Nyeri rahang dan gangguan otot rahang merupakan kondisi yang biasanya disebut dengan gangguan temporomandibular (TMD). Kondisi ini memengaruhi rahang dan otot yang membantu kita dalam proses mengunyah. TMD dapat menyebabkan rasa sakit saat membuka atau menutup mulut, sehingga sulit untuk mengunyah dan mengganggu tidur.
Sebagian besar orang yang mengalami TMD memiliki gejala seperti nyeri otot rahang secara terus menerus, sulit menggerakan rahang, hingga kelelahan otot. Penelitian juga menyatakan bahwa hal ini dapat mengurangi kemampuan mengunyah secara signifikan, terutama bila tidak ditangani dengan baik.
Penyebab terjadinya sangat beragam, mulai dari stres berlebih, gangguan susunan gigi, hingga cedera pada rahang. Pengobatan yang biasanya dilakukan dengan menggunakan alat pelindung gigi, fisioterapi, hingga obat-obatan. Namun, efektivitasnya masih sangat terbatas.
Maka dari itu, para ahli mulai mengembangkan terapi baru dengan berbasis regenerasi sebagai alternatif. Salah satunya dengan penggunaan secretome, yaitu kumpulan molekul yang dikeluarkan oleh sel, terutama sel punca. Secretome merupakan pengobatan yang menjanjikan dengan membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan mengurangi rasa nyeri.
Baca Artikel Lainnya: Manfaat Secretome dalam Menenangkan Kulit Setelah Sunburn
Mekanisme Secretome dalam Meredakan Nyeri Rahang dan Disfungsi Otot
Mekanisme secretome dalam meredakan nyeri rahang dan disfungsi otot yang perlu diketahui yaitu:
- Mengurangi nyeri dengan cepat dan tahan lama
Satu kali injeksi secretome dari stem cell (sel punca) yang berasal dari jaringan lemak manusia (hASC-CM), dapat memberikan efek pereda nyeri yang cepat dan tahan lama. - Bekerja pada sistem saraf pusat dan perifer
Secretome diyakini bekerja menekan proses peradangan saraf, baik di sistem saraf tepi (saraf perifer dan ganglia akar belakang) maupun pusat (tulang belakang), yang menjadi penyebab nyeri kronis dan disfungsi otot. - Mengandung faktor imunoregulator
Analisis laboratorium menunjukkan bahwa kandungan secretome mengandung lebih dari 100 molekul aktif, termasuk sitokin dan faktor pertumbuhan, yang berperan dalam mengatur respons imun dan peradangan sehingga membantu meredakan gejala dengan mekanisme alami tubuh. - Pemberian terbaik melalui pembuluh darah (IV)Dari berbagai cara pemberian (intra-artikular, intrapleksus, intravena), suntikan melalui pembuluh darah terbukti paling efektif.
Manfaat Terapi Secretome untuk Pasien Nyeri Rahang dan Disfungsi Otot
Terapi secretome memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk mengatasi nyeri otot pada otot rahang dan sendi. Beberapa potensi manfaatnya sebagai berikut:
- Mengurangi peradangan secara alami dengan menghambat zat pemicu peradangan, yang dapat memperparah nyeri di area rahang.
- Membantu pemulihan otot dengan regenerasi jaringan otot yang tegang atau rusak melalui stimulasi pertumbuhan sel otot baru.
- Mengurangi nyeri yang berlebihan dengan bekerja pada sistem saraf tubuh, sehingga dapat menurunkan rasa nyeri secara terus-menerus.
- Meningkatkan gerakan rahang dalam penelitian yang dilakukan pada hewan. Terapi ini menunjukkan potensi dalam memperbaiki kemampuan untuk membuka mulut.
Prosedur Terapi Secretome untuk Nyeri Rahang dan Disfungsi Otot
Meskipun masih dalam tahap penelitian, prosedur terapi secretome biasanya dengan langkah sebagai berikut:
- Pengambilan secretome dari Mesenchymal Stem Cell (MSCs) yang dikultur dalam kondisi steril di laboratorium.
