Tendinitis kronis adalah kondisi peradangan jangka panjang pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Berbeda dengan cedera akut yang terjadi tiba-tiba, tendinitis kronis berkembang perlahan akibat stres atau gerakan berulang pada area tertentu. Kondisi ini sering dialami oleh atlet, pekerja yang banyak mengulang gerakan sama, atau orang dengan postur tubuh yang tidak seimbang.
Gejala utama tendinitis kronis adalah nyeri yang menetap, rasa kaku, dan terkadang muncul pembengkakan. Nyeri biasanya bertambah saat digunakan untuk aktivitas atau bahkan saat istirahat jika sudah parah. Jika dibiarkan, tendon dapat menjadi lemah sehingga meningkatkan risiko robek.
Penyebabnya beragam, mulai dari penggunaan berlebihan (overuse), penuaan, cedera yang tidak sembuh sempurna, hingga gangguan metabolik seperti diabetes. Faktor gaya hidup, seperti kurangnya pemanasan saat olahraga atau postur yang salah, juga ikut memicu tendinitis.
Karena cenderung sulit sembuh dengan sendirinya, banyak pasien mencari alternatif terapi yang lebih efektif. Salah satu yang berkembang pesat adalah terapi regeneratif menggunakan stem cell, yang memiliki potensi membantu memperbaiki jaringan tendon yang rusak.
Baca Artikel Lainnya: Secretome dalam Mengurangi Nyeri dan Peradangan pada Osteoarthritis
Mekanisme Stem Cell untuk Pemulihan Tendinitis Kronis
Terapi stem cell untuk tendinitis kronis tidak hanya mengandalkan kemampuan sel tersebut untuk berubah menjadi sel tendon baru, tetapi juga mengaktifkan proses penyembuhan melalui beberapa mekanisme biologis penting:
- Imunomodulasi (mengurangi peradangan kronis):
Stem cell, khususnya Mesenchymal Stem Cells (MSCs), menghasilkan sitokin dan faktor antiinflamasi seperti IL-10 yang menekan aktivitas sel imun penyebab peradangan berlebih. Hal ini penting karena tendinitis kronis sering diperburuk oleh inflamasi berkelanjutan. - Merangsang regenerasi jaringan tendon:
MSCs dapat berdiferensiasi menjadi tenocytes (sel tendon) yang membantu memperbaiki struktur tendon yang rusak. Proses ini juga didukung oleh pelepasan growth factors seperti TGF-β dan IGF-1, yang merangsang pembentukan kolagen tipe I, kolagen utama yang menyusun tendon - Meningkatkan produksi kolagen dan elastisitas tendon:
Kolagen tipe I sangat penting untuk kekuatan dan elastisitas tendon. Studi menunjukkan bahwa MSCs dapat meningkatkan sintesis kolagen, membantu mengembalikan kekuatan jaringan tendon dan mencegah kerusakan lebih lanjut - Mengurangi pembentukan jaringan parut:
Salah satu masalah tendinitis kronis adalah terbentuknya jaringan parut yang membuat tendon kaku. MSCs membantu meminimalkan pembentukan jaringan parut melalui efek anti-fibrotik, sehingga tendon yang baru sembuh tetap lentur dan fungsional - Efek parakrin:
Selain berubah menjadi sel baru, stem cell juga melepaskan banyak molekul bioaktif (secretome) yang memicu perbaikan jaringan sekitar, meningkatkan pembuluh darah kecil di tendon, dan menyeimbangkan kembali matriks ekstraseluler tendon
Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Pemulihan Tendinitis Kronis
Pemulihan tendinitis kronis dengan terapi stem cell bukan hanya soal satu jenis sel saja. Ilmu kedokteran modern telah mengembangkan beberapa jenis stem cell yang terbukti membantu regenerasi tendon yang rusak. Berikut merupakan jenis-jenis stem cell yang bisa digunakan untuk Ppemulihan tendinitis kronis:
- Mesenchymal Stem Cells dari lemak (Adipose-Derived Stem Cells / ADSCs): Diambil dari jaringan lemak pasien sendiri, ADSCs populer karena proses pengambilannya lebih mudah dan aman. Mereka membantu pemulihan tendinitis kronis dengan meredakan peradangan dan merangsang produksi kolagen untuk memperkuat tendon
- Mesenchymal Stem Cells dari sumsum tulang (BM-MSCs): BM-MSCs diambil dari sumsum tulang dan banyak diteliti karena kemampuannya membantu regenerasi tendon dan mengurangi nyeri. Meski prosedurnya lebih invasif, hasil klinisnya menjanjikan
- Allogenic MSCs: Diambil dari donor sehat, mempermudah terapi tanpa harus mengambil sel dari pasien. Hasil penelitian awal menunjukkan aman dan efektif, meski masih perlu penelitian lebih lanjut untuk jangka panjang
- Tendon Stem/Progenitor Cells (TSPCs): Berasal langsung dari jaringan tendon, TSPCs punya potensi tinggi berubah menjadi sel tendon dan memperbaiki jaringan lebih alami. Namun, pemakaiannya masih tahap penelitian
Manfaat Terapi Stem Cell untuk Pemulihan Tendinitis Kronis
Terapi stem cell menawarkan beberapa manfaat penting bagi pasien dengan tendinitis kronis yang sulit sembuh hanya dengan obat atau fisioterapi biasa:
- Mempercepat penyembuhan alami
Stem cell mempercepat proses perbaikan jaringan tendon yang rusak, sehingga waktu pemulihan pasien menjadi lebih singkat dibandingkan perawatan konvensional. Ini membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat. - Mengurangi nyeri yang membandel
Dengan menekan peradangan kronis yang sering jadi sumber nyeri, terapi stem cell membuat rasa sakit berkurang secara signifikan, bahkan pada pasien yang sudah lama menderita tendinitis. - Meningkatkan kekuatan dan elastisitas tendon
Selain mengurangi nyeri, terapi ini juga membantu tendon menjadi lebih kuat dan lentur. Ini menurunkan risiko cedera ulang dan mendukung kualitas hidup pasien jangka panjang. - Pilihan untuk kasus yang sulit ditangani
Terapi stem cell menjadi alternatif bagi pasien yang sudah mencoba pengobatan lain (seperti obat antiinflamasi, suntik steroid, atau fisioterapi) tetapi belum berhasil membaik. Beberapa studi kasus menunjukkan perbaikan struktur tendon dan pengurangan gejala setelah pemberian stem cell meski terapi konvensional gagal. - Lebih alami, efek samping relatif ringan
Karena menggunakan sel dari tubuh sendiri (autologous), risiko penolakan atau efek samping berat lebih rendah. Sebagian besar efek samping yang tercatat hanya bersifat sementara, seperti nyeri atau bengkak ringan di area suntikan.
