Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang ditandai dengan kebocoran protein dalam jumlah besar ke dalam urine disebut Proteinuria. Kondisi ini membuat kadar protein di dalam darah turun drastis sehingga menyebabkan pembengkakan di tubuh (Edema), terutama di kaki, wajah, atau perut.
Gejala utama sindrom nefrotik selain pembengkakan adalah urin berbusa, peningkatan kadar lemak dalam darah (Hiperlipidemia), serta mudah merasa lelah. Anak-anak paling sering terkena, meskipun kondisi ini juga bisa menyerang orang dewasa.
Penyebab sindrom nefrotik bisa beragam, mulai dari kerusakan sel podosit pada ginjal, penyakit sistem kekebalan, hingga faktor genetik. Podosit adalah sel penting yang berfungsi sebagai “penjaga saringan” di ginjal.
Kerusakan podosit menyebabkan ginjal kehilangan kemampuan menyaring protein secara normal. Pengobatan biasanya mengandalkan obat imunosupresan, steroid, atau kombinasi keduanya tetapi tidak selalu berhasil, khususnya pada kasus yang disebut Steroid-Resistant Nephrotic Syndrome (SRNS). Karena itu, terapi regeneratif seperti Stem Cell atau Sel Punca, kini menjadi harapan baru.
Baca Artikel Lainnya: Peran Secretome dalam Regenerasi Neuron yang Rusak
Mekanisme Stem Cell pada Sindrom Nefrotik
Stem Cell adalah sel unik yang berpotensi memperbaiki dan memperbarui jaringan tubuh, termasuk sel ginjal yang rusak. Pada sindrom nefrotik, Stem Cell berpotensi bekerja terutama dengan memperbaiki podosit yang rusak, sehingga mengurangi kebocoran protein di ginjal.
Selain memperbaiki sel, Stem Cell juga memiliki potensi menekan reaksi peradangan (anti-inflamasi) dan melindungi jaringan ginjal dari kerusakan lebih lanjut. Efek ini penting karena banyak kasus sindrom nefrotik terkait dengan proses peradangan kronis.
Penelitian pada hewan menunjukkan Stem Cell dapat membantu memulihkan struktur dan fungsi ginjal, serta mengurangi fibrosis (jaringan parut) yang memperburuk fungsi ginjal Bahkan, Stem Cell juga diteliti dapat memodulasi keseimbangan sistem imun, sehingga diharapkan dapat membantu tubuh mengurangi serangan ke sel ginjal yang sehat.
Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Sindrom Nefrotik
Dalam upaya mengatasi sindrom nefrotik, terutama yang sulit ditangani dengan obat biasa, berikut adalah jenis-jenis Stem Cell yang sedang berkembang penelitiannya:
1. Mesenchymal Stem Cells (MSCs)
MSCs adalah jenis Stem Cell dewasa yang paling banyak diteliti. Sel ini biasanya diambil dari:
- Jaringan lemak (Adipose-Derived Stem Cells/ADSCs)
- Sumsum tulang
Keunggulan MSCs adalah potensinya dalam menekan peradangan, memperbaiki sel ginjal yang rusak (terutama sel podosit), dan mengurangi jaringan parut (Fibrosis). Karena diambil dari jaringan dewasa atau tali pusat, MSCs dinilai lebih aman digunakan dan tidak menimbulkan kontroversi etis.
2. Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs)
iPSCs adalah Stem Cell hasil rekayasa dari sel dewasa (seperti sel kulit atau darah) yang diubah kembali menjadi sel yang “mirip” sel embrio. Keunggulannya, iPSCs mungkin bisa berkembang menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel ginjal.
Peneliti menggunakan iPSCs untuk membuat model “mini ginjal” atau organoid di laboratorium. Organoid ini membantu mempelajari penyakit sindrom nefrotik lebih detail dan menguji obat baru sebelum dicoba pada pasien.
