Diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. Salah satu penyebab penyakit ini adalah morbiditas dan mortalitas global karena komplikasinya pada jantung, ginjal, saraf, dan mata.
Penyakit ini tidak memiliki gejala yang spesifik, tetapi umumnya pasien mengalami sering buang air kecil, sering merasa haus, berat badan yang turun tanpa sebab, lelah, dan luka yang sulit sembuh. Diabetes tipe 2, harus ditangani dengan baik, agar tidak berkembang menjadi penyakit komplikasi.
Faktor risiko utama meliputi obesitas, gaya hidup, riwayat keluarga, usia lanjut, dan pola makan tinggi karbohidrat sederhana. Pada dasarnya, tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif, dan seiring waktu, pankreas gagal memenuhi kebutuhan insulin.
Terapi yang digunakan pada diabetes tipe 2 adalah terapi konvensional yang terdiri dari gaya hidup yang berubah, obat oral, dan insulin. Namun, terapi ini bersifat simptomatik dan sel beta yang rusak tidak mampu diperbaiki dan menjadi akar masalah dalam T2DM. Karena itu, pendekatan regeneratif seperti terapi Stem Cell mulai dikembangkan untuk menangani diabetes dari sumbernya secara biologis dan berkelanjutan.
Baca Artikel Lainnya Stem Cell dan Perkembangan Saraf pada Bayi Prematur
Apa Itu Terapi Stem Cell dan Peranannya dalam Diabetes Tipe 2
Terapi Stem Cell menjadi pendekatan terapi yang banyak digunakan dan diteliti, lantaran memiliki berbagai potensi manfaat dan kegunaan pada beberapa penyakit. Terapi Stem Cell merupakan terapi yang menggunakan Stem Cell (sel punca) yang potensial berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh.
Dalam konteks diabetes tipe 2, terapi stem cell dinilai menjanjikan karena berpotensi membantu memulihkan fungsi sel beta pankreas dan meningkatkan sensitivitas insulin. Beberapa jenis Stem Cell yang berpotensi untuk diabetes tipe 2 adalah Mesenchymal Stem Cells (MSCs), Hematopoietic Stem Cells (HSCs), dan Induced PluripotentStem Cells (iPSCs), Bone Marrow-Mesenchymal Stromal Cells (BM-MNCs).
Stem Cell juga dinilai berpotensi membantu tingkatkan fungsi metabolik dan imunitas tubuh penderita diabetes. Keunggulan yang dimiliki Stem Cell terdapat dalam potensi meregenerasi jaringan endogen. Pada pasien diabetes tipe 2, Stem Cell berpotensi mengurangi resistensi insulin di jaringan otot dan hati, sekaligus menstimulasi produksi insulin yang cukup.
Mekanisme Kerja Stem Cell dalam Pengobatan Diabetes Tipe 2
Stem Cell diteliti bekerja melalui beberapa mekanisme penting: regenerasi sel beta pankreas, modulasi sistem imun, dan perbaikan lingkungan mikro pankreas. MSC, misalnya, dinilai melepaskan sitokin dan faktor pertumbuhan yang membantu melindungi dan memperbaiki sel beta yang rusak. Selain itu, Stem Cell memiliki potensi imunomodulator yang menurunkan inflamasi kronis tingkat rendah, kondisi yang sangat umum pada penderita T2DM dan berkontribusi terhadap resistensi insulin.
Stem Cell berpotensi meningkatkan ekspresi transporter glukosa (GLUT4) di jaringan otot, yang berperan dalam pengambilan glukosa dari darah. Secara keseluruhan, terapi ini tidak hanya berpotensi memperbaiki produksi insulin, tetapi juga berpotensi meningkatkan efektivitas kerja insulin yang sudah ada.
Manfaat Terapi Stem Cell untuk Penderita Diabetes Tipe 2
Terapi Stem Cell memberikan berbagai potensi manfaat untuk pasien dengan kondisi T2DM, yaitu Stem Cell dinilai membantu penurunan kadar HbA1c, penurunan kadar kebutuhan insulin, dan meningkatkan kadar C-peptida yang menjadi indikator produksi untuk insulin endogen. Potensi manfaat lainnya adalah mengurangi komplikasi (mikro dan makrovaskular), seperti nefropati dan neuropati, karena sirkulasi darah yang diperbaiki dan peradangan sistemik.
