Terapi stem cell (sel punca) merupakan terobosan yang sangat penting di dalam dunia medis karena memiliki potensi yang besar dalam mengobati penyakit. Hal ini mungkin saja terjadi karena stem cell memiliki potensi luar biasa dalam memperbaiki dan berubah menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan tubuh.
Kemampuan regeneratif dapat membuat terapi stem cell sangat menjanjikan terutama untuk kondisi medis yang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan biasa. Stem cell (sel punca) diharapkan dapat menggantikan sel yang rusak atau hilang sehingga dapat memperbaiki fungsi organ secara langsung bukan hanya mengurangi gejalanya.
Namun, di balik potensinya, terapi ini juga memiliki beberapa risiko seperti kemungkinan terbentuknya tumor, hasil klinis yang panjang belum pasti. Penggunaan yang tidak sesuai dapat membahayakan pasien dan menimbulkan harapan palsu.
Maka dari itu para ahli kesehatan dunia sangat menekankan pentingnya penerapan standar keamanan dan etika yang ketat. Tujuannya agar terapi stem cell (sel punca) dilakukan dengan bukti ilmiah dan diawasi dengan baik.
Baca Artikel Lainnya: Bagaimana Mengetahui Klinik Terapi Stem Cell yang Aman dan Legal?
Apa Itu Terapi Stem Cell?
Terapi stem cell (sel punca) merupakan bentuk pengobatan yang sedang dikembangkan dengan menggunakan sel-sel yang memiliki potensi untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel di dalam tubuh.
Tujuannya untuk membantu memperbaiki jaringan atau organ yang rusak. Jenis stem cell (sel punca) yang paling sering diteliti yaitu (MSC) mesenchymal stem cell, (HSC) hematopoietic stem cell, dan induced pluripotent stem cell (iPSC).
Dalam penggunaannya, terapi ini diteliti untuk diberikan paling sering dengan cara diinfus. Stem cell (sel punca) yang digunakan mungkin berasal dari tubuh pasien atau dari donor pasien lain.
Mengapa Regulasi dan Keamanan Terapi Stem Cell Diperlukan?
Terapi stem cell memiliki potensi besar dalam dunia medis, namun sayangnya juga rentan disalahgunakan oleh pihak yang menawarkan pengobatan percobaan tanpa dasar ilmiah yang kuat. Dalam beberapa kasus pengobatan yang dilakukan klinik secara ilegal dapat menyebabkan tumor atau infeksi karena tidak memenuhi standar keamanan.
WHO menyatakan kekhawatiran terhadap praktek yang dikenal sebagai stem cell tourism, yaitu orang yang berpergian jauh untuk mendapatkan terapi stem cell (sel punca) yang sebenarnya belum diizinkan atau belum terbukti aman di negara tersebut.
Pandangan dan Pedoman WHO tentang Terapi Stem Cell
WHO sendiri mendukung pengembangan terapi stem cell (sel punca) yang aman dan efektif dengan penelitian ilmiah serta uji klinis yang ketat. WHO menekankan pentingnya pengujian keamanan sebelum menggunakannya ke manusia dan memastikan kualitas dan standar produk yang digunakan.
Meskipun WHO tidak membuat aturan secara hukum, namun organisasi ini bekerja sama dengan lembaga internasional seperti International Society for Stem Cell Research (ISSCR), dan badan pengawasan seperti FDA di Amerika dan EMA di Eropa yang memiliki tujuan untuk menyusun pedoman global dalam mengatur keamanan, etika dan efektivitas terapi stem cell (sel punca).
Baca Artikel Lainnya: Apakah Stem Cell Aman untuk Anak? Ini Penjelasannya
Standar Keamanan yang Direkomendasikan WHO
WHO bersama ISSCR memiliki beberapa prinsip penting untuk memastikan terapi stem cell yang dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab. Semua terapi harus melalui uji klinis yang ketat kemudian ditinjau oleh para ahli sebelum digunakan secara luas.
Selain itu, sel yang digunakan harus diproses dan diproduksi sesuai standar internasional, seperti Good Manufacturing Practices (GMP), untuk menjamin mutu, kemurnian, dan keamanan produk. Terapi stem cell (sel punca) dilarang dikomersialkan sebelum adanya bukti klinis yang cukup. Hasil uji coba termasuk efek samping serta dampak dalam jangka panjang harus dilaporkan secara transparan untuk memastikan perlindungan terhadap pasien.
Semua prinsip ini diperkuat di hasil forum internasional seperti International Forum Stem Cells dan berbagai publikasi dari ISSCR, yang hingga kini diakui sebagai rujukan dalam riset penerapan terapi stem cell di seluruh dunia.
Keamanan terapi stem cell harus menjadi prioritas utama dalam pengembangannya. Meskipun potensinya luar biasa dalam pengobatan penyakit degeneratif, terapi ini harus dikembangkan dengan regulasi, standar klinis, dan pengawasan ketat. Implementasi pedoman internasional, merupakan langkah penting menuju terapi yang aman, efektif, dan etis.
Untuk info lebih lanjut mengenai apa kata WHO tentang keamanan Terapi Stem Cell, Anda bisa konsultasi dengan dokter serta mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- Lappin, T., & Cheng, T. (2021).An urgent need for standardization of stem cells and stem cell-derived products toward clinical applications. Stem Cells Translational Medicine, 10(S1), S1–S3. https://doi.org/10.1002/sctm.21-0269
- Lovell-Badge, R., et al. (2021).ISSCR Guidelines for Stem Cell Research and Clinical Translation: The 2021 update. Stem Cell Reports, 16(5), 1398–1408. https://doi.org/10.1016/j.stemcr.2021.05.012
- Turner, L. (2021). ISSCR’s Guidelines for Stem Cell Research and Clinical Translation: Supporting development of safe and efficacious stem cell-based interventions. Stem Cell Reports, 16, 1394–1397. https://doi.org/10.1016/j.stemcr.2021.05.011
- Muscat, Oman. (2024, July 10). Executive Summary of WHO Implementation Workshop on ‘WHO Considerations in Developing a Regulatory Framework for Human Cells and Tissues and for Advanced Therapy Medicinal Products’ [Meeting report]. World Health Organization.https://www.who.int/publications/m/item/executive-summary-of-who-implementation-workshop-cgtp