Pendekatan Regeneratif Kolitis Ulseratif lewat Secretome MSC

Kolitis ulseratif (UC) adalah salah satu bentuk penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/IBD) yang kronis, ditandai dengan peradangan terus-menerus di lapisan dalam usus besar dan rektum. Gejalanya mencakup diare berdarah, nyeri perut, penurunan berat badan, kelelahan, dan keinginan buang air besar yang mendesak secara tiba-tiba.

Pengobatan UC saat ini umumnya mengandalkan kortikosteroid, imunomodulator, atau obat biologis. Namun, tidak semua pasien merespons dengan baik. Sebagian pasien mengalami efek samping serius, seperti infeksi atau gangguan hati. Bahkan, sekitar 1 dari 4 pasien UC pada akhirnya menjalani operasi pengangkatan usus besar (colectomy) karena penyakit tak lagi bisa dikendalikan.

Di tengah keterbatasan terapi konvensional, muncul harapan baru melalui terapi regeneratif berbasis secretome dari Mesenchymal Stem Cells (MSC). Secretome dianggap sebagai alternatif inovatif yang berpotensi memperbaiki kerusakan jaringan usus tanpa risiko efek samping yang berat.

Berbeda dengan terapi yang menekan sistem imun secara agresif, secretome bekerja dengan menenangkan peradangan, mempercepat pemulihan jaringan, dan membantu tubuh memulihkan keseimbangannya secara alami. Dengan potensi ini, secretome dari MSC menawarkan pendekatan yang lebih aman dan efektif untuk mengatasi kolitis ulseratif.

Mengenal Secretome dari MesenchymalStem Cells (MSC)

Bayangkan tubuh kita memiliki kotak P3K mini yang bisa dikirim langsung ke area yang sedang meradang atau rusak. Itulah cara kerja secretome, sekumpulan molekul aktif yang dilepaskan oleh Mesenchymal Stem Cells (MSC). Molekul-molekul ini mencakup sitokin, growth factors, enzim, serta vesikel kecil seperti eksosom dan mikroveikel. Tugas mereka adalah menenangkan peradangan, mempercepat penyembuhan jaringan, dan membantu tubuh pulih secara alami.

Yang membuat secretome begitu istimewa, terutama untuk penyakit autoimun seperti kolitis ulseratif (UC), adalah kemampuannya dalam mengatur sistem imun. Beberapa molekul penting di dalamnya seperti IDO (indoleamine 2,3-dioxygenase) dan PGE2 (prostaglandin E2) yang berfungsi menurunkan respons imun yang berlebihan tanpa mematikan sistem pertahanan tubuh secara total.

Dengan kata lain, secretome bukan hanya membantu meredakan gejala peradangan, tetapi juga mengatur ulang reaksi imun tubuh agar tidak “menyerang” usus sendiri, seperti yang sering terjadi pada penderita UC.

Baca artikel lainnya: Terapi Regeneratif untuk Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Mekanisme Secretome MSC dalam Menekan Peradangan Usus

Salah satu keunggulan secretome dari Mesenchymal Stem Cells (MSC) adalah kemampuannya menenangkan peradangan usus dari berbagai sisi secara bersamaan. Untuk kondisi seperti kolitis ulseratif, pendekatan yang menyeluruh seperti ini sangat dibutuhkan. Berikut adalah cara kerja secretome dalam tubuh penderita UC:

Menurunkan Molekul Pemicu Peradangan

Secretome membantu menekan kadar sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan IL-12, yang biasanya meningkat drastis pada penderita UC. Dengan menurunkan zat-zat pemicu ini, peradangan pada dinding usus bisa dikendalikan lebih baik.

Meningkatkan Molekul Anti-Peradangan

Sebaliknya, secretome mendorong produksi sitokin antiinflamasi seperti IL-10 dan TGF-β. Molekul ini penting untuk membantu proses pemulihan jaringan mukosa usus yang rusak akibat peradangan kronis.

Memperkuat Penghalang Usus (Intestinal Barrier)

Salah satu penyebab gejala berat pada UC adalah terganggunya dinding usus. secretome memperkuat sambungan antar sel epitel usus (tight junctions), sehingga dapat mencegah terjadinya “kebocoran usus” (leaky gut) yang memperburuk peradangan.

Menyeimbangkan Sistem Imun

MSC-secretome juga berperan dalam mengatur keseimbangan antara sel Th17 (yang memicu peradangan) dan sel Treg (yang bersifat protektif). Dengan menormalkan rasio keduanya, sistem imun menjadi lebih terkendali dan tidak menyerang jaringan sehat.

Melindungi dari Kerusakan Oksidatif

Peradangan kronis memicu produksi radikal bebas dan senyawa perusak jaringan seperti ROS dan MPO. secretome membantu menurunkan stres oksidatif ini, sehingga melindungi jaringan usus dari kerusakan lebih lanjut.

