Estrogen dominan merupakan kondisi yang terjadi ketika hormon estrogen ada di dalam tubuh wanita dalam jumlah yang tinggi dibanding hormon progesteron. Hal ini dapat terjadi meski kadar estrogen tidak terlalu tinggi. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan diantaranya seperti nyeri haid, perubahan suasana hati, dan kesulitan hamil.
Gejala estrogen yang dominan secara umum yaitu haid yang tidak lancar, PMS yang sangat sakit, payudara terasa nyeri, perut kembung, dan memiliki berat badan yang mudah naik. Jika gejalanya berlangsung lama maka akan meningkatkan risiko penyakit endometriosis, penebalan dinding rahim, hingga kanker payudara serta rahim.
Penyebab estrogen dominan berasal dari tubuh maupun di luar tubuh seperti mengonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia, seperti pestisida hingga menggunakan barang yang mengandung BPA. Penyebab lainnya yaitu kelebihan berat badan, stres yang berkepanjangan, dan paparan zat kimia yang menyerupai estrogen dapat menjadi pemicu.
Penanganan yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki gaya hidup, menjalani terapi hormonal alami seperti terapi menggunakan secretome. Secretome sendiri mulai diteliti untuk membantu menjaga keseimbangan hormon secara alami.
Baca Artikel Lainnya: Terapi Regeneratif untuk Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
Mekanisme Secretome dalam Mengatasi Estrogen Dominan
Secretome memiliki kandungan zat sitokin, faktor pertumbuhan, dan vesikel kecil yang berfungsi membantu komunikasi antar sel dan jaringan yang rusak. Secretome bekerja dengan memulihkan fungsi jaringan dan memperbaiki komunikasi antar sel. Selain itu, secretome juga mengatur keseimbangan hormon, terutama estrogen dan progesteron, dengan cara menormalkan ekspresi dan sensitivitas reseptor estrogen di jaringan rahim dan meningkatkan efektivitas hormon progesteron.
Secretome dipercaya dapat mengurangi peradangan kronis dan meningkatkan respons tubuh terhadap hormon progesteron yang sangat penting untuk menyeimbangkan kadar estrogen. Dengan hal ini secretome dapat membantu memperbaiki keseimbangan hormon secara alami terutama pada wanita yang mengalami dominan estrogen.
Manfaat Secretome dalam Terapi Estrogen Dominan
Secretome memiliki peran penting dalam terapi estrogen dominan, yang pertama secretome dapat membantu menormalkan ekspresi reseptor estrogen yang sering terganggu pada kondisi ini, sehingga tubuh dapat merespons hormon dengan seimbang.
Kemudian secretome memiliki sifat antiinflamasi yang efektif untuk mengurangi peradangan pada jaringan rahim yang memperburuk. Selanjutnya secretome dapat membantu memulihkan sensitivitas terhadap jaringan progesteron sehingga keseimbangan hormon dapat tercapai.
Prosedur Terapi Secretome untuk Gangguan Hormon
Terapi secretome dilakukan dengan cara mengambil zat aktif yang berasal dari hasil kultur sel punca mesenkimal (MSC). Prosesnya dimulai dengan cara mengisolasi dan menumbuhkan stem cell (sel punca) di laboratorium.
Kemudian cairan pada tempat tumbuh yang mengandung secretome akan diambil dan dimurnikan untuk memastikan tidak ada sel yang tersisa di dalamnya. Kemudian secretome disuntikan langsung ke lokasi yang bermasalah.
Baca Artikel Lainnya: Secretome dalam Terapi untuk Penyakit GERD
Penelitian dan Studi Klinis Terkini
Untuk membuktikan terapi ini aman ada beberapa penelitian yang mempelajari estrogen dominan diantaranya penelitian yang dilakukan oleh McHenry memiliki hasil bahwa secretome dapat membantu mengatur ekspresi gen estrogen dan progesteron serta mengurangi terjadinya peradangan di rahim.
Penelitian yang dilakukan Gibson memiliki hasil bahwa hormon di jaringan rahim dapat diatur dengan terapi yang menargetkan lingkungan mikro sel, yang dimana hal ini merupakan salah satu mekanisme kerja secretome. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan agar penerapannya dapat dioptimalkan dalam terapi gangguan hormon.
Estrogen dominan adalah kondisi hormonal yang kompleks dan berdampak besar pada kesehatan reproduksi wanita. Terapi secretome muncul sebagai pendekatan inovatif yang menjanjikan untuk menyeimbangkan ekspresi hormon, mengurangi inflamasi, dan meningkatkan respons terhadap progesteron. Dukungan dari studi molekuler dan klinis menunjukkan potensi besar secretome sebagai terapi masa depan untuk gangguan ini.
Untuk info lebih lanjut mengenai secretome untuk gangguan hormon estrogen dominan, Anda bisa mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic
Sumber Referensi:
- Gibson, D. A., McInnes, K. J., Critchley, H. O. D., & Saunders, P. T. K. (2013). Endometrial intracrinology—Generation of an estrogen-dominated microenvironment in the secretory phase of women. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 98(11), E1802–E1806.https://doi.org/10.1210/jc.2013-2140
- MacLean, J. A. II, & Hayashi, K. (2022). Progesterone actions and resistance in gynecological disorders. Cells, 11(4), 647.https://doi.org/10.3390/cells11040647
- Marquardt, R. M., Kim, T. H., Shin, J.-H., & Jeong, J.-W. (2019). Progesterone and estrogen signaling in the endometrium: What goes wrong in endometriosis? International Journal of Molecular Sciences, 20(15), 3822.https://doi.org/10.3390/ijms20153822
- Yu, K., Huang, Z.-Y., Xu, X.-L., Li, J., Fu, X.-W., & Deng, S.-L. (2022). Estrogen receptor function: Impact on the human endometrium. Frontiers in Endocrinology, 13, 827724.https://doi.org/10.3389/fendo.2022.827724
- McHenry, P. R., & Prosperi, J. R. (2023). Proteins found in the triple-negative breast cancer secretome and their therapeutic potential. International Journal of Molecular Sciences, 24(3), 2100.https://doi.org/10.3390/ijms24032100
- Patel, S., Homaei, A., Raju, A. B., & Meher, B. R. (2018). Estrogen: The necessary evil for human health, and ways to tame it. Biomedicine & Pharmacotherapy, 102, 403–411.https://doi.org/10.1016/j.biopha.2018.03.078