Peran Terapi Stem Cell dalam Neuropati Peripheral

Neuropati perifer adalah gangguan sistem saraf tepi, yaitu jaringan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf ini berfungsi penting dalam menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan otot, kulit, dan organ tubuh lainnya.

Gejala penyakit ini menyebabkan penderita mengalami kesemutan, mati rasa, otot yang melemah, hingga nyeri secara berlebih yang mengganggu aktifitas.

Gejala dapat bersifat sensorik (rasa terbakar, kebas), motorik (kelemahan otot), atau otonom (gangguan tekanan darah, pencernaan). Hal ini biasanya muncul bertahap dan memburuk jika tidak ditangani dengan tepat.

Penyebab neuropati perifer bervariasi, meliputi diabetes (penyebab paling umum), cedera saraf, infeksi, efek samping kemoterapi, kekurangan vitamin, hingga penyakit autoimun. Di banyak kasus, neuropati bersifat kronis dan sulit disembuhkan total dengan obat konvensional.

Karena terapi yang ada hanya menekan gejala tanpa memperbaiki kerusakan saraf, terapi regeneratif yang menjadi pendekatan baru, yaitu terapi seperti stem cell sebagai terapi berpotensi dan solusi jangka panjang yang lebih menjanjikan.

Baca Artikel Lainnya: Stem Cell untuk Penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

Mekanisme Stem Cell dalam Neuropati Perifer

Stem cell memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk neuron dan sel pendukung saraf seperti sel schwann. Kemampuan ini menjadikan stem cell sebagai kandidat potensial dalam terapi neuropati perifer. Terapi stem cell bekerja melalui beberapa mekanisme utama

 Pertama, stem cell dapat berkontribusi dalam regenerasi akson dan mielin yang rusak, sehingga memperbaiki struktur dan fungsi saraf yang terganggu.

Kedua, stem cell memiliki kemampuan untuk memodulasi sistem imun, yang membantu mengurangi peradangan kronis pada jaringan saraf yang merupakan salah satu penyebab kerusakan saraf lebih lanjut.

Ketiga, terapi ini juga dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan saraf melalui proses angiogenesis, yang membantu memperbaiki suplai oksigen dan nutrisi ke daerah yang terkena. Dengan berbagai mekanisme ini, terapi stem cell menunjukkan potensi besar dalam mengatasi kerusakan saraf akibat neuropati perifer.

Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Neuropati Perifer

Beberapa jenis stem cell yang umum digunakan antara lain:

  1. Mesenchymal Stem Cells (MSCs): Berasal dari sumsum tulang, jaringan lemak, atau tali pusat; terkenal karena efek imunomodulator dan regeneratif.
  2. Adipose-Derived Stem Cells (ADSCs): Mudah diambil dari jaringan lemak, efektif untuk regenerasi saraf dan perbaikan mikrosirkulasi.
  3. Dental Pulp Stem Cells (DPSCs): Memiliki efek terapeutik kuat dalam model neuropati diabetik.
  4. Stem Cell-Derived Exosomes: Memberikan efek terapeutik serupa tanpa perlu transplantasi sel utuh.

Baca Artikel Lainnya: Secretome sebagai Alternatif Terapi Non-Seluler untuk Penyakit Saraf

Manfaat Terapi Stem Cell untuk Pasien Neuropati Perifer

Terapi stem cell menawarkan berbagai manfaat bagi pasien neuropati perifer. Terapi ini dapat membantu mengurangi nyeri neuropatik kronis dan rasa kesemutan, yang sering kali menjadi keluhan utama pasien. Selain itu, terapi ini mampu memperbaiki kecepatan konduksi saraf dan respons sensorik, sehingga fungsi saraf menjadi lebih optimal.

Terapi stem cell juga berpotensi menunda atau mencegah perkembangan kecacatan progresif, terutama pada pasien dengan diabetes yang rentan mengalami kerusakan saraf yang semakin memburuk.

Keunggulan lain dari terapi ini adalah berpotensi minim efek samping dibandingkan dengan penggunaan obat farmakologis jangka panjang, sehingga memberikan pilihan pengobatan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi pasien neuropati perifer.

