Infeksi telinga merupakan kondisi peradangan yang bisa terjadi di bagian telinga luar, tengah, maupun dalam. Kondisi ini paling sering menyerang telinga bagian luar dan tengah, termasuk gendang telinga. Infeksi ini biasanya dialami oleh anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga dapat mengalaminya.
Infeksi yang terjadi pada telinga luar umumnya disebabkan oleh kelembapan secara berlebihan sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Sedangkan infeksi telinga tengah sering kali terjadi karena seseorang mengalami flu dan batuk. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga, yang kemudian memicu infeksi.
Gejala infeksi telinga bisa meliputi rasa nyeri, gangguan pendengaran, hingga keluarnya cairan dari telinga dan hal ini menyebabkan kerusakan, seperti pecahnya gendang telinga hingga infeksi tulang telinga. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menimbulkan komplikasi, seperti pecahnya gendang telinga atau bahkan infeksi pada tulang telinga.
Penanganan infeksi telinga umumnya mencakup pemberian antibiotik, atau dalam kasus tertentu, dilakukannya tindakan pembedahan. Namun, hal ini belum tentu mampu sepenuhnya memperbaiki kerusakan pada jaringan telinga secara menyeluruh.
Maka dari itu, penelitian di bidang terapi regeneratif, termasuk penggunaan secretome, sedang dikembangkan. Terapi ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan jaringan yang rusak akibat adanya infeksi.
Baca Artikel Lainnya: Terapi Secretome pada Penyakit Kronis, Bagaimana Cara Kerjanya
Mekanisme Kerja Secretome dalam Mengatasi Infeksi Saluran Telinga
Secretome merupakan zat aktif yang berasal dari stem cell, seperti sitokin, faktor pertumbuhan, eksosom, dan mikro RNA. Zat ini memiliki manfaat utama dalam mengatasi infeksi saluran telinga diantaranya:
- Secretome dapat meredakan peradangan dengan menghambat zat yang menjadi penyebab radang seperti IL-1β, TNF-α, dan IL-6 yang biasanya ada pada otitis media.
- Eksosom yang ada di dalam secretome dapat membantu mempercepat penyembuhan peradangan dengan cara mengatur kerja sel imun seperti makrofag dan neutrofil.
- Selain itu secretome juga dapat membantu memperbaiki jaringan saluran telinga yang rusak dengan merangsang proses penyembuhan secara alami dan mengurangi stres oksidatif pada area yang terinfeksi.
Manfaat Terapi Secretome untuk Infeksi Saluran Telinga
Secretome memiliki beberapa keunggulan dalam mengobati infeksi telinga. Kemampuannya yaitu dapat mengurangi peradangan tanpa terjadinya resistensi seperti penggunaan antibiotik.
Secretome juga mampu mempercepat pemulihan jaringan epitel yang rusak akibat adanya infeksi kronis secara berulang. Efek imunomodulasi biasanya bersifat selektif sehingga mampu mengatur respons imun tanpa mengganggu keseimbangan mikrobiota secara alami di dalam telinga.
Maka dari itu secretome sangat cocok digunakan sebagai terapi tambahan pada kasus otitis media sekretorik yang memiliki sifat kronis.
Baca Artikel Lainnya: Secretome untuk Pemulihan Stroke, Apakah Efektif?
Prosedur Terapi Secretome untuk Infeksi Saluran Telinga
Secretome berasal dari hasil kultur Mesenchymal Stem Cell, yang mengandung protein, enzim, serta senyawa antiinflamasi dan pertumbuhan sel, yang kemudian dikemas dengan menggunakan sistem penghantaran seperti berbasis nanopartikel yang mengandung selenium. Teknologi ini memungkinkan zat aktif dalam secretome untuk mencapai jaringan telinga tengah dengan lebih efektif dan tepat sasaran.
Pemberian secretome dapat dilakukan melalui beberapa cara, tergantung pada letak dan tingkat keparahan infeksi. Pada kasus ringan, secretome bisa diberikan dalam bentuk tetes telinga. Sementara pada kasus yang lebih kompleks, terapi dapat diberikan melalui injeksi langsung ke area telinga yang terinfeksi. Sebelum menentukan metode terbaik, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan diagnosis dan pendekatan terapi yang paling sesuai.
Penelitian dan Bukti Klinis
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Yang berhasil mengembangkan nanopartikel bernama AST@dSe-AFT, yang mengandung zat antioksidan berbasis selenium. Nanopartikel terbukti efektif dalam mengurangi peradangan dan membantu memperbaiki jaringan telinga tengah pada hewan percobaan.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan Skovbjerg menunjukkan bahwa cairan telinga pada anak dengan otitis media sekretorik memiliki kadar tinggi sitokin pro-inflamasi, seperti IL-1β, IL-17, dan TNF-α. Dengan temuan tersebut maka hal ini mendukung potensi penggunaan secretome, yang diketahui memiliki kemampuan menekan aktivitas sitokin tersebut, sehingga dapat membantu mengurangi peradangan secara alami dan mendukung pemulihan jaringan.
Secretome menunjukkan potensi besar sebagai terapi alternatif dan regeneratif dalam penanganan infeksi saluran telinga, khususnya otitis media sekretorik. Dengan mekanisme antiinflamasi dan regeneratif, serta tanpa risiko resistensi antibiotik, secretome menjadi salah satu opsi masa depan dalam otologi klinis. Meskipun hasil awal menunjukkan potensi yang menjanjikan, terapi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang.
Untuk informasi dan edukasi lebih lanjut mengenai terapi secretome dalam mengatasi infeksi saluran telinga, Anda bisa menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.
Sumber Referensi:
- Skovbjerg, S., Roos, K., Andersson, M., Rabe, H., Nilsson, S., Lindh, M., & Wold, A. (2020). Inflammatory mediator profiles in secretory otitis media in relationship to viable bacterial pathogens and bacterial and viral nucleic acids. Journal of Interferon & Cytokine Research, 40(12), 555–569. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33337936/
- Yang, S., Wu, Y., Cheng, X., Zhang, L. W., Yu, Y., Wang, Y., & Wang, Y. (2023). Harnessing astaxanthin-loaded diselenium cross-linked apotransferrin nanoparticles for the treatment of secretory otitis media. Journal of Controlled Release. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38007194/
- Val, S., Jeong, S., Poley, M., & Krueger, A. (2016). MP5: Stable isotope labeled by amino acid in culture (SILAC) strategy to analyze human middle ear epithelial cells (HMEEC) secretome in response to NTHi lysates: Evidence of the implication of exosomes in otitis media. Children's National Medical Center. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/302920924
- Val, S., Jeong, S., Poley, M., Krueger, A., Nino, G., Brown, K., & Preciado, D. (2017). Purification and characterization of microRNAs within middle ear fluid exosomes: Implication in otitis media pathophysiology. Pediatric Research, 81(6), 911–918.https://www.nature.com/articles/pr201725
- Val, S., Krueger, A., Poley, M., Cohen, A., Brown, K., Panigrahi, A., & Preciado, D. (2018). Nontypeable Haemophilus influenzae lysates increase heterogeneous nuclear ribonucleoprotein secretion and exosome release in human middle-ear epithelial cells. The FASEB Journal, 32(4), 1855–1867.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29191962/