Manfaat Terapi Secretome untuk Pasien Kolitis Ulseratif

Bagi banyak penderita kolitis ulseratif (UC), terapi secretome hadir sebagai alternatif yang lebih aman, mild, dan efektif dibanding pengobatan konvensional maupun transplantasi sel punca utuh. Inilah beberapa keunggulan utamanya:

1. Bebas dari Risiko Proliferasi Sel Abnormal

Karena secretome merupakan terapi berbasis molekul (bukan transplantasi sel utuh), pendekatan ini disebut sebagai cell-free therapy. Artinya, tidak ada risiko sel tumbuh tidak terkendali atau berubah sifat, yang bisa terjadi pada terapi berbasis sel.

2. Risiko Efek Samping Lebih Rendah

Karena hanya mengandung molekul bioaktif tanpa sel hidup, kemungkinan tubuh menolak atau bereaksi terhadap 'sel asing' menjadi jauh lebih kecil. Ini membuat secretome lebih aman digunakan, bahkan pada pasien dengan sistem imun yang sensitif.

3. Mendukung Pemulihan Usus Secara Alami

Secretome membantu mempercepat proses regenerasi mukosa usus, yaitu lapisan dalam yang rusak akibat peradangan kronis. Dengan pemulihan yang lebih cepat, pasien bisa merasakan perbaikan gejala seperti nyeri perut, diare, atau darah dalam tinja dalam waktu lebih singkat.

4. Mencegah Terbentuknya Jaringan Parut (Fibrosis)

Peradangan berkepanjangan bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang membuat fungsi usus menurun. secretome berperan mencegah terjadinya fibrosis, menjaga kelenturan dan fungsi alami saluran cerna.

Baca artikel lainnya: Terapi Stem Cell dalam Menangani Gangguan Tiroid

Prosedur Terapi Secretome untuk Pasien Kolitis Ulseratif

Meski masih dalam tahap penelitian, prosedur terapi secretome untuk pasien kolitis ulseratif (UC) sudah mulai menunjukkan arah yang jelas. Berikut langkah-langkah umumnya:

Isolasi secretome

Proses dimulai dengan mengambil secretome dari kultur Mesenchymal Stem Cells (MSC). Sel-sel ini bisa berasal dari sumsum tulang, jaringan lemak (adiposa), atau tali pusat. Di laboratorium, MSC dikultur dalam kondisi steril hingga menghasilkan cairan secretome yang kaya molekul penyembuh.

Pemberian ke Pasien

Setelah secretome siap, terapi diberikan dengan dua cara utama:

  • Injeksi intravena, agar molekul bioaktif bisa menyebar ke seluruh tubuh termasuk jaringan usus yang meradang.
  • Enema rektal langsung ke kolon, agar secretome bisa bekerja lebih lokal di area yang terkena kolitis.

Pemantauan Efek Terapi

Setelah pemberian secretome, kondisi pasien akan dipantau secara rutin, baik secara klinis maupun laboratorium. Dokter akan melihat:

  • Perbaikan gejala seperti nyeri perut dan diare,
  • Hasil pemeriksaan jaringan usus (histopatologi),
  • Penurunan kadar penanda peradangan seperti CRP dan sitokin pro-inflamasi.

Dengan pendekatan ini, terapi secretome tidak hanya menjanjikan perbaikan gejala, tapi juga menargetkan peradangan dari akarnya, memberikan harapan baru bagi pasien UC yang belum menemukan terapi yang cocok.

Baca artikel lainnya: Bagaimana Secretome Membantu Mengontrol Kadar Gula

Studi Klinis dan Hasil Penelitian

  • Gonzalez-Pujana (2020): MSC-secretome menunjukkan potensi luar biasa dalam menekan peradangan melalui IDO, PGE2, dan galectin-9.
  • Yu (2021): EVs dari BMSC yang dimodifikasi dengan EphB2 meningkatkan homing ke jaringan usus yang rusak, memperbaiki keseimbangan Th17/Treg, dan mengurangi inflamasi.
  • He (2022): EVs BMSC dengan PD-L1 overexpression mengurangi kolitis pada model hewan dengan menghambat jalur PI3K/AKT/mTOR dan menormalkan keseimbangan Th17/Treg.
  • Cao (2019): EVs dari BMSC mendorong polaritas makrofag ke M2, yang bersifat antiinflamasi, melalui jalur JAK1/STAT1/STAT6.
  • Duan (2020): EVs dari MSC plasenta manusia memperbaiki kolitis dengan mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki tight junctions.
  • DA Costa Gonçalves (2018):secretome dari MSC dalam kultur organ 3D berhasil mengurangi kerusakan kolon dan menurunkan produksi IL-6 pada model kolitis.