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Pemulihan Tendinitis Kronis
Terapi stem cell untuk tendinitis kronis bukan hanya soal penyuntikan sel, tetapi melibatkan beberapa tahap penting agar hasilnya maksimal dan tetap aman. Berikut adalah gambaran langkah-langkah prosedurnya:
- Pengambilan stem cell dari tubuh pasien (jika autologous): Prosedur dimulai dengan mengambil jaringan lemak (untuk Adipose-Derived Stem Cells / ADSCs) atau sumsum tulang (untuk Bone Marrow-Derived MSCs). Proses ini dilakukan di bawah bius lokal sehingga relatif nyaman. Misalnya, pengambilan lemak dilakukan melalui teknik mini-liposuction, sementara sumsum tulang diambil dari tulang panggul menggunakan jarum khusus
- Penyuntikan ke area tendon yang sakit: Setelah siap, stem cell disuntikkan langsung ke tendon yang mengalami peradangan kronis. Proses ini dilakukan dengan panduan ultrasound agar lebih presisi, dan biasanya termasuk prosedur rawat jalan, sehingga pasien bisa pulang di hari yang sama
- Rehabilitasi dan pemulihan: Setelah terapi, pasien umumnya dianjurkan menjalani program fisioterapi ringan. Tujuannya adalah menjaga kelenturan dan kekuatan tendon, serta membantu proses regenerasi berjalan optimal. Aktivitas berat biasanya ditunda beberapa minggu.
Studi Klinis dan Hasil Penelitian
Sebuah studi kasus dilakukan oleh Russo (2021) pada seorang pasien pria berusia 36 tahun yang mengalami patellar tendinopathy kronis (tendinitis pada tendon patela) yang gagal membaik dengan terapi konvensional.
Dalam penelitian ini, pasien diberikan terapi injeksi Autologous Adipose-Derived Mesenchymal Stem Cells (ADSCs) yang diambil dari jaringan lemak tubuhnya sendiri.
Hasilnya, setelah beberapa bulan, terjadi penurunan nyeri signifikan dan hasil MRI menunjukkan perbaikan struktur tendon, menandakan proses regenerasi jaringan tendon benar-benar terjadi. Studi ini memperkuat bukti bahwa stem cell dari jaringan lemak dapat membantu pemulihan tendinitis kronis pada manusia yang sulit ditangani dengan cara biasa.
Dengan kemampuannya meredakan peradangan, memperbaiki jaringan tendon yang rusak, serta meningkatkan kekuatan dan elastisitas tendon, terapi ini tidak hanya membantu mengurangi nyeri tetapi juga mempercepat proses pemulihan secara alami. Walaupun masih terus dikembangkan dan diteliti, terapi stem cell sudah menjadi salah satu inovasi medis yang paling menjanjikan untuk membantu pasien kembali beraktivitas tanpa nyeri yang mengganggu.
Jika Anda ingin mendapatkan informasi dan edukasi lebih lanjut mengenai stem cell dan secretome, silakan cek webste resmi Regenic.
Sumber Referensi:
- Mao, X., Zhang, X., Yao, Z., & Mao, H. (2023). Advances in mesenchymal stem cells therapy for tendinopathies. Chinese Journal of Traumatology, 27, 11 - 17. https://doi.org/10.1016/j.cjtee.2023.11.002.
- Rivera, C., Tuemmers, C., Bañados, R., Vidal-Seguel, N., & Montiel-Eulefi, E. (2020). Reduction of Recurrent Tendinitis Scar Using Autologous Mesenchymal Stem Cells Derived from Adipose Tissue from the Base of the Tail in Holsteiner Horses (Equus ferus caballus). International Journal of Morphology, 38, 186-192. https://doi.org/10.4067/s0717-95022020000100186.
- Van Den Boom, N., Winters, M., Haisma, H., & Moen, M. (2020). Efficacy of Stem Cell Therapy for Tendon Disorders: A Systematic Review. Orthopaedic Journal of Sports Medicine, 8. https://doi.org/10.1177/2325967120915857.
- Russo, A., Coco, V., & Zaffagnini, S. (2021). The Effect of Autologous Adipose Derived Mesenchymal Stem Cell Therapy in Chronic Patellar Tendinitis : A Case Study.https://www.lipogems.com/wp-content/uploads/2023/11/Russo-AL-Knee-2021.pdf