Terapi Stem Cell juga dinilai aman dan dinilai dapat membantu tingkatkan kualitas hidup pasien, meski pada beberapa kasus menimbulkan efek seperti nyeri atau kemerahan pada lokasi injeksi atau lokasi pemberian Stem Cell.
Baca Artikel Lainnya Stem Cell untuk Penderita Tremor Esensial
Prosedur Penggunaan Terapi Stem Cell untuk Diabetes Tipe 2
Prosedur terapi biasanya dimulai dengan pengambilan Stem Cell dari sumsum tulang, tali pusat, atau jaringan adiposa pasien atau donor. Selanjutnya, sel-sel ini dimurnikan dan dikultur di laboratorium untuk memastikan jumlah dan kondisi sel yang optimal. Sel yang telah dipersiapkan kemudian diinjeksi ke dalam tubuh, baik secara intravena atau langsung ke pankreas melalui guided therapy, tergantung penilaian dokter atas kondisi pasien.
Pasien akan dipantau ketat untuk melihat respons terapi, termasuk perubahan kadar glukosa darah, HbA1c, dan parameter lainnya. Prosedur ini masih termasuk dalam kategori uji klinis atau penggunaan terbatas, namun telah banyak digunakan secara eksperimental di pusat-pusat terapi regeneratif.
Penelitian dan Bukti Ilmiah tentang Terapi Stem Cell untuk Diabetes Tipe 2
Penelitian yang dilakukan oleh Fei et al. (2022) menunjukkan bahwa terapi sel punca berpotensi menjadi pengobatan efektif untuk Diabetes melitus, termasuk Diabetes tipe 2. Studi ini menganalisis 9 uji coba terkontrol acak dengan total 326 pasien, dan hasilnya menunjukkan bahwa terapi sel punca secara signifikan menurunkan kadar HbA1c, gula darah puasa, serta kebutuhan insulin, dan meningkatkan kadar C-peptida. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam efek samping dibandingkan dengan plasebo, sehingga terapi ini dinilai aman. Terapi paling efektif diperoleh dari kombinasi Bone Marrow-Mesenchymal Stromal Cells (BM-MNCs)dan terapi oksigen hiperbarik untuk diabetes tipe 2, sementara hasil kurang efektif ditemukan pada penggunaan MSC autologus.
Hasil penelitian ini mendukung penggunaan terapi Stem Cell sebagai salah satu pendekatan inovatif dan menjanjikan dalam pengobatan Diabetes tipe 2. Terapi Stem Cell menawarkan solusi regeneratif dan holistik bagi penderita Diabetes tipe 2, dengan potensi untuk memperbaiki kerusakan sel beta, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi ketergantungan pada terapi konvensional.
Untuk info lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanan dari terapi Stem Cell, anda bisa konsultasikan dengan Dokter anda, Regenic hadir untuk anda.
Sumber Referensi
- Firoz, S., Shekar, J. S., Pavani, T., & Mounika, K. (2020). A review on Stem Cells therapy is a new era in type 2 diabetes. World Journal of Clinical Medical Research, 2, 206–210.https://doi.org/10.37022/wjcmpr.2020.2223
- El-Badawy, A., & El-Badri, N. (2016). Clinical efficacy of Stem Cell therapy for diabetes mellitus: A meta-analysis. PLoS ONE, 11(4), e0151938.https://doi.org/10.1371/journal.pone.0151938
- Fei, Z., Pei, R., Du, X., Pan, B., Li, C. Q., & Cao, H. (2022). Therapeutic effects of Stem Cells for the treatment of diabetes mellitus: A meta-analysis.http://dx.doi.org/10.36468/pharmaceutical-sciences.spl.437
- Kumar, D., Tanwar, R. World’s first: Stem Cell therapy reverses diabetes. Stem Cell Res Ther15, 487 (2024).https://doi.org/10.1186/s13287-024-04036-0