Amandel merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang terletak di bagian tenggorokan. Organ ini memiliki fungsi sebagai pertahanan pertama dalam membantu melawan kuman, virus, dan bakteri yang masuk lewat mulut atau hidung. Amandel memiliki jaringan limfoid yang kaya akan sel kekebalan, seperti limfosit B dan T, yang berperan penting dalam melawan infeksi.
Amandel biasanya paling aktif saat masa kanak-kanak, saat tubuh sedang belajar mengenali dan membentuk respons terhadap berbagai mikroorganisme. Namun, karena letaknya berada di jalur utama masuknya patogen, amandel juga rentan mengalami infeksi. Infeksi berulang pada amandel dapat menyebabkan peradangan kronis atau yang dikenal sebagai tonsilitis.
Jika radang amandel terjadi secara berulang atau berkepanjangan, amandel dapat mengalami pembesaran permanen. Kondisi ini dapat membentuk kantung nanah (abses peritonsil), yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Dalam tahap ini, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi untuk mencegah komplikasi.
Namun, seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran, saat ini para ilmuwan sedang mengembangkan terapi regeneratif sebagai terapi alternatif non bedah. Salah satunya adalah menggunakan stem cell dan secretome, yaitu kumpulan molekul bioaktif yang dihasilkan oleh stem cell. Secretome mengandung berbagai faktor pertumbuhan, protein, dan senyawa antiinflamasi yang dapat membantu memperbaiki jaringan yang rusak akibat peradangan kronis.
Baca Artikel Lainnya: Secretome vs PRP, Mana yang Lebih Ampuh untuk Kecantikan?
Mekanisme Kerja Stem Cell dan Secretome untuk Amandel
Stem cell dari jaringan amandel memiliki potensi khusus yang mampu berkembang biak dengan cepat dan membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Sel ini kemudian menghasilkan secretome yang merupakan kumpulan zat bioaktif seperti faktor pertumbuhan, protein penyembuh, dan senyawa antiinflamasi yang mendukung proses regenerasi jaringan.
- T-MSCs bekerja dengan cara mengirim sinyal ke jaringan sekitar yang mengalami kerusakan akibat peradangan, dan berubah menjadi sel yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan amandel.
- Secretome dari T-MSCs dapat meningkatkan pertumbuhan sel sehat, seperti keratinosit, yang penting dalam proses perbaikan jaringan epitel. Selain itu, secretome juga dapat mempercepat penyembuhan luka dan meredakan peradangan yang terjadi pada amandel yang sering mengalami infeksi.
Manfaat Terapi Regeneratif untuk Amandel
Terapi regeneratif menggunakan stem cell dan secretome memiliki beberapa manfaat potensial, yaitu dapat memperbaiki jaringan amandel yang rusak karena adanya infeksi secara berulang tanpa harus melakukan operasi, serta mengurangi peradangan dan kekambuhan radang amandel karena adanya zat antiinflamasi yang dilepaskan oleh secretome.
Manfaat berikutnya yaitu dapat menjaga fungsi kekebalan tubuh lokal karena struktur amandel tetap dipertahankan. Terapi ini juga berpeluang sebagai opsi yang lebih nyaman dan minim risiko dibandingkan dengan pengangkatan amandel.
Baca Artikel Lainnya: Secretome untuk Pemulihan Stroke, Apakah Efektif?
Prosedur Terapi
Prosedur terapi yang dilakukan yaitu:
- Pengambilan stem cell dari jaringan amandel yang sehat.
- Sel kemudian di kultur di laboratorium hingga mengeluarkan secretome.Cairan ini dikumpulkan dan dimurnikan untuk digunakan dalam terapi.
- Secretome diaplikasikan ke jaringan amandel yang meradang. Metode pemberian dapat dilakukan dengan beberapa bentuk seperti semprotan, gel, atau nanopartikel. Namun metode ini masih dalam tahap perkembangan.
- Setelah prosedur selesai dilakukan, pasien akan dipantau untuk melihat respon tubuh terhadap terapi, khususnya dalam hal penurunan peradangan dan pemulihan jaringan amandel.
Penelitian dan Bukti Ilmiah
Penelitian yang dilakukan oleh Oh menunjukkan bahwa stem cell yang berasal dari jaringan amandel tetap aktif dan mampu berkembang dengan baik di laboratorium, menjadikannya salah satu alternatif yang sesuai untuk terapi regeneratif.
Penelitian lainnya dilakukan oleh Yüce menyebutkan bahwa eksosom, yaitu komponen dalam secretome, dapat mempercepat penyembuhan jaringan dan membantu pertumbuhan sel baru, terutama pada kondisi peradangan ringan hingga sedang.
Temuan dari Foo mengungkapkan bahwa secretome dapat menggantikan sebagian fungsi sel secara langsung. Hal ini membuka kemungkinan terapi penyembuhan berbagai organ, termasuk jaringan amandel, tanpa melakukan operasi.
Terapi regeneratif menggunakan stem cell dan secretome dari jaringan amandel membuka peluang baru dalam penanganan tonsilitis kronis dan pemulihan jaringan amandel. Pendekatan ini menawarkan solusi non-invasif yang mendukung penyembuhan dan berpotensi membantu menjaga fungsi kekebalan tubuh lokal. Namun, penting untuk dipahami bahwa terapi ini masih berada dalam tahap penelitian lebih lanjut, sehingga efektivitas dan keamanannya belum sepenuhnya terbukti secara luas untuk penggunaan klinis rutin.
Dengan kemajuan teknologi dan bukti ilmiah yang terus berkembang, terapi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih efektif dan nyaman bagi pasien dengan tonsilitis kronis di masa mendatang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai terapi stem cell untuk pemulihan amandel, Anda dapat mengakses layanan edukatif dari Regenic.
Sumber Referensi:
- Oh, M. S., Hong, H., Lee, O., Yi, S. H., Park, H. S., Lee, J.-J., Park, C. H., & Im, S.-W. (2024). Transcriptomic changes in human tonsil-derived mesenchymal stem cells across culture passages. Genes, 15. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11675251/
- Yüce, M., Şişli, İ., Çiftcioğlu, E., Albayrak, E., Kırbaş, O. K., Taşlı, P. N., Özdemir, D., & Şahin, F. (2024). Tonsil mesenchymal stem cells-derived exosomes differentially affect cell proliferation depending on different temperature conditions. The European Research Journal. https://www.researchgate.net/publication/383411978_Tonsil_mesenchymal_stem_cells-derived_exosomes_differentially_effect_the_cell_proliferation_depending_on_different_temperature_conditions
- Foo, J., Looi, Q. H., Chong, P., Hassan, N. H., Yeo, G. E. C., Ng, C. Y., Koh, B., How, C. W., Lee, S., & Law, J. (2021). Comparing the therapeutic potential of stem cells and their secretory products in regenerative medicine. Stem Cells International, 2021. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34422061/