Secretome dari Mesenchymal Stem Cells (MSC) membuka lembaran baru dalam penanganan kolitis ulseratif. Dengan kandungan molekul bioaktif yang bersifat antiinflamasi, imunomodulator, dan regeneratif, terapi ini menghadirkan alternatif yang lebih alami, minim efek samping, dan menjanjikan dibandingkan pengobatan konvensional.

Meski masih dalam tahap pengembangan dan uji klinis, bukti yang ada menunjukkan bahwa secretome bisa menjadi solusi masa depan bagi pasien UC yang belum menemukan terapi yang cocok, mulai dari pengurangan peradangan, pemulihan jaringan usus, hingga perbaikan gejala secara menyeluruh..

Tertarik mengenal lebih jauh tentang terapi secretome dan apakah cocok untuk kondisi Anda? Konsultasikan dengan layanan kesehatan mitra Regenic untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi terbaik sesuai kondisi Anda.

Referensi:

  • Cao, L., Xu, H., Wang, G., Liu, M., Tian, D., & Yuan, Z. (2019). Extracellular vesicles derived from bone marrow mesenchymal stem cells attenuate dextran sodium sulfate-induced ulcerative colitis by promoting M2 macrophage polarization. International Immunopharmacology, 72, 264–274. https://doi.org/10.1016/j.intimp.2019.04.020
  • Chen, Q., Duan, X., Xu, M., Fan, H., Dong, Y., Wu, H., Zhang, M., Liu, Y., Nan, Z., Deng, S., Deng, S., & Liu, X. (2020). BMSC-EVs regulate Th17 cell differentiation in UC via H3K27me3. Molecular Immunology, 118, 191–200. https://doi.org/10.1016/j.molimm.2019.12.019
  • DA COSTA GONÇALVES, F., SERAFINI, M. A., MELLO, H. F., PFAFFENSELLER, B., ARAÚJO, A. B., VISIOLI, F., & PAZ, A. H. (2018). Bioactive factors secreted from mesenchymal stromal cells protect the intestines from experimental colitis in a three-dimensional culture. Cytotherapy, 20(12), 1459–1471. https://doi.org/10.1016/j.jcyt.2018.06.007
  • Duan, L., Huang, H., Zhao, X., Zhou, M., Chen, S., Wang, C., Han, Z., Han, Z.-C., Guo, Z., Li, Z., Li, Z., & Cao, X. (2020). Extracellular vesicles derived from human placental mesenchymal stem cells alleviate experimental colitis in mice by inhibiting inflammation and oxidative stress. International Journal of Molecular Medicine, 46(4), 1551–1561. https://doi.org/10.3892/ijmm.2020.4679
  • Gonzalez-Pujana, A., Igartua, M., Santos-Vizcaino, E., & Hernandez, R. M. (2020). Mesenchymal stromal cell based therapies for the treatment of immune disorders: recent milestones and future challenges. Expert Opinion on Drug Delivery, 17(2), 189–200. https://doi.org/10.1080/17425247.2020.1714587
  • He, H., Chen, Q., Fan, H., Leng, X. Y., Zhu, F., Gao, F., Zhou, Q., Dong, Y., & Yang, J. (2022). Extracellular vesicles produced by bone marrow mesenchymal stem cells overexpressing programmed death-ligand 1 ameliorate dextran sodium sulfate-induced ulcerative colitis in rats by regulating Th17/Treg cell balance through PTEN/PI3K/AKT/mTOR axis. Journal of Gastroenterology and Hepatology Australia, 37(12), 2243–2254. https://doi.org/10.1111/jgh.15987
  • Lightner, A. L. (2018). A Cell-Based Approach to the Treatment of Inflammatory Bowel Disease - Entering an Era of Regenerative Medicine. Inflammatory Bowel Diseases, 24(9), 1689–1694. https://doi.org/10.1093/ibd/izy084
  • Sari, M. I., Jusuf, N. K., Munir, D., Putra, A., Putra, I. B., Bisri, T., Farhat, F., Ilyas, S., & Muhar, A. M. (2024). Mesenchymal stem cell secretome therapy on inflammation: A systematic review | Terapia con secretoma de células madre mesenquimales sobre la inflamación: Una revisión sistemática. Journal of Pharmacy and Pharmacognosy Research, 12(1), 39–49. https://doi.org/10.56499/jppres23.1726_12.1.39
  • Yu, T., Chu, S., Liu, X., Li, J., Chen, Q., Xu, M., Wu, H., Li, M., Dong, Y., Zhu, F., Hu, D., & Fan, H. (2021). Extracellular vesicles derived from EphB2-overexpressing bone marrow mesenchymal stem cells ameliorate DSS-induced colitis by modulating immune balance. Stem Cell Research and Therapy, 12(1). https://doi.org/10.1186/s13287-021-02232-w

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.