- Secretome kemudian disuntikan ke otot pengunyah atau area sekitar sendi rahang yang mengalami nyeri atau gangguan fungsi.
- Pemantauan dilakukan setelah prosedur selesai untuk mengevaluasi rasa nyeri dan kemampuan membuka mulut.
Baca Artikel Lainnya: Apa Itu Skin Barrier dan Bagaimana Secretome Membantunya?
Penelitian dan Studi Klinis
Beberapa penelitian memiliki hasil bahwa terapi secretome memiliki potensi dalam mengatasi nyeri rahang dan gangguan fungsi otot, meskipun studi pada manusia masih terus dikembangkan. Penelitian yang pertama dilakukan oleh Hsieh dengan hasil terapi ULF-TENS, yang bekerja dengan prinsip serupa secretome, mampu membantu membuka rahang secara lebih optimal dan menurunkan kadar zat pemicu nyeri di otak tikus dengan nyeri rahang kronis. Temuan ini membuka kemungkinan bahwa secretome dapat memengaruhi mekanisme nyeri serupa melalui jalur saraf dan peradangan.
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Suresh memiliki hasil bahwa obat yang menghambat aktivitas myosin dapat mengurangi nyeri di otot pengunyah. Sehingga hal ini memiliki kemungkinan bahwa molekul-molekul tertentu yang ada di dalam secretome memiliki efek biologis yang serupa, khususnya dalam mengatur kontraksi otot dan mengurangi nyeri.
Secara umum, secretome menunjukkan potensi besar sebagai terapi inovatif untuk mengatasi nyeri rahang dan disfungsi otot, dengan mekanisme kerja yang melibatkan penghambatan peradangan, regenerasi jaringan, dan modulasi nyeri. Meskipun diperlukan lebih banyak uji klinis manusia, hasil awal cukup menjanjikan sebagai alternatif terapi jangka panjang yang efektif dan minim efek samping.
Untuk info lebih lanjut mengenai secretome meredakan nyeri rahang dan disfungsi otot, Anda bisa mendapatkan informasi dan edukasi lengkap bersama Regenic.
Sumber Referensi:
- Hsieh, Y.-L., Yang, C.-C., & Yang, N.-P. (2021). Ultra-low frequency transcutaneous electrical nerve stimulation on pain modulation in a rat model with myogenous temporomandibular dysfunction. Journal of Pain Research, 14, 3089–3099.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34576074/
- Suresh, R., Ramadoss, R., Doble, M., Ramalingam, K., Sundar, S., & Selvam, S. P. (2024). Targeted drug designing for treating masticatory myofascial pain dysfunction syndrome: An in silico simulation study. Journal of Oral Biology and Craniofacial Research.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38313945/
- Al Sayegh, S., Christidis, N., Kumar, A., Svensson, P., & Grigoriadis, A. (2022). Masticatory performance in patients with jaw muscle pain: A case–control study. Frontiers in Dental Medicine, 3, Article 963425.https://www.frontiersin.org/journals/dental-medicine/articles/10.3389/fdmed.2022.963425/full
- Jiang, T. (2022). Masticatory muscle disorders and treatment from the perspective of prosthodontics. Zhonghua Kou Qiang Yi Xue Za Zhi, 57(7), 558–563.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35790506/
- Ünlüer, N. Ö., Ateş, Y., & Baş, S. S. (2023). Temporomandibular dysfunction affects neck disability, headache, anxiety, and sleep quality in women: A cross-sectional study. Journal of Contemporary Physiotherapy Research, 3(1), 1–8.https://jcpres.com/article/9
- Amodeo, G., Niada, S., Moschetti, G., Franchi, S., Savadori, P., Brini, A. T., & Sacerdote, P. (2021). Secretome of human adipose-derived mesenchymal stem cell relieves pain and neuroinflammation independently of the route of administration in experimental osteoarthritis. Stem Cell Research & Therapy, 12(1), 134.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33737173/