3. Stem Cell dari Gigi Susu (SHEDs)
SHEDs (Stem Cells from Human Exfoliated Deciduous Teeth) diambil dari gigi susu yang tanggal secara alami. Penelitian menunjukkan SHEDs berpotensi:
- Bermigrasi ke jaringan ginjal yang rusak
- Memperbaiki sel podosit
- Mengurangi kebocoran protein (Proteinuria)
- Menekan reaksi peradangan
Manfaat Terapi Stem Cell untuk Sindrom Nefrotik
Terapi Stem Cell memberi beberapa manfaat potensial diantaranya yaitu:
- Memperbaiki sel podosit yang rusak, sehingga mengurangi proteinuria.
- Mengurangi peradangan dan fibrosis di ginjal.
- Menjaga fungsi filtrasi ginjal agar tidak semakin turun.
- Memberikan peluang pengobatan pada pasien yang tidak responsif terhadap steroid atau obat imunosupresan lainnya
Baca Artikel Lainnya: Efektivitas Stem Cell dalam Rehabilitasi Motorik Pascastroke
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Sindrom Nefrotik
Terapi Stem Cell untuk sindrom nefrotik dalam penelitian dimulai dengan proses pengambilan sel punca dari tubuh pasien sendiri atau donor, tergantung jenis Stem Cell yang digunakan. Sumbernya bisa berasal dari jaringan lemak, sumsum tulang, atau bahkan gigi susu (SHEDs). Setelah diambil, sel-sel ini diperbanyak di laboratorium untuk memastikan jumlah dan kualitasnya memadai sebelum digunakan.
Proses selanjutnya adalah pemberian sel tersebut ke pasien, biasanya melalui infus intravena. Pilihan jalur ini dipilih dengan harapan agar sel bisa langsung beredar ke ginjal yang rusak, membantu memperbaiki podosit dan menurunkan kebocoran protein.
Selain menggunakan sel hidup, beberapa penelitian juga mengembangkan terapi berbasis Secretome yaitu cairan yang berisi molekul aktif yang dihasilkan oleh Stem Cell, yang dinilai memiliki efek memperbaiki jaringan tanpa risiko pertumbuhan massa sel baru.
Prosedurnya saat ini lebih banyak dilakukan dalam konteks uji klinis. Hal ini bertujuan memastikan keamanan, menentukan dosis optimal, dan memantau efek jangka panjang sebelum terapi ini digunakan secara luas. Prosedur singkatnya yaitu:
- Pengambilan Stem Cell dari jaringan lemak, sumsum tulang, tali pusat, atau gigi susu (SHEDs).
- Perbanyakan dan pemrosesan sel di laboratorium hingga jumlahnya cukup dan aman digunakan.
- Pemberian sel melalui infus intravena agar sel dapat beredar menuju ginjal yang rusak.
- Semua prosedur dilakukan dalam uji klinis, dengan pemantauan ketat terhadap efek samping.
Studi Klinis dan Temuan Ilmiah
Salah satu contoh nyata pada manusia datang dari laporan kasus yang diterbitkan oleh Bai et al. pada tahun 2021. Dalam studi ini, peneliti melaporkan seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun yang sebelumnya sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit ginjal. Pasien ini dengan limfoma limfoblatik T, salah satu jenis kanker darah, yang menjalani Syngeneic Hematopoietic Stem Cell Transplantation.
Sekitar dua tahun setelah transplantasi, pasien ini mengalami sindrom nefrotik. Setelah dilakukan biopsi ginjal, ditemukan adanya kerusakan pada struktur penyaring ginjal (membranous nephropathy). Hal ini menyiratkan bahwa penggunaan stem cell hematopoetik masih mungkin justru menjadi pemicu sindrom nefrotik.
