Peran Secretome dalam Mengurangi Peradangan Kronis

Peradangan kronis adalah respon imun tubuh yang berlangsung dalam jangka waktu panjang, bisa berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Berbeda dengan peradangan akut yang terjadi secara cepat karena adanya luka dan infeksi, peradangan kronis dapat berkembang secara perlahan dan muncul tanpa penyebab yang jelas. Hal ini diketahui berperan dalam berbagai penyakit serius, seperti diabetes melitus, penyakit jantung, kanker, hingga gangguan autoimun dan neurodegeneratif.

Gejala peradangan kronis umumnya tidak terlihat secara jelas, seperti kelelahan yang berkepanjangan, nyeri otot dan sendi, gangguan pencernaan, perubahan suasana hati, hingga penurunan berat badan yang drastis. Peradangan kronis tingkat rendah (low-grade inflammation) biasanya tidak menimbulkan gejala namun dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius hingga mengancam nyawa.

Beberapa faktor yang dapat memicunya yaitu adanya infeksi yang tak kunjung sembuh, paparan zat beracun, pola makan yang tidak sehat, stres secara terus menerus, kurang tidur, dan merokok. Selain itu, obesitas juga berperan sebagai penyebab utama. Hal ini disebabkan adanya lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat menghasilkan zat yang memicu peradangan seperti TNF-α dan IL-6.

Mengelola peradangan kronis umumnya dimulai dari perubahan gaya hidup. Mengonsumsi makanan bergizi dan sehat seperti sayur, buah, ikan, dan biji-bijian, olahraga rutin, tidur cukup, serta mengelola stres, merupakan langkah penting. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat antiinflamasi seperti NSAID atau kortikosteroid, namun penggunaannya perlu diawasi oleh dokter.

Baca Artikel Lainnya: Secretome Bantu Redakan Peradangan Kronis akibat Sifilis

Mekanisme Secretome dalam Mengurangi Peradangan

Secretome adalah kumpulan zat aktif yang dikeluarkan oleh sel, seperti sitokin, faktor pertumbuhan, eksosom, dan protein lainnya yang berperan dalam mengatur kekebalan tubuh. Salah satu sumber utama secretome adalah Mesenchymal stem cell (MSC), yang diketahui memiliki kemampuan untuk membantu meredakan peradangan dan menjaga keseimbangan respon imun tubuh.

Mekanisme kerja secretome dengan memengaruhi jalur sinyal di dalam tubuh yang terkait dengan proses peradangan, seperti NF-κB, mTOR, dan JAK/STAT. Jalur-jalur tersebut biasanya akan mengaktifkan produksi zat pemicu peradangan. Namun, secretome yang berasal dari MSC menunjukkan adanya potensi dalam membantu menurunkan aktivitas jalur tersebut, sehingga dapat mengurangi produksi zat-zat penyebab peradangan.

Selain itu, secretome juga dinilai mampu meningkatkan zat anti peradangan yang berfungsi menenangkan sistem imun, membantu meredakan peradangan secara alami, dan menjaga jaringan tubuh agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.

Manfaat Secretome untuk Penyakit dengan Peradangan Kronis

Secretome menunjukkan potensi besar sebagai terapi alternatif dalam penanganan berbagai penyakit yang berkaitan dengan peradangan jangka panjang. Secretome dapat membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga keeimbangan sistem kekebalan, dan mengurangi nyeri serta gejala yang muncul.

Salah satu penerapan secretome dari stem cell yang menunjukkan hasil positif adalah pada penderita osteoartritis, yang diketahui dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi dan memperbaiki fungsi gerak. Dibandingkan terapi berbasis sel hidup, secretome dipercaya lebih aman karena tidak memiliki risiko yang berkaitan dengan proliferasi sel seperti potensi tumor.

Prosedur Terapi Secretome untuk Pasien dengan Peradangan Kronis

Prosedur terapi secretome dimulai dengan pengambilan stem cell dari berbagai sumber, seperti sumsum tulang, lemak tubuh, atau tali pusat. Sel ini kemudian diproses di laboratorium untuk menghasilkan zat bioaktif yang bermanfaat, yang dikenal sebagai secretome. Setelah diproses sesuai dengan standar prosedur, secretome disiapkan dalam bentuk injeksi steril yang siap digunakan.

Secretome dapat diberikan langsung ke bagian tubuh yang meradang atau disalurkan dengan infus. Metode ini dianggap lebih praktis dan etis dibanding transplantasi sel karena tidak menggunakan sel hidup.

Baca Artikel Lainnya: Secretome Menurunkan Peradangan Sistemik pada Penderita Fibromyalgia

Studi Klinis dan Temuan Terbaru

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi secretome dalam menangani peradangan kronis. Hasil studi oleh Visozo dan Renganath menunjukkan bahwa pemberian secretome yang berasal dari stem cell dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dan memperbaiki kondisi jaringan, termasuk pada kasus peradangan saluran pencernaan.

Uji coba yang telah dilakukan oleh Lukomska pada hewan dengan kondisi seperti lupus dan penyakit paru kronis menunjukan adanya perbaikan fungsi organ dan penurunan ekspresi gen yang berperan dalam proses inflamasi.

Secara keseluruhan terapi secretome dinilai sebagai pendekatan modern yang memiliki potensi besar dalam membantu mengelola peradangan. Dengan keunggulannya pada tingkat keamanan yang tinggi, efek biologis yang kuat, serta proses penyimpanan dan pemberian yang lebih praktis dibanding terapi berbasis sel hidup, secretome semakin dilirik dan memiliki peluang besar sebagai salah satu alternatif terapi untuk penanganan peradangan kronis. Meski cukup menjanjikan, terapi ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam jangka panjang.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana secretome dapat membantu mengatasi peradangan kronis yang Anda alami? Konsultasikan langsung bersama tim ahli di Regenic dan temukan solusi terapinya yang tepat untuk Anda!


Sumber Referensi:

  • Chovatiya, R., & Medzhitov, R. (2014). Stress, inflammation, and defense of homeostasis. Cell, 157(5), 957–970. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24766892/
  • Furman, D., Campisi, J., Verdin, E., Carrera-Bastos, P., Targ, S., Franceschi, C., ... & Slavich, G. M. (2019). Chronic inflammation in the etiology of disease across the life span. The Lancet, 6736(19), 1–11. https://www.nature.com/articles/s41591-019-0675-0
  • Hotamisligil, G. S. (2006). Inflammation and metabolic disorders. Nature, 444(7121), 860–867. https://doi.org/10.1038/nature05485
  • Medzhitov, R. (2008). Origin and physiological roles of inflammation. Nature Reviews Immunology, 8(11), 831–841. https://www.nature.com/articles/nature07201
  • Lukomska, B., Stanaszek, L., Zuba-Surma, E., Legosz, P., Sarzynska, S., & Drela, K. (2020). Challenges and controversies in human mesenchymal stem cell therapy. International Journal of Molecular Sciences, 21(24), 1–20. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31093291/
  • Ranganath, S. H., Levy, O., Inamdar, M. S., & Karp, J. M. (2021). Harnessing the mesenchymal stem cell secretome for the treatment of osteoarthritis. Biomolecules, 11(9), 1361. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30923338/
  • Vizoso, F. J., Eiro, N., Cid, S., Schneider, J., & Pérez-Fernández, R. (2021). Mesenchymal stem cell secretome: Toward cell-free therapeutic strategies in regenerative medicine. Frontiers in Cell and Developmental Biology, 9, 622103. https://pdfs.semanticscholar.org/9d65/d3cb5bddb8911b9ca9d98be0d512fdd324cf.pdf

Recommendation For You

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.