Ketika tubuh mengalami luka, infeksi, atau tekanan akibat stres, sistem imun akan segera aktif untuk membantu melindungi sekaligus memperbaiki bagian tubuh yang terganggu. Dalam proses ini, sel-sel imun menggunakan sitokin inflamasi sebagai salah satu sarana komunikasi penting.
Sebagai molekul berukuran kecil, sitokin inflamasi bertugas memberikan tanda kepada sel-sel imun lainnya untuk berkumpul dan merespons area yang mengalami gangguan. Namun, produksi sitokin ini harus seimbang.
Jika produksi sitokin berlebihan atau terus menerus, tubuh justru mengalami peradangan kronis yang bisa merusak organ dan jaringan sehat. Kondisi ini sering terjadi pada penyakit seperti radang sendi, alergi berat, bahkan penuaan kulit.
Selain memicu rasa nyeri dan pembengkakan, sitokin inflamasi berlebih juga memperburuk kerusakan sel dan memperlambat proses pemulihan. Oleh karena itu, ilmuwan kini mencari cara menekan kelebihan produksi sitokin inflamasi tanpa “mematikan” sistem imun sepenuhnya.
Salah satu pendekatan terbaru yang sedang dikembangkan adalah terapi menggunakan Secretome. Secretome adalah kumpulan zat bioaktif yang dikeluarkan oleh Stem Cell atau Sel Punca, terutama Mesenchymal Stem Cells (MSCs). Di dalamnya terdapat berbagai sitokin antiinflamasi, protein, dan vesikel kecil yang membantu menenangkan peradangan berlebih.
Baca Artikel Lainnya: Secretome dalam Mengurangi Nyeri dan Peradangan pada Osteoarthritis
Mekanisme Secretome dalam Menurunkan Sitokin Inflamasi
Secretome merupakan kumpulan zat bioaktif (termasuk protein, faktor pertumbuhan, eksosom, dan molekul pensinyalan seperti sitokin) yang secara aktif disekresikan oleh jenis sel tertentu, seperti stem cell mesenkimal (MSC), ke lingkungan ekstraseluler. Saat terjadi luka atau stres jaringan, pemberian secretome bertujuan untuk mempengaruhi dan mengatur respon imun tubuh yang sedang berlangsung. Zat-zat dalam secretome ini diketahui berperan dalam membantu menyeimbangkan respon imun, termasuk mengurangi kadar sitokin inflamasi pro-radang (seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6) yang berperan menimbulkan gejala bengkak, merah, dan nyeri.
Selain menenangkan, Secretome juga membantu tubuh memproduksi lebih banyak “zat penenang” alami seperti IL-10, sehingga tubuh diharapkan tetap bisa melawan infeksi tanpa menimbulkan respon imun berlebihan yang bisa merusak jaringan sehat.
Menariknya, Secretome juga dinilai bisa mempengaruhi sel imun bernama makrofag agar berubah dari tipe pro-inflamasi atau memicu radang (M1) menjadi tipe yang justru membantu meredakan radang (M2). Hal ini diyakini penting untuk membantu agar peradangan menjadi lebih cepat reda dan luka lebih cepat sembuh.
Selain itu, di dalam Secretome juga ada zat-zat kecil seperti eksosom dan faktor pertumbuhan yang berpotensi membantu memperbaiki jaringan yang rusak, memperkuat pembuluh darah, dan mengurangi stres di sel tubuh yang sering jadi pemicu peradangan kronis.
Potensi Manfaat Terapi Peradangan dengan Secretome
Terapi dengan Secretome memiliki beberapa manfaat yang menjanjikan bagi kesehatan:
- Membantu menurunkan kadar sitokin inflamasi yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kerusakan jaringan.
- Mempercepat pemulihan jaringan luka atau organ yang meradang.
- Mengurangi risiko efek samping dibanding terapi imunosupresan kimia, karena sifatnya lebih alami dan spesifik.
- Memperbaiki keseimbangan imun tubuh, sehingga tidak sekadar “mematikan” peradangan, tetapi menormalkannya.
Pendekatan ini menjanjikan terutama untuk penyakit autoimun, radang sendi kronis, dan kondisi inflamasi kulit.
Prosedur Terapi Secretome untuk Inflamasi
Terapi Secretome sedang dikembangkan untuk dilakukan dalam dua cara utama.
- Pertama, dengan menyuntikkannya langsung ke area yang meradang (misalnya sendi atau kulit) menggunakan metode injeksi lokal.
