Gigi susu tanggal yang dialami oleh anak-anak ternyata menyimpan potensi besar dalam dunia medis regeneratif. Di balik prosesnya, gigi susu menyimpan jaringan pulpa yang kaya akan stem cell, khususnya jenis yang dikenal sebagai Stem Cell from Human Exfoliated Deciduous (SHED) teeth. Dibandingkan sumber stem cell lain seperti sumsum tulang atau lemak tubuh, pengambilan SHED dari gigi susu jauh lebih mudah, minim risiko, dan tidak invasif.
SHED memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cepat, serta menunjukkan potensi diferensiasi berbagai jenis sel, seperti sel saraf, tulang, dan bahkan jaringan hati. Selain itu, SHED memiliki stabilitas genetik yang baik dan respon imunologis yang rendah, sehingga relatif lebih aman digunakan untuk terapi regeneratif.
Berbeda dengan stem cell (sel punca) yang berasal dari jaringan orang dewasa, SHED memiliki keunggulan lain seperti stabilitas genetik yang baik dan kemampuan berkembang yang lebih luas. Perlu diketahui bahwa penggunaan SHED tidak menimbulkan masalah etika, namun hal ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut.
Baca Artikel Lainnya: Rahasia Kulit Glowing dari Dalam dengan Secretome
Potensi Regeneratif Stem Cell dari Gigi Susu
SHED atau stem cell yang berasal dari gigi susu memiliki kemampuan untuk berubah menjadi berbagai jenis sel, seperti sel saraf, sel pembentuk tulang, sel hati, dan sel pembuluh darah. Maka dari itu SHED sangat potensial untuk digunakan dalam terapi regeneratif berbagai kondisi medis..
Manfaat Terapi Stem Cell dari Gigi Susu
SHED memiliki sejumlah manfaat dalam terapi regeneratif, antara lain dapat memperbaiki jaringan yang rusak seperti saraf, tulang, hati, gigi, dan pembuluh darah serta mempercepat proses penyembuhan melalui zat bioaktif yang dilepaskan.
SHED dapat menekan reaksi penolakan imun dan tidak menimbulkan efek samping berat, karena pengambilannya dari gigi susu yang copot secara alami.
Prosedur Pengambilan dan Penyimpanan Stem Cell Gigi Susu
Stem cell yang diambil dari gigi susu yang copot kemudian dibawa ke laboratorium untuk diambil jaringan pulpa dari gigi tersebut. Stem cell kemudian dikultur untuk diperbanyak dan diproses menjadi SHED-CM, yaitu cairan yang mengandung molekul bioaktif yang dilepaskan oleh stem cell. Cairan tersebut kemudian disimpan ke dalam suhu yang sangat dingin, hal ini untuk memastikan zat di dalamnya tetap aktif sehingga bisa digunakan untuk terapi.
Baca Artikel Lainnya: Bagaimana Stem Cell Membantu Memudarkan Garis Halus
Penelitian dan Aplikasi Klinis Terkini
Penelitian yang dilakukan oleh Yadav memiliki hasil bahwa stem cell (sel punca) yang berasal dari gigi susu memiliki potensi yang besar untuk terapi regeneratif. Dari 40 studi praklinis, SHED terbukti efektif dalam membantu penyembuhan pada kondisi radang gusi, cedera saraf, alzheimer, parkinson, dan gangguan hati.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Kwack memiliki hasil bahwa stem cell (sel punca) yang berasal dari pulpa gigi permanen (DPSC) memiliki potensi dalam memperbaiki jaringan gigi yang rusak karena karies. DPSC tidak memiliki reaksi imun sehingga aman digunakan untuk transplantasi. Meski hasil awal sangat menjanjikan, penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi SHED pada manusia dalam jangka panjang.
Stem cell dari gigi susu (SHED) menawarkan sumber sel punca yang aman, mudah diperoleh, dan sangat berpotensi sebagai salah satu alternatif terapi regeneratif di berbagai bidang kedokteran. Penelitian lebih lanjut dan pengembangan prosedur klinis yang terstandarisasi akan mempercepat adopsi luas terapi berbasis SHED di masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai potensi stem cell dari gigi susu untuk terapi regeneratif, Anda bisa mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- Couto, A. L. M. R., & Freire, M. de S. (n.d.). Deciduous teeth stem cells, promising source of stem cells: Narrative literature review. Revista Uningá.https://revista.uninga.br/uninga/article/view/4056
- Fuloria, S., Jain, A., Singh, S., Hazarika, I., Salile, S., & Fuloria, N. K. (2020). Regenerative potential of stem cells derived from human exfoliated deciduous (SHED) teeth during engineering of human body tissues. Current Stem Cell Research & Therapy, 16(4), 370–382.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33390148/
- Wahab, N. W. A., Guad, R. M., Subramaniyan, V., Fareez, I. M., Choy, K. W., Bonam, S. R., Selvaraju, C., Sim, M. S., Gopinath, S. C. B., & Wu, Y. S. (2020). Human exfoliated deciduous teeth stem cells: Features and therapeutic effects on neurogenerative and hepatobiliary-pancreatic diseases. International Journal of Molecular Sciences, 21(18), 6489.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32957893/
- Guo, R., & Yu, J. (2022). Multipotency and immunomodulatory benefits of stem cells from human exfoliated deciduous teeth. Frontiers in Dental Medicine, 3, 805875.https://www.frontiersin.org/journals/dental-medicine/articles/10.3389/fdmed.2022.805875/full
- Seta, Y., Kimura, K., Masahiro, G., Tatsumori, K., & Murakami, Y. (2024). SHED-CM: The safety and efficacy of conditioned media from human exfoliated deciduous teeth stem cells in amyotrophic lateral sclerosis treatment: A retrospective cohort analysis. Biomedicines, 12(10), 2193.https://www.mdpi.com/2227-9059/12/10/2193
- Yadav, P., Vats, R., Bano, A., Namdev, R., & Bhardwaj, R. (2023). Ameliorative potential of stem cells from human exfoliated deciduous teeth (SHED) in preclinical studies: A meta-analysis. International Journal of Molecular Sciences, 24(13), 10387.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37441223/
- Kwack, K. H., & Lee, H.-W. (2022). Clinical potential of dental pulp stem cells in pulp regeneration: Current endodontic progress and future perspectives. International Journal of Molecular Sciences, 23(9), 5071.https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9035692/