado-Santos menggunakan secretome ASC pada kuda dengan ulkus kornea yang tidak kunjung sembuh. Hasilnya, dalam 1 minggu luka sembuh total, kornea kembali transparan, dan tidak ada kekambuhan selama 1,5 tahun.
- Pada anjing, terapi secretome mempercepat penyembuhan ulkus kornea kronis dalam rata-rata 1,2 minggu bahkan pada kasus yang sebelumnya gagal diobati dengan terapi konvensional.
- Dry Eye Disease (DED):
- Studi oleh Astaridewi menunjukkan secretome WJ-MSC yang diperkaya resveratrol secara signifikan meningkatkan produksi air mata dan memperbaiki sel goblet pada model dry eye parah.
- Penyakit Retina dan Saraf Optik:
- Mead dan Sanie-Jahromi menemukan bahwa exosome MSC mampu melindungi sel ganglion retina dari apoptosis (kematian sel) pada model glaukoma dan optic neuropathy.
- Khan memperlihatkan bahwa ST266 (secretome dari sel amnion) yang diberikan intranasal mampu melindungi saraf optik dan mempertahankan fungsi penglihatan pada model multiple sclerosis.
- Corneal Scarring:
- Deng menunjukkan bahwa extracellular vesicles dari MSC memiliki efek antifibrotik pada luka kornea, mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut yang menyebabkan kebutaan.
Secretome, terutama yang berasal dari Mesenchymal Stem Cells (MSCs), menawarkan pendekatan regeneratif yang menjanjikan untuk mengatasi gangguan penglihatan akibat infeksi. Dengan sifat antiinflamasi, neuroprotektif, dan kemampuannya dalam mempercepat penyembuhan jaringan mata, terapi ini menjadi alternatif inovatif yang minim risiko dibandingkan transplantasi sel langsung. Meskipun masih dalam tahap pengembangan dan uji klinis lebih lanjut dibutuhkan, hasil riset awal menunjukkan potensi besar secretome sebagai solusi masa depan dalam oftalmologi regeneratif.
Dengan sifat antiinflamasi, imunomodulator, dan regeneratifnya, secretome memberikan harapan baru dalam penanganan gangguan penglihatan akibat infeksi. Terapi ini berpotensi mendukung pemulihan jaringan mata tanpa risiko penolakan atau prosedur invasif. Konsultasikan dengan tim Regenic untuk mengetahui potensi terapi ini bagi kondisi Anda.
Referensi:
- Astaridewi, D., Komaratih, E., Rindiastuti, Y., Wirohadidjojo, Y. W., Legowo, D., Lestari, N. M. I., Dewi, D. A., Satya, I. M., Rantam, F. A., & Prakoeswa, C. R. S. (2020). Topical instillation of resveratrol preconditioned wharton’s jelly mesenchymal stem cell secretome preserves ocular surface in experimental model of severe dry eye disease. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 8(B), 1116–1123. https://doi.org/10.3889/oamjms.2020.5305
- Casado-Santos, A., González-Cubero, E., García-Rodríguez, M. B., Carrera-Serna, Á., González-Fernández, M. L., & Villar-Suárez, V. (2025). The therapeutic potential of mesenchymal stromal cell secretome in treating spontaneous chronic corneal epithelial defects in dogs. Research in Veterinary Science, 185. https://doi.org/10.1016/j.rvsc.2025.105559
- Casado-Santos, A., González-Cubero, E., González-Fernández, M. L., González-Rodríguez, Y., García-Rodríguez, M. B., & Villar-Suárez, V. (2024). Equine Corneal Wound Healing Using Mesenchymal Stem Cell Secretome: Case Report. Animals, 14(13). https://doi.org/10.3390/ani14131842
- de Sousa Moreira, A., Lopes, B., Sousa, A. C., Coelho, A., Sousa, P., Araújo, A., Delgado, E., Alvites, R., & Maurício, A. C. (2025). Stem Cell-Based Therapies for Glaucoma Treatment: A Review Bridging the Gap in Veterinary Patients. International Journal of Molecular Sciences, 26(1). https://doi.org/10.3390/ijms26010232
- Deng, S. X., Santos, A. D., & Gee, S. (2020). Therapeutic potential of extracellular vesicles for the treatment of corneal injuries and scars. Translational Vision Science and Technology, 9(12), 1–10. https://doi.org/10.1167/tvst.9.12.1
- Khan, R. S., Dine, K., Bauman, B., Lorentsen, M., Lin, L., Brown, H., Hanson, L. R., Svitak, A. L., Wessel, H., Brown, L., Brown, L., & Shindler, K. S. (2017). Intranasal delivery of a novel amnion cell secretome prevents neuronal damage and preserves function in a mouse multiple sclerosis model. Scientific Reports, 7. https://doi.org/10.1038/srep41768
- Mead, B., & Tomarev, S. (2020). Extracellular vesicle therapy for retinal diseases. Progress in Retinal and Eye Research, 79. https://doi.org/10.1016/j.preteyeres.2020.100849
- Rad, L. M., Yumashev, A. V., Hussen, B. M., Jamad, H. H., Ghafouri-Fard, S., Taheri, M., Rostami, S., Niazi, V., & Hajiesmaeili, M. (2022). Therapeutic Potential of Microvesicles in Cell Therapy and Regenerative Medicine of Ocular Diseases With an Especial Focus on Mesenchymal Stem Cells-Derived Microvesicles. Frontiers in Genetics, 13. https://doi.org/10.3389/fgene.2022.847679
- Sanie-Jahromi, F., Mahmoudi, A., Khalili, M. R., & Nowroozzadeh, M. H. (2022). A Review on the Application of Stem Cell Secretome in the Protection and Regeneration of Retinal Ganglion Cells; a Clinical Prospect in the Treatment of Optic Neuropathies. Current Eye Research, 47(11), 1463–1471. https://doi.org/10.1080/02713683.2022.2103153
- Zhang, C., Xiao, J., Fa, L., Jiang, F., Jiang, H., Zhou, L., & Xu, Z. (2023). Advances in the applications of mesenchymal stem cell-conditioned medium in ocular diseases. Experimental Eye Research, 233. https://doi.org/10.1016/j.exer.2023.109560