Sedangkan pada studi kasus oleh Zhang et al. tahun 2020, pemberian stem cell mesenkimal (MSC) pada pasien dengan sindrom nefrotik menunjukkan adanya perbaikan pada kondisi pasien. Hal ini menandakan bahwa efek stem cell bisa berbeda tergantung jenisnya, dan pemberian MSC potensial digunakan sebagai terapi sindrom nefrotik.
Selain itu, terdapat juga laporan klinis lain yang mendukung potensi terapi Stem Cell atau Sel Punca. Salah satunya adalah studi oleh Morello pada tahun 2022, yang melaporkan aplikasi klinis pertama Cord Blood Mesenchymal Stromal Cells (CB-MSCs) pada anak-anak dengan Multi-Drug Resistant Nephrotic Syndrome.
Hasilnya menunjukkan CB-MSCs aman, dapat ditoleransi dengan baik, dan menghasilkan respons klinis positif berupa penurunan proteinuria dan stabilisasi fungsi ginjal. Temuan ini memperkuat bukti bahwa Mesenchymal Stromal Cells (MSCs) dan produk turunannya, seperti secretome, memiliki potensi signifikan untuk sindrom nefrotik.
Temuan ini menunjukkan bahwa MSC lebih menjanjikan untuk terapi sindrom nefrotik. Penelitian ini juga memberi wawasan bahwa terapi Stem Cell perlu diawasi ketat oleh tim medis berpengalaman, karena efeknya bisa sangat kompleks.
Terapi regeneratif Stem Cell atau Sel Punca memberi harapan baru untuk sindrom nefrotik, khususnya pada pasien yang sulit ditangani dengan terapi konvensional. Dengan kemampuannya memperbaiki podosit, menekan peradangan, dan menjaga fungsi ginjal, terapi ini berpotensi menjadi masa depan pengobatan yang lebih efektif dan personal.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau edukasi lebih mengenai Stem Cell dan Secretome, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter serta Anda bisa hubungi tim Regenic untuk informasi lebih lanjut.
Sumber Referensi:
- Dai, Y., Tang, B., & Zhao, X. (2024). Stem Cells Derived From Human Deciduous Exfoliated Teeth Ameliorate Adriamycin-Induced Nephropathy In Rats By Modulating The Th17/Treg Balance.. Current stem cell research & therapy. https://doi.org/10.2174/011574888X336035241209065513.
- Jansen, J., Van Den Berge, B., Van Den Broek, M., Maas, R., Willemsen, B., Kuppe, C., Reimer, K., Di Giovanni, G., Mooren, F., Nlandu, Q., Mudde, H., Wetzels, R., Braanker, D., Parr, N., Nagai, J., Drenic, V., Costa, I., Steenbergen, E., Nijenhuis, T., Endlich, N., Van De Kar, N., Schneider, R., Wetzels, J., Van Der Vlag, J., Kramann, R., Schreuder, M., & Smeets, B. (2021). Human pluripotent stem cell-derived kidney organoids for personalized congenital and idiopathic nephrotic syndrome modeling. Development (Cambridge, England), 149. https://doi.org/10.1101/2021.10.27.466054.
- Bai, M., Wu, J., Miao, K., Zhu, J., & Mao, H. (2021). Nephrotic syndrome in syngeneic hematopoietic stem cell transplantation recipients: A case report. World Journal of Clinical Cases, 9, 614 - 622. https://doi.org/10.12998/wjcc.v9.i3.614.
- Morello, W., Budelli, S., Bernstein, D.A. et al. (2022). First clinical application of cord blood mesenchymal stromal cells in children with multi-drug resistant nephrotic syndrome. Stem Cell Res Ther 13, 420. https://doi.org/10.1186/s13287-022-03112-7
- Zhang, X., Peng, Y., Fan, Z., et al. (2017). Mesenchymal Stem Cells May Ameliorate Nephrotic Syndrome Post-Allogeneic Hematopoietic Stem Cell Transplantation-Case Report. Frontiers in immunology, 8, 962. https://doi.org/10.3389/fimmu.2017.00962