Depresi merupakan gangguan suasana hati seperti sedih yang berkepanjangan, memiliki kehilangan minat terhadap hal yang disukai, dan memiliki gangguan fisik serta mental. Sehingga kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas di dunia.
Gejala depresi yang sering terjadi yaitu kelelahan, sulit tidur, hingga tidur secara berlebihan, susah berkonsentrasi, nafsu makan menurun, dan dalam beberapa kasus depresi menyebabkan pikiran untuk bunuh diri. Untuk mendiagnosis depresi harus dilakukan oleh orang yang profesional dengan melalui wawancara.
Penyebab terjadinya depresi yaitu sangat beragam mulai dari faktor keturunan, ketidakseimbangan zat kimia pada otak, hingga tekanan psikologis serta lingkungan sekitar. Penelitian juga menyatakan bahwa gangguan sistem imun dan terjadinya peradangan di dalam tubuh juga dapat memperburuk kondisi otak dan memperkuat gejala.
Maka dari itu terapi secretome diharapkan membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan zat kimia otak. Sehingga secretome kini menjadi pendekatan alternatif yang bisa dikembangkan untuk mengatasi kondisi depresi.
Baca Artikel Lainnya: Bisakah Stem Cell Menjadi Solusi untuk Depresi Kronis?
Apa Itu Secretome dan Perannya dalam Terapi Depresi
Secretome merupakan zat bioaktif yang dikeluarkan oleh sel yang bernama sel punca. Secretome sendiri memiliki potensi untuk melindungi sel saraf dan mengurangi terjadinya peradangan, yang pada beberapa kasus mungkin membantu untuk menangani gangguan depresi.
Dalam pengobatan, secretome berpotensi menciptakan lingkungan di otak yang lebih sehat dan mendukung terjadinya pemulihan. Secretome juga berpotensi membantu mengembalikan zat kimia di otak seperti serotonin dan dopamin yang berperan penting dalam menjaga suasana hati.
Bagaimana Secretome Memodulasi Neurotransmiter pada Penderita Depresi
Secretome berpotensi membantu memodulasi neurotransmiter pada penderita depresi secara tidak langsung melalui beberapa mekanisme. Pertama, secretome menekan neuroinflamasi, yaitu peradangan di otak yang dapat menurunkan kadar serotonin. Kedua, secretome mengandung faktor neurotropik seperti BDNF yang mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel saraf, termasuk jalur serotonin. Dengan cara ini, secretome diharapkan membantu memulihkan keseimbangan neurotransmiter yang terganggu pada depresi.
Manfaat Secretome dalam Pengobatan Depresi
Secretome memiliki beberapa potensi penting dalam membantu kondisi depresi. Potensi manfaat yang pertama yaitu secretome mungkin membantu memulihkan keseimbangan zat kimia di otak seperti serotonin, dopamin, dan glutamat yang memiliki peran besar dalam mengatur suasana hati.
Kemudian secretome juga memiliki efek antiinflamasi yang diharapkan dapat melindungi sel saraf dengan cara menekan zat pemicu peradangan. Studi pada hewan juga memiliki hasil bahwa secretome mungkin memperbaiki struktur dan fungsi hippocampus pada bagian otak yang terlibat dalam emosi dan memori.
Prosedur Penggunaan Secretome dalam Terapi Depresi
Pemberian secretome dalam terapi masih dalam tahap penelitian, namun ada dua cara yang dapat dilakukan seperti melalui hidung dan suntikkan. Prosedur dari hidung dapat masuk langsung ke dalam otak tanpa harus melewati penghalang darah otak.
Kemudian cara dengan suntikkan akan memberikan efek menyeluruh ke seluruh tubuh dan diharapkan mengurangi peradangan yang memengaruhi otak secara tidak langsung.
Penelitian dan Bukti Klinis
Penelitian memiliki hasil bahwa sistem imun dan zat kimia saling memengaruhi depresi. Studi yang dilakukan Branchi menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh menjadi target baru dalam mengembangkan depresi berbasis dengan pengaturan imun.
Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Silva memiliki hasil bahwa secretome dinilai dapat mengurangi terjadinya peradangan pada saraf dan memperbaiki gangguan neurotransmisi di berbagai penyakit. Hal ini memiliki kemungkinan memberikan manfaat pada kondisi depresi.
Secretome menunjukkan potensi besar dalam terapi saraf melalui mekanisme yang unik, yakni modulasi neurotransmiter dan imunitas secara bersamaan. Meskipun sebagian besar bukti masih berasal dari studi hewan, hasil awal sangat menjanjikan untuk pengembangan terapi berbasis secretome di masa depan.
Untuk info lebih lanjut mengenai terapi secretome dalam memodulasi neurotransmiter pada penderita depresi, Anda bisa konsultasi dengan dokter serta mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic. Hubungi kami sekarang.
Sumber Referensi:
- Branchi, I., Poggini, S., Capuron, L., Benedetti, F., Poletti, S., Tamouza, R., Drexhage, H., Penninx, B., & Pariante, C. (2021).Brain-immune crosstalk in the treatment of major depressive disorder. European Neuropsychopharmacology, 45, 89–107.https://doi.org/10.1016/j.euroneuro.2020.11.016
- Wu, A., & Zhang, J. (2023). Neuroinflammation, memory, and depression: New approaches to hippocampal neurogenesis. Journal of Neuroinflammation, 20(1), Article 112. https://doi.org/10.1186/s12974-023-02964-x
- Silva, A. V. da, Serrenho, I., Araújo, B., Carvalho, A. M., & Baltazar, G. (2023).Secretome as a Tool to Treat Neurological Conditions: Are We Ready?. International Journal of Molecular Sciences, 24(22), 16544.https://doi.org/10.3390/ijms242216544