Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab kematian paling banyak di seluruh dunia. PJK terjadi ketika pembuluh darah koroner, yang menyuplai darah kaya oksigen ke otot jantung, mengalami penyumbatan atau penyempitan. Kondisi ini dapat memicu serangan jantung atau angina (nyeri dada).
Lantas, apa saja gejala dari penyakit jantung koroner? Gejala PJK bisa bervariasi antar individu, namun gejala khas yang sering muncul meliputi:
- Nyeri dada (Angina): Sensasi seperti tertekan, diremas, atau terbakar di dada. Nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, biasanya muncul saat beraktivitas atau stres dan mereda saat istirahat.
- Sesak napas: Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas ringan, bahkan saat beristirahat pada tahap lanjut.
- Kelelahan: Merasa sangat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
- Jantung berdebar-debar (Palpitasi): Detak jantung yang tidak teratur atau berdebar lebih cepat.
- Mual dan muntah: Terkadang disertai nyeri dada.
- Keringat dingin: Muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
Meskipun pengobatan konvensional seperti obat-obatan dan prosedur seperti pemasangan stent dan bypass koroner telah membantu banyak pasien, namun masih membutuhkan pendekatan yang lebih efektif dan minimal invasif. Saat ini, stem cell mulai dilirik sebagai pendekatan regeneratif dan minimal invasif dalam penanganan PJK.
Baca Artikel Lainnya: Potensi Sel Punca Atasi Cacat Jantung Bawaan
Terapi Stem Cell untuk Jantung Koroner
Dalam beberapa tahun terakhir, terapi stem cell muncul sebagai harapan baru dalam pengobatan penyakit jantung koroner. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan pada otot jantung akibat kekurangan aliran darah ke jantung.
Terapi stem cell merupakan pendekatan medis yang menggunakan sel induk yang memiliki potensi membantu memperbaiki kerusakan jaringan jantung. Stem cell memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh, termasuk sel jantung. Dalam konteks PJK, stemcell diharapkan dapat mendukung fungsi jantung dan memperbaiki kualitas hidup pasien dengan PJK.
Jenis StemCell yang Digunakan untuk Jantung Koroner
Beberapa jenis stem cell telah diteliti dan digunakan dalam uji klinis untuk pengobatan penyakit jantung koroner, di antaranya:
- Stemcellautologous:Stem cell yang diambil dari tubuh pasien sendiri (misalnya dari sumsum tulang atau lemak). Jenis ini memiliki kelebihan karena risiko penolakan oleh sistem imun sangat rendah.
- Stem Cell Induced Pluripotent (iPSCs): Sel dewasa yang diprogram ulang menjadi sel punca yang menyerupai embrionik, yang kemudian diarahkan untuk menjadi sel otot jantung atau pembuluh darah.
- MesenchymalStemCells (MSCs): Jenis stem cell yang ditemukan di berbagai jaringan tubuh seperti sumsum tulang, lemak, dan tali pusat. MSCs dikenal memiliki kemampuan untuk mensekresikan faktor-faktor pertumbuhan dan anti-inflamasi yang bermanfaat bagi perbaikan jaringan jantung.
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Pasien Jantung Koroner
Prosedur terapi stem cell untuk penyakit jantung koroner dapat bervariasi tergantung pada jenis stem cell yang digunakan dan kondisi pasien. Namun, secara umum prosedurnya meliputi beberapa tahap:
- Pengambilan StemCell: Jika menggunakan stem cell autologous, sel akan biasanya dari sumsum tulang (biasanya dari tulang pinggul) atau dari jaringan lemak melalui prosedur yang relatif sederhana.
- Pemrosesan StemCell: Sel yang telah diambil akan diproses di laboratorium untuk memisahkan dan memperbanyak stem cell hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan.
- Penyuntikan StemCell: Stemcell yang telah diproses kemudian akan diberikan ke pasien. Metode pemberian dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:
- Kateterisasi jantung:Stemcell disuntikkan langsung ke area jantung yang mengalami kerusakan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lengan atau kaki. Prosedur ini bersifat minimal invasif.
- Bedah jantung terbuka: Pada beberapa kasus, terutama saat pasien menjalani operasi bypass atau penggantian katup jantung, stemcell dapat disuntikkan langsung ke otot jantung saat operasi berlangsung.
- Pemantauan pasca terapi: Setelah terapi, pasien akan dipantau secara berkala untuk melihat respons terhadap terapi dan mendeteksi kemungkinan efek samping.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Terapi
Keberhasilan terapi stem cell untuk PJK dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Kualitas Sumber Stem Cell: Kualitas dan potensi regenerasi sel punca sangat penting.
- Kondisi Kesehatan Pasien: Kesehatan umum pasien, tingkat kerusakan jantung, usia, komorbiditas, dan gaya hidup berpengaruh terhadap hasil terapi.
- Waktu pemberian dan Stadium Penyakit: Terapi yang diberikan lebih awal, terutama setelah serangan jantung, umumnya menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan jika diberikan pada tahap lanjut penyakit.
Studi Klinis dan Temuan Terbaru
Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan. Salah satunya adalah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cureus oleh Ali (2025), yang meneliti penggunaan stem cell pada pasien penyakit jantung iskemik. Hasil studi menunjukkan bahwa terapi ini berpotensi meningkatkan fungsi jantung dan mengurangi luas area jaringan jantung yang rusak. Dalam studi tersebut, para peneliti mengevaluasi potensi peningkatan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF) dan penurunan ukuran infark miokard pada sebagian pasien.
Meski demikian, terapi ini masih dalam tahap pengembangan dan memerlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Konsultasi dengan dokter spesialis sangat penting untuk menentukan apakah terapi ini sesuai dengan kondisi Anda.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai terapi stem cell untuk penyakit jantung koroner, Anda bisa menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Sumber Referensi:
- Prof. Dr. dr. Puruhito, Sp.BTKV(K). (2021, 8 Desember). Perkembangan sel punca pembuluh darah sebagai terapi pasien penyakit jantung koroner. Unair News.https://news.unair.ac.id/id/2021/12/08/perkembangan-sel-punca-pembuluh-darah-sebagai-terapi-pasien-penyakit-jantung-koroner/
- Tsai, I.-T., & Sun, C.-K. (2024). Stem Cell Therapy against Ischemic Heart Disease. International Journal of Molecular Sciences, 25(7), 3778. https://doi.org/10.3390/ijms25073778
- Ali, S. A., Mahmood, Z., Mubarak, Z., Asad, M., Sarfraz Chaudhri, M. T., Bilal, L., Ashraf, T., Khalifa, T. N., Ashraf, T., Saleem, F., Masharifa Ahamed, F., & Tarar, S. (2025). Assessing the Potential Benefits of Stem Cell Therapy in Cardiac Regeneration for Patients With Ischemic Heart Disease. Cureus, 17(1), e76770. https://doi.org/10.7759/cureus.76770