Hipotiroidisme adalah kondisi medis yang terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid. Hormon ini memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh, fungsi otak, suhu tubuh, dan keseimbangan energi. Kekurangan hormon tiroid menyebabkan berbagai gangguan yang memengaruhi seluruh tubuh.
Hipotiroidisme bisa menimbulkan gejala yang mencakup kelelahan, kenaikan berat badan, sembelit, kulit kering, depresi, rambut rontok, dan kepekaan terhadap suhu dingin. Pada kasus kronis, hipotiroidisme menyebabkan pembengkakan wajah, suara serak, dan gangguan kesuburan.
Penyebab paling umum dari hipotiroidisme adalah tiroiditis Hashimoto, yaitu penyakit autoimun yang merusak jaringan tiroid. Penyebab lain termasuk efek samping dari pengobatan tiroid, kekurangan yodium, serta komplikasi dari terapi radiasi atau operasi tiroid.
Terapi standar untuk hipotiroidisme adalah pemberian hormon tiroid sintetis (levotiroksin). Meskipun efektif, terapi ini bersifat substitutif dan tidak memperbaiki jaringan tiroid yang rusak.
Oleh karena itu, pendekatan regeneratif yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi alami tiroid mulai dikembangkan, salah satunya melalui penggunaan Secretome, senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh Sel Punca (Stem Cell).
Baca Artikel Lainnya Terapi Stem Cell untuk Kulit Iritasi dan Alergi Ringan
Mekanisme Secretome untuk Hipotiroidisme
Secretome merupakan sekumpulan molekul aktif yang disekresikan oleh Sel Punca, yang terdiri dari berbagai molekul aktif seperti eksosom, faktor pertumbuhan, dan protein lainnya. Molekul-molekul ini bekerja secara parakrin, merangsang regenerasi jaringan, dan berperan dalam modulasi respons imun.
Secretome yang berasal dari Stem Cell, dalam Hipotiroidisme (terutama yang diakibatkan oleh kondisi autoimun) menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam memodulasi peradangan dan mendukung regenerasi sel folikel tiroid yang rusak berdasarkan temuan penelitian. Faktor-faktor pertumbuhan seperti Hepatocyte Growth Factor (HGF), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), dan Transforming Growth Factor-β (TGF-β) diduga berperan dalam pemeliharaan struktur mikro kelenjar tiroid dan peningkatan perfusi jaringan.
Secretome juga berpotensi dalam mengatur kembali keseimbangan hormon melalui jalur hormonal sistem hipotalamus-hipofisis-tiroid. Dengan demikian, terapi Secretome tidak hanya menawarkan bantuan dalam mengatasi gejala, tetapi berpotensi dalam perbaiki akar masalah secara fungsional atau struktural.
Manfaat Terapi Secretome pada Pasien Hipotiroidisme
Berdasarkan penelitian yang berkembang, terapi berbasis Secretome menawarkan potensi yang bermanfaat pada pasien hipotiroidisme. Pertama, Secretome bersifat non-imunogenik, artinya kemungkinan kecil penolakan tubuh, bahkan tanpa imunosupresan.
Kedua, terapi Secretome berpotensi dalam penyembuhan secara alami dibandingkan terapi hormon konvensional, karena membantu merangsang dalam perbaikan jaringan tiroid secara langsung dan meningkatkan respons hormonal tubuh secara endogen.
Secretome dinilai memiliki efek samping yang minim dan memiliki efek sistemik yang membantu kurangi inflamasi sistemik, perbaiki profil metabolik, dan tingkatkan sensitivitas pada hormon tiroid.
Prosedur Terapi Secretome untuk Hipotiroidisme
Prosedur secara umum sedang dikembangkan dalam terapi yang melibatkan beberapa tahap. Pertama, Stem Cell yang dikultur di laboratorium menghasilkan Secretome yang kaya akan faktor-faktor regeneratif, yang kemudian diisolasi di laboratorium. Setelah itu, Secretome yang dihasilkan oleh sel-sel ini diisolasi dan diproses untuk menghasilkan formulasi yang dapat digunakan untuk terapi.
Formulasi Secretome kemudian dapat diberikan kepada pasien melalui injeksi intravena atau lokal, tergantung pada kebutuhan spesifik pasien dan tingkat keparahan hipotiroidisme berdasarkan penilaian dokter. Selama terapi, pasien akan dimonitor secara teratur untuk memantau efektivitas dan keamanan terapi Secretome.