- Kedua, diberikan melalui infus intravena jika peradangan bersifat sistemik.
Produk Secretome yang digunakan diproses di laboratorium steril dari Mesenchymal Stem Cells yang berasal dari lemak, sumsum tulang, atau tali pusat. Prosedur ini hanya dilakukan oleh dokter yang memiliki izin dan pelatihan khusus.
Setelah pemberian, pasien akan dipantau secara berkala oleh tenaga medis. Efek samping yang muncul biasanya ringan seperti kemerahan atau nyeri singkat di area suntikan. Sebagian pasien melaporkan perbaikan gejala dalam beberapa minggu setelah terapi.
Penelitian dan Studi Klinis Terkini
Penelitian yang dilakukan oleh Ibrahim dan timnya pada tahun 2022 meneliti bagaimana Secretome yang berasal dari Mesenchymal Stem Cells (MSCs) bisa membantu mempercepat penyembuhan luka kronis pada manusia. Dalam penelitian ini, Secretome dioleskan langsung ke permukaan luka sebagai terapi topikal. Hasilnya menunjukkan bahwa luka pasien yang diobati dengan Secretome mengalami penyembuhan lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan Secretome.
Menariknya, penelitian ini juga mengamati penurunan kadar sitokin inflamasi di area luka setelah penggunaan Secretome. Sitokin inflamasi ini biasanya membuat luka sulit sembuh karena memicu peradangan berkepanjangan. Dengan menurunnya kadar sitokin tersebut, proses regenerasi jaringan menjadi lebih cepat dan risiko peradangan yang merusak jaringan sehat juga berkurang.
Selain mempercepat penyembuhan, penelitian ini menyatakan Secretome juga terbukti aman digunakan secara topikal. Efek samping yang muncul hanya ringan, seperti kemerahan atau rasa hangat yang sementara dan tidak membahayakan pasien. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa terapi berbasis Secretome mulai banyak dilirik sebagai alternatif yang lebih alami untuk mengatasi peradangan kronis.
Di sinilah Secretome, yang merupakan kumpulan zat bioaktif hasil sekresi dari Stem Cell, berperan penting. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa Secretome berpotensi membantu menurunkan kadar sitokin inflamasi, meredam peradangan, sekaligus mempercepat regenerasi jaringan yang rusak. Cara kerjanya dinilai lebih alami dan selektif, sehingga efek sampingnya juga relatif ringan dibandingkan obat imunosupresan konvensional.
Secara keseluruhan, Secretome menghadirkan harapan baru sebagai terapi modern yang tidak hanya mengurangi peradangan, tetapi juga diharapkan membantu memulihkan jaringan dengan pendekatan yang lebih aman, alami, dan sesuai dengan cara kerja tubuh.
Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai “Peran Secretome dalam Menurunkan Sitokin Inflamasi”, Anda bisa konsultasi dengan dokter dan menghubungi tim Regenic.
Sumber Referensi:
- Sari, M., Jusuf, N., Munir, D., Putra, A., Putra, I., Bisri, T., Farhat, F., Ilyas, S., & Muhar, A. (2024). Mesenchymal stem cell secretome therapy on inflammation: A systematic review. Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research. https://doi.org/10.56499/jppres23.1726_12.1.39.
- Asysyifa, N., Wibowo, H., Abdullah, M., Liem, I., & Bustami, A. (2024). In Vitro Anti-inflammatory Effect of Secretome from Umbilical Cord-derived Mesenchymal Stem Cells in COVID-19 Patient Blood: A Study on sIL-6R, sgp130, IL-1RA and Anti/pro Inflammatory Cytokines. Journal La Medihealtico. https://doi.org/10.37899/journallamedihealtico.v5i5.1522.
- Ragni, E., Orfei, P., De Luca, P., Mondadori, C., Viganò, M., Colombini, A., & De Girolamo, L. (2020). Inflammatory priming enhances mesenchymal stromal cell secretome potential as a clinical product for regenerative medicine approaches through secreted factors and EV-miRNAs: the example of joint disease. Stem Cell Research & Therapy, 11. https://doi.org/10.1186/s13287-020-01677-9.
- Ibrahim, R., Mndlovu, H., Kumar, P., Adeyemi, S. A., & Choonara, Y. E. (2022). Cell Secretome Strategies for Controlled Drug Delivery and Wound-Healing Applications. Polymers, 14(14), 2929. https://doi.org/10.3390/polym14142929