Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan memproses informasi sensorik. Kondisi ini biasanya dikenali sejak usia dini dan memengaruhi kualitas hidup anak serta keluarganya.
Gejala autisme bervariasi, namun umumnya meliputi keterlambatan bicara, kesulitan membangun kontak mata, sensitivitas sensorik, serta ketertarikan yang kuat terhadap rutinitas. Karena keberagaman tingkat keparahannya dari ringan hingga berat, kondisi ini disebut sebagai spektrum.
Penyebab pasti autisme masih diteliti dan belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga melibatkan faktor genetik dan lingkungan, termasuk infeksi saat kehamilan, paparan zat kimia tertentu, serta gangguan perkembangan otak sejak dalam kandungan.
Pendekatan terapi untuk autisme saat ini berfokus pada terapi perilaku, okupasi, wicara, dan dalam beberapa kasus, obat-obatan. Namun, terapi ini lebih bersifat suportif dan tidak langsung memperbaiki kerusakan saraf yang terjadi. Oleh karena itu, terapi berbasis regeneratif seperti Secretome dari stem cell (sel punca) mulai diteliti karena potensi biologisnya dalam mendukung pemulihan fungsi sistem saraf pada anak dengan ASD.
Apa Itu Secretome dan Perannya dalam Terapi Autisme
Secretome adalah kumpulan molekul bioaktif seperti protein, sitokin, faktor pertumbuhan, RNA, dan vesikel ekstraseluler seperti eksosom yang dilepaskan sel ke lingkungan sekitar. Khususnya, Secretome dari sel punca mesenkimal (MSC) dan makrofag M2 pada penelitian menunjukkan aktivitas neuroprotektif, anti-inflamasi, dan neuroregeneratif.
Dalam konteks terapi autisme, Secretome dinilai dapat diberikan secara intranasal atau intramuskular. Secretome makrofag M2 berpotensi membantu peningkatan bahasa, motorik, dan penurunan gejala autis. Terapi ini sedang diteliti untuk menjangkau otak melalui rute intranasal, melewati penghalang darah otak, dan mengaktifkan proses regeneratif serta regulasi imun lokal tanpa risiko bercampurnya sel asing.
Baca Artikel Lainnya Mengatasi Spinal Muscular Atrophy (SMA) dengan Terapi Stem Cell
Mekanisme Secretome dalam Meningkatkan Perkembangan Saraf pada Anak Autis
Studi menunjukkan bahwa komponen secretome, terutama dalam bentuk vesikel kecil seperti eksosom, memiliki kemampuan potensial untuk melewati penghalang darah otak. Rute pemberian intranasal khususnya menjadi fokus penelitian karena dinilai dapat lebih mudah mencapai langsung ke jaringan otak. Dalam penelitian, eksosom menurunkan inflamasi dengan menginduksi positivitas makrofag dan mikroglia ke fenotipe M2 yang anti-inflamasi, mengurangi produksi IL‑1β, TNF‑α, dan merangsang IL‑10 dan TGF‑β.
Faktor neurotropik seperti BDNF dan IGF-1 dalam Secretome diteliti dapat memfasilitasi neurogenesis dan sinaptogenesis. Beberapa studi menunjukkan bahwa eksosom MSC meningkatkan neurogenesis di hippocampus dan memicu pertumbuhan akson melalui jalur ERK dan PI3K‑Akt. Secara keseluruhan, Secretome berpotensi bekerja melalui tiga mekanisme utama: modulasi imun, dukungan pertumbuhan saraf, serta aktivasi proses neuroplastisitas.
Manfaat Secretome untuk Perkembangan Saraf Anak Autis
Secretome menjadi area penelitian yang menjanjikan untuk anak autis. Salah satu keunggulan adalah potensinya dalam memengaruhi fungsi otak dengan risiko reaksi imun yang mungkin lebih rendah karena tidak mengandung sel utuh. Terapi ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan perhatian, fungsi kognitif, dan kemampuan sosial anak autis melalui perbaikan jalur sinaptik dan komunikasi antar neuron.
Secretome juga relatif mudah disimpan dan diadministrasikan dibandingkan transplantasi sel punca, menjadikannya opsi yang lebih aman dan praktis untuk anak-anak. Selain itu, potensi kombinasi Secretome dengan terapi lain (seperti perilaku atau nutrisi) memberikan harapan untuk pendekatan multidisiplin yang lebih komprehensif.
Prosedur Secretome dalam Terapi Autisme
Prosedur terapi Secretome yang sedang berkembang dalam penelitian melibatkan pengambilan stem cell dari sumber yang tepat, seperti lemak tubuh atau sumsum tulang. Stem cell kemudian diproses untuk menghasilkan Secretome, yang kemudian diberikan kepada pasien melalui injeksi intravena berdasarkan penilaian dokter mengenai kondisi pasien. Proses ini dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan dilakukan dalam lingkungan medis yang aman.
Baca Artikel Lainnya Stem Cell untuk Penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
Penelitian dan Bukti Klinis
Penelitian yang berjudul “Stem Cell-Derived Exosomes in Autism Spectrum Disorder” menggunakan model tikus dan menunjukkan hasil bahwa zat aktif yang disekresikan oleh sel, termasuk eksosom dan protein terlarut seperti sitokin, faktor pertumbuhan, dan molekul imunomodulator, berpotensi memperbaiki perilaku autistik, seperti meningkatkan interaksi sosial, mengurangi perilaku repetitif, dan mendukung kemampuan komunikasi, terutama pada model hewan. Efek ini dinilai dapat dicapai melalui modulasi peradangan, perlindungan sel saraf, dan stimulasi regenerasi otak.
Secretome bekerja tanpa perlu transplantasi sel, sehingga dinilai lebih aman dan praktis. Temuan ini menjadikannya pendekatan terapi non-invasif yang menjanjikan untuk ASD, meski masih memerlukan uji klinis lanjutan. Terapi Secretome, misalnya dari MSC, menawarkan pendekatan non-seluler yang menjanjikan untuk ASD, dengan bukti klinis awal yang menunjukkan perbaikan bahasa, keterampilan motorik, dan fungsi sosial, sambil mereduksi inflamasi saraf. Mekanismenya meliputi modulasi imunitas, neuroproteksi, dan neuroplastisitas.
Penelitian lebih lanjut dan uji klinis berstandar tinggi masih sangat diperlukan. Standarisasi produksi, dosis, rute administrasi, serta pemantauan jangka panjang juga merupakan prioritas riset berikutnya. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar terapi sel (Stem Cell dan Secretome), Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter dan menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.
Sumber Referensi
- Darwish, M., El Hajj, R., Khayat, L., & Alaaeddine, N. (2024). Stem cell secretions as a potential therapeutic agent for autism spectrum disorder: A narrative review. Stem Cell Reviews and Reports.https://doi.org/10.1007/s12015-024-10724-4
- Du, C., Ou, H., & Lu, J. (2023). Isolation of the brain Secretome from ex vivo brain slice cultures. Journal of Visualized Experiments, 193. https://doi.org/10.3791/65205
- Alessio, N., Brigida, A. L., Peluso, G., Antonucci, N., Galderisi, U., & Siniscalco, D. (2020). Stem Cell-Derived Exosomes in Autism Spectrum Disorder. International journal of environmental research and public health, 17(3), 944.https://doi.org/10.3390/ijerph17030944
- Perets, N., Hertz, S., London, M., & Offen, D. (2018). Intranasal administration of exosomes derived from mesenchymal stem cells ameliorates autistic-like behaviors of BTBR mice. Molecular autism, 9, 57.https://doi.org/10.1186/s13229-018-0240-6