Prosedur Terapi Stem Cell untuk Neuropati Perifer

Prosedur terapi stem cell untuk neuropati perifer umumnya dilakukan dengan:

  • Stem cell diambil dari sumber yang sesuai, seperti sumsum tulang atau jaringan lemak. Kemudian, stem cell diproses dan ditanamkan ke dalam tubuh pasien, biasanya melalui injeksi intravena atau injeksi lokal ke area yang terkena. Terapi juga dapat dikombinasikan dengan pengobatan konvensional seperti pregabalin untuk hasil optimal.
  • Setelah itu, pasien akan menjalani masa pemulihan dan pemantauan untuk mengevaluasi efektivitas terapi dan mendeteksi kemungkinan efek samping. 

Efek samping umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti demam atau nyeri lokal.

Baca Artikel Lainnya: Pengaruh Stem Cell terhadap Penyakit Skizofrenia

Hasil Klinis dan Studi Pendukung

Penelitian yang dilakukan oleh Alizadeh (2024) melakukan tinjauan sistematik dan meta-analisis terhadap 29 studi hewan dengan neuropati diabetik. Penelitian ini menilai efektivitas terapi sel punca untuk mengobati neuropati perifer diabetik (DPN).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi sel punca secara signifikan memperbaiki kecepatan hantaran saraf, CMAP (compound muscle action potential), dan aliran darah pada saraf sciatic. Selain itu juga terjadinya penurunan nyeri dan peradangan, serta meningkatkan regenerasi saraf dan kadar faktor pertumbuhan.

Sel punca dari pulpa gigi menunjukkan efek terbaik secara menyeluruh, sementara sel mononuklear dari sumsum tulang menunjukkan respons biokimia yang kuat.

Penelitian lain yang berjudul Efficacy and safety of autologous marrow stem cell transplantation in patients with diabetic peripheral neuropathy menunjukkan bahwa 84% pasien yang menerima transplantasi stem cell sumsum tulang mengalami perbaikan gejala neuropati dibandingkan 43% pada kelompok kontrol.

Terapi stem cell menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi neuropati perifer melalui regenerasi saraf dan modulasi imun. Berbagai jenis stem cell telah menunjukkan hasil menjanjikan dalam studi praklinis dan klinis.

Dengan pengembangan teknik pemberian yang lebih baik dan pengawasan ketat, terapi ini berpotensi menjadi terapi standar di masa depan untuk penderita neuropati kronis. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut mengenai terapi stem cell dan secretome, Regenic hadir untuk Anda dengan memberikan informasi lebih lanjut.

Sumber Referensi:

  • Alizadeh, S. D., Tabatabaei, M. S. H. Z., et al. (2024). The safety and efficacy of stem cell therapy for diabetic peripheral neuropathy in animal studies: A systematic review and meta-analysis. Neuroscience, 566, 49–59. https://doi.org/10.1016/j.neuroscience.2024.12.035
  • Sharma, S., & Rangarajan, R. V. (2024). *Role of regenerative therapeutics in diabetic peripheral neuropathy. European Journal of Medical and Health Sciences. https://doi.org/10.24018/ejmed.2024.6.2.2030
  • Yerofeyeva, A.V., & Molchanova, A.Y. (2022). Impact of adipose-derived allogeneic mesenchymal stem cell transplantation on nociceptive reactions and gait parameters in rats with experimental peripheral neuropathy. Proceedings of the National Academy of Sciences of Belarus, Medical series.https://doi.org/10.29235/1814-6023-2022-19-4-404-412
  • Shi, X., Zheng, Y., Li, R., & Liu, D.-Y. (2016). Efficacy and safety of autologous marrow stem cell transplantation in patients with diabetic peripheral neuropathy. The Lancet Diabetes & Endocrinology, 4. https://doi.org/10.1016/S2213-8587(16)30379-5
  • Xie, J., Rao, N., Zhai, Y., et al. (2019). Therapeutic effects of stem cells from human exfoliated deciduous teeth on diabetic peripheral neuropathy. Diabetology & Metabolic Syndrome, 11. https://doi.org/10.1186/s13098-019-0433-y
  • Al-Massri, K. F., Ahmed, L., & El-Abhar, H. (2019). MSC therapy enhances pregabalin efficacy in paclitaxel-induced neuropathy. Behavioural Brain Research, 360, 303–311. https://doi.org/10.1016/j.bbr.2018.12.013

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.