Baca Artikel Lainnya Facial dengan Secretome, Trend Baru di Klinik Estetika
Studi Klinis dan Bukti Ilmiah Terkini
Penelitian berjudul “Adipose-Derived Stem Cells Conditioned Media Promote In Vitro Osteogenic Differentiation of Hypothyroid Mesenchymal Stem Cells” bertujuan mengevaluasi efek media kondisi (secretome) dari sel punca jaringan lemak (ADMSCs-CM) terhadap kemampuan pembentukan tulang (osteogenesis) sel punca mesenkimal sumsum tulang (BM-MSCs) yang diisolasi dari tikus hipotiroid. Tikus dibuat hipotiroid dengan methimazole selama 60 hari, dikonfirmasi oleh penurunan T4 dan peningkatan TSH.
Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi hipotiroid menurunkan kemampuan osteogenik BM-MSCs. Namun, pemberian ADMSCs-CM secara signifikan meningkatkan parameter osteogenesis in vitro, termasuk proliferasi, aktivitas ALP, deposisi kalsium, dan ekspresi gen osteogenik. Temuan ini menunjukkan bahwa secretome, seperti ADMSCs-CM, berpotensi dikembangkan sebagai terapi regeneratif untuk meningkatkan kapasitas pembentukan tulang pada tingkat seluler yang terganggu akibat hipotiroidisme.
Penelitian lain yang berjudul “The therapeutic potential of stem cells‑conditioned media on histologic changes of immune checkpoints inhibitor pembrolizumab on rats thyroid gland” mengkaji efektivitas MSCs-CM (media terkondisi sel punca mesenkimal) dalam memperbaiki kerusakan tiroid akibat imunoterapi pembrolizumab. Tikus yang diberi pembrolizumab mengalami kerusakan folikel tiroid, sementara tikus yang juga diberi MSCs-CM menunjukkan perbaikan struktur jaringan, seperti kembalinya koloid dan sel folikular normal.
Penelitian dan pengembangan lebih lanjut sangat diperlukan untuk melihat efektivitas dan keamanan jangka panjang untuk penyakit yang membutuhkan terapi ini. Regenic hadir untuk Anda, memberikan informasi mengenai Secretome atau Sel Punca (Stem Cell). Konsultasikan ke Dokter Anda untuk mendapat terapi yang sesuai kebutuhan Anda.
Sumber Referensi
- Mohamed, E., Abd Allah, E., & El‑Mahroky, S. (2022). The therapeutic potential of stem cells‑conditioned media on histologic changes of immune checkpoints inhibitor pembrolizumab on rats thyroid gland. Journal of Medical Histology, 6(2), 168–183. https://doi.org/10.21608/jmh.2023.237352.1120
- Huey HJ, Teng CCJ, Kukumberg M, Rufaihah AJ. Therapeutic Implications of Stem Cell Secretome. J Stem Cell Ther Transplant. 2024; 8: 029-032. https://doi.org/10.29328/journal.jsctt.1001039
- Sanchooli T, Norouzian M, Teimouri M, Ardeshirylajimi A, Piryaei A. Adipose-Derived Stem Cells Conditioned Media Promote In Vitro Osteogenic Differentiation of Hypothyroid Mesenchymal Stem Cells.Gene Cell Tissue.2020;7(3):e102267. https://doi.org/10.5812/gct.102267
- Caccia, D., Domingues, L. Z., Miccichè, F., De Bortoli, M., Carniti, C., Mondellini, P., & Bongarzone, I. (2011). Secretome compartment is a valuable source of biomarkers for cancer-relevant pathways. Journal of Proteome Research, 10 (9), 4196–4207. [https://doi.org/10.1021/pr200344n
- da Silva, A. V., Serrenho, I., Araújo, B., Carvalho, A. M., & Baltazar, G. (2023). Secretome as a Tool to Treat Neurological Conditions: Are We Ready? International Journal of Molecular Sciences, 24(22), 16544. https://doi.org/10.3390/ijms242216544
- Hollenberg, A. N., Choi, J., Serra, M., & Kotton, D. N. (2017). Regenerative therapy for hypothyroidism: Mechanisms and possibilities. Molecular and cellular endocrinology, 445, 35–41.https://doi.org/10.1016/j.mce.2016.11.012