Penurunan drastis kadar hormon estrogen setelah menopause bisa mengakibatkan Osteoporosis pascamenopause. Estrogen yang berkurang bisa meningkatkan RANKL dan osteoprotegerin (OPG) yang menurun. Hal tersebut membuat osteoklas lebih aktif dan masa hidupnya diperpanjang, sementara osteoblas lebih cepat mengalami apoptosis. Estrogen yang menurun dapat meningkatkan sitokin pro-inflamasi seperti IL‑1, IL‑6, dan TNF‑α yang membuat kerusakan tulang lebih cepat.
Osteoporosis Pascamenopause terjadi umumnya pada wanita diatas 50 tahun dan penderita sering tidak menyadari gejala yang terjadi hingga terjadi patah tulang. Hal Tersebut menjadi penyebab tulang menjadi rapuh dan mudah retak, utamanya pada bagian pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Osteoporosis bisa menjadi sebab kualitas hidup penderita mengalami penurunan drastis.
Faktor lainnya riwayat keluarga, kurang mengkonsumsi kalsium, gaya hidup yang berantakan, hingga berat badan yang rendah. Diagnosis standar dilakukan menggunakan DXA scan untuk mengukur densitas mineral tulang (BMD) dan menilai risiko fraktur.
Pengobatan konvensional yang sering dilakukan adalah dengan memberi suplemen vitamin, vitamin D, dan suplemen lainnya, pengobatan ini lebih membantu untuk perlambat kerusakan pada tulang dan bisa berisiko osteonekrosis rahang atau efek samping kardiovaskular. Pendekatan terapi yang sedang diteliti dan menjadi pilihan yang potensial dalam pencegahan osteoporosis pascamenopause adalah dengan terapi Stem Cell.
Baca Artikel Lainnya Efek Terapeutik Secretome dari Stem Cell Mesenkimal pada Penyakit Alzheimer
Mekanisme Stem Cell dalam Mencegah Osteoporosis
Mesenchymal Stem Cells (MSC), Stem Cell khusus yang berkemampuan untuk berdiferensiasi menjadi osteoblas, yang bertanggung jawab dalam tulang yang baru. Terapi Stem Cell memiliki tujuan kembalikan keseimbangan antara pembentukan dan penghancuran tulang.
MSC berpotensi melakukan pembentukan tulang yang dirangsang untuk perbaiki mikroarsitektur tulang, tingkatkan vaskularisasi jaringan tulang, dan jalur molekuler yang diaktifkan, seperti PI3K-Akt yang berperan penting diferensiasi osteogenik.
Selain itu, MSC bersifat imunomodulasi dan anti inflmasi yang berpotensi membantu mengurangi peradangan kronis yang dapat perburuk kondisi tulang pascamenopause. Pemberian MSC berpotensi besar meningkatkan jumlah trabekula dan kepadatan tulang, serta mendorong perbaikan sirkulasi darah di jaringan tulang.
Manfaat Terapi Stem Cell untuk Wanita Pascamenopause
Terapi Stem Cell menawarkan berbagai manfaat bagi wanita pascamenopause yang mengalami osteoporosis. Selain meningkatkan kepadatan tulang, terapi ini juga dapat mengurangi risiko fraktur dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Stem Cell membantu mempercepat proses penyembuhan tulang yang rusak dan mengurangi nyeri yang terkait dengan osteoporosis.
Karena sifatnya yang alami dan kemampuan regeneratif, terapi Stem Cell dianggap sebagai pendekatan yang menjanjikan dalam mengatasi osteoporosis pascamenopause, terutama bagi pasien yang tidak responsif terhadap pengobatan konvensional. Terapi ini juga memiliki potensi sebagai alternatif untuk pasien yang tidak cocok dengan terapi hormon atau yang mengalami efek samping dari obat konvensional.
Prosedur Terapi Stem Cell pada Pasien Osteoporosis
Prosedur yang dilakukan dalam terapi Stem Cell adalah dengan melakukan isolasi pada MSC dari sumsum tulang, jaringan lemak, atau tali pusat. MSC diperbanyak dan dikultur dalam laboratorium, tubuh pasien yang membutuhkan regenerasi akan disuntikkan sel lewat jalur intravena atau area lokal tulang.
Selain itu, penggunaan ROS-scavenging hydrogel yang juga berpotensi sebagai pembawa sel yang meningkatkan kelangsungan hidup MSC dan efektivitas osteointegrasi, utamanya pada tulang yang rusak.
Terapi umumnya dilakukan di pusat penelitian atau rumah sakit dengan fasilitas bioteknologi yang berada dibawah pengawasan ketat, dan evaluasi setelah terapi yang menggunakan tes densitas tulang dan biomarker osteogenesis.
Baca Artikel Lainnya Secretome sebagai Alternatif Terapi Non-Seluler untuk Penyakit Saraf
Studi Klinis dan Bukti Ilmiah
Pada penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. (2021) yang berjudul “Mesenchymal Stem Cells prevent ovariectomy-induced osteoporosis formation in mice through intraosseous vascular remodeling” menggunakan tikus ovariektomi sebagai model penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan potensi besar Mesenchymal Stem Cells (MSCs) dalam mencegah osteoporosis dengan meningkatkan massa tulang dan memperbaiki mikrovaskulatur intraosseus.
Terapi MSC meningkatkan parameter tulang trabekular dan mengurangi osteoklas, serta memperbaiki aliran darah di tulang melalui efek parakrin. Efek MSCs ini terutama terlihat pada tulang trabekular yang lebih rentan terhadap osteoporosis. Dengan demikian, MSCs menjadi terapi menjanjikan karena mampu mendukung regenerasi tulang sekaligus memperbaiki vaskularisasi yang terganggu akibat menopause.
Terapi Stem Cell menunjukkan potensi besar dalam mencegah dan memperlambat osteoporosis pascamenopause. Dengan mekanisme regeneratif alami, Stem Cell membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang, menawarkan pendekatan alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan dibandingkan terapi konvensional.
Bukti ilmiah terkini mendukung penggunaannya sebagai terapi masa depan bagi wanita pascamenopause. Tetapi, penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk melihat efektivitas dan keamanan jangka panjang terapi Stem Cell. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi pelayanan kesehatan untuk berkonsultasi terkait perkembangan terapi Stem Cell dan Secretome di Regenic.
Sumber Referensi
- Wang, W., et al. (2021). Mesenchymal Stem Cells prevent ovariectomy-induced osteoporosis formation in mice through intraosseous vascular remodeling. *Biochemical and Biophysical Research Communications, 582*, 64–71.https://doi.org/10.1016/j.bbrc.2021.10.033
- Ma, W., & Li, C. (2024). Enhancing postmenopausal osteoporosis: KLF2 and PI3K-Akt signaling in mesenchymal Stem Cells. *Archives of Medical Science, 20*, 918–937. https://doi.org/10.5114/aoms/171785
- Ding, W., et al. (2023). ROS-scavenging hydrogel as protective carrier to regulate Stem Cells activity and promote osteointegration. *Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, 11*. https://doi.org/10.3389/fbioe.2023.1103611
- Arjmand, B., et al. (2020). Prospect of Stem Cell therapy in osteoporosis. *Frontiers in Endocrinology, 11*.https://doi.org/10.3389/fendo.2020.00430