Secretome Mengurangi Otitis Media (Peradangan Telinga Tengah)

Otitis media merupakan peradangan yang terjadi pada telinga tengah dan cukup sering dialami, terutama pada anak-anak. Kondisi ini bisa bersifat akut atau kronis, dengan gejala seperti nyeri telinga, demam, penurunan pendengaran, bahkan keluar cairan dari telinga. 

Sedangkan penyebab pada kondisi ini biasanya dikarenakan adanya infeksi bakteri atau virus yang menjalar dari saluran pernapasan atas melalui tuba eustachius. Beberapa faktor risiko termasuk alergi, infeksi saluran pernapasan atas, paparan asap rokok, dan imunodefisiensi.

Otitis media dengan efusi (OME) atau "secretory otitis media" adalah bentuk non-supuratif dari penyakit ini, di mana cairan menumpuk di belakang membran timpani tanpa disertai tanda infeksi akut, seperti demam atau nyeri hebat.

Saat ini, pendekatan terapi yang lebih bersifat regeneratif, seperti secretome, mulai dieksplorasi sebagai terapi yang lebih biologis dan minim invasif, terutama untuk kasus-kasus tertentu yang sulit ditangani dengan pendekatan konvensional.

Baca Artikel Lainnya: Bagaimana Stem Cell Berperan dalam Penyembuhan Luka Kronis?

Mekanisme Kerja Secretome dalam Mengatasi Otitis Media

Secretome adalah kumpulan faktor bioaktif (termasuk eksosom, sitokin, dan faktor pertumbuhan) yang disekresikan oleh sel. Dalam konteks otitis media, secretome bekerja dengan menekan inflamasi kronis melalui pelepasan molekul antiinflamasi seperti IL-10 dan TGF-β, serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen dengan efek imunomodulasi.

Selain itu, secretome pun dapat membantu proses regenerasi, termasuk mukosa tuba eustachius dan telinga tengah. Dengan memperbaiki fungsi lapisan epitel dan sistem drainse, penumpukan cairan di telinga dapat dikurangi secara bertahap.

Manfaat Terapi Secretome pada Otitis Media

  • Efek antiinflamasi kuat yang membantu mengurangi edema mukosa, sehingga ventilasi telinga tengah menjadi lebih optimal.
  • Memperbaiki imunitas lokal dan mencegah infeksi berulang.
  • Alternatif non-invasif terhadap pembedahan seperti adenoidektomi atau pemasangan ventilasi (grommet).
  • Regenerasi jaringan tanpa perlu transplantasi sel, sehingga aman dan cocok untuk anak-anak maupun dewasa.

Prosedur Terapi Secretome untuk Otitis Media

  • Isolasi dan produksi secretome dilakukan dengan mengekstraksi zat bioaktif dari MSCs, misalnya tali pusat atau jaringan lemak.
  • Aplikasi terapi dapat berupa pemberian topikal atau injeksi lokal, terutama ke area nasofaring atau mendekati tuba eustachius.
  • Terapi diberikan secara bertahap, biasanya dalam siklus mingguan, disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
  • Monitoring gejala dan fungsi pendengaran menggunakan timpanometri dan audiometri selama pemantauan.

Artikel Lain: Secretome sebagai Alternatif Terapi Non-Seluler untuk Penyakit Saraf

Penelitian dan Bukti Klinis

Penelitian yang dilakukan oleh Skovbjerg menunjukkan bahwa aktivitasi protein TGF-β1 pada telinga tangah dapat mengubah sel epitel menjadi lebih kaku dan mudah rusak. Perubahan ini dapat membuat cairan menumpuk sehingga memperparah peradangan pada secretory otitis media.

Sementara itu, studi yang dilakukan Val menggunakan metode khusus yang dinamakan Stable Isotope Labeling by Amino acids in Cell culture (SILAC) untuk memahami respon sel telinga terhadap bakteri. Hasilnya mengindikasikan bahwa eksosom memiliki peran penting dalam memperkuat proses peradangan dan mengganggu respon imun lokal, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi otitis media.

Meskipun belum ada studi langsung yang menggunakan secretome khusus untuk otitis media manusia, prinsip terapi serupa telah berhasil diterapkan pada peradangan sistem mukosa lain, termasuk sinus dan paru-paru.

Terapi secretome menunjukkan potensi besar dalam menangani otitis media, khususnya bentuk kronis dan berulang. Tidak seperti terapi berbasis sel, terapi secretome bersifat non-seluler, lebih mudah ditangani, dan secara umum dianggap lebih aman. Meski masih diperlukan lebih banyak studi klinis pada manusia, hasil dari penelitian dasar dan uji pada hewan menunjukkan arah yang positif.

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai secretome mengurangi otitis media, Anda dapat menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.

Sumber Referensi

  • Val, S., Jeong, S., Poley, M., Krueger, A., Brown, K., & Preciado, D. (2016). MP5: Stable isotope labeled by amino acid in culture (SILAC) strategy to analyze human middle ear epithelial cells (HMEEC) secretome in response to NTHi lysates: Evidence of the implication of exosomes in otitis media. Journal of Investigative Medicine, 64, 806.
    https://www.researchgate.net/publication/302920924
  • Skovbjerg, S., Roos, K., Andersson, M., Rabe, H., Nilsson, S., Lindh, M., & Wold, A. E. (2020). Inflammatory mediator profiles in secretory otitis media in relationship to viable bacterial pathogens and bacterial and viral nucleic acids. Journal of Interferon & Cytokine Research, 40(12), 555–569.
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33337936/
  • Pelton, S. I. (n.d.). Secretory otitis media. In ScienceDirect Topics. Elsevier. Retrieved from https://www.sciencedirect.com/topics/nursing-and-health-professions/secretory-otitis-media

Recommendation For You

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.