Mengenal Terapi Anti Aging dengan Secretome

Secretome merupakan kumpulan zat bioaktif seperti sitokin, growth factor, dan eksosom, yang disekresikan oleh stem cell. Dalam konteks perawatan kulit, khususnya anti-aging, secretome bekerja melalui mekanisme regeneratif dan anti inflamasi, yang membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat penuaan yang terjadi secara intrinsik (usia biologis) maupun ekstrinsik (paparan sinar UV atau polusi).

Zat-zat dalam secretome mampu merangsang produksi kolagen, elastin, dan fibronectin. Komponen ini berperan dalam menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Selain memberikan efek langsung pada sel-sel kulit, secretome juga bekerja dengan memperbaiki mikrostruktur jaringan dan mendukung angiogenesis yang membantu meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke kulit.

Mekanisme ini menunjukkan terapi secretome bukan hanya bertujuan memperbaiki penampilan kulit dari luar, tetapi juga mendukung proses regenerasi kulit dari dalam.

Baca Artikel Lainnya: Secretome sebagai Alternatif Terapi Non-Seluler untuk Penyakit Saraf

Manfaat Secretome untuk Anti-Aging

  • Meningkatkan Elastisitas dan kelembapan Kulit: Studi menunjukkan bahwa secretome dapat membantu meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit wajah, dengan hasil yang mulai terlihat dalam waktu 12 minggu pasca terapi.
  • Mengurangi Kerutan dan Memperbaiki Tekstur Kulit: Kandungan faktor pertumbuhan dalam secretome seperti TGF-β dan EGF, berperan dalam merangsang regenerasi sel kulit serta pengurangan tanda-tanda penuaan.
  • Mengurangi Peradangan Kronis Pada Kulit: Efek imunomodulator dari secretome dapat membantu mengurangi inflamasi ringan yang kronis, yang sering kali menjadi salah satu penyebab penuaan kulit jangka panjang.

Prosedur Terapi Anti-Aging dengan Secretome

  • Metode Pemberian:Secretome biasanya diaplikasikan melalui prosedur invasif seperti, microneedling, mesoterapi, atau suntikan langsung ke lapisan dermis kulit. Metode ini bertujuan untuk memastikan zat aktif terserap secara optimal ke jaringan yang ditargetkan.
  • Sumber Secretome:Secretome umumnya diambil dari Mesenchymal Stem Cells (MSC) yang dikultur secara khusus di laboratorium. Beberapa terapi menggunakan formulasi tambahan seperti penambahan asam askorbat (vitamin c) untuk meningkatkan manfaat regeneratifnya.
  • Durasi dan Frekuensi Terapi: Terapi ini umumnya dilakukan dalam 3-5 sesi, dengan jeda antara 2-4 minggu. Frekuensi disesuaikan dengan kondisi kulit dan respons masing-masing individu terhadap terapi.
  • Waktu Pemulihan: Terapi ini relatif cepat dalam proses pemulihannya. Sebagian besar pasien biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam 24 hingga 48 jam setelah terapi.
  • Efek Samping dan Keamanan: Karena bersifat non seluler dan dapat berasal dari jaringan tubuh sendiri (autologus), risiko reaksi imunologis relatif rendah. Namun, penting untuk memastikan bahwa secretome diproduksi sesuai standar keamanan dan steril yang bertujuan untuk meminimalkan risiko infeksi atau komplikasi.

Baca Artikel Lainnya: Rahasia Kulit Glowing dari Dalam dengan Secretome

Studi Klinis dan Temuan Terbaru

Beberapa studi klinis menunjukan potensi terapi secretome untuk mengatasi tanda-tanda penuaan kulit. Salah satu studi klinis yang dilakukan oleh Kerscher et al. (2021), dimana partisipan menjalani empat sesi terapi menggunakan Blood Cell Secretome (BCS) selama 12 minggu. Hasilnya menunjukan peningkatan yang signifikan dalam elastisitas, kekencangan, dan hidrasi kulit wajah tanpa adanya efek samping yang berarti.

Selain itu, temuan preklinis juga mendukung potensi secretome sebagai terapi sistemik anti-aging. Dalam sebuah studi hewan oleh Fennel et al. (2024), tikus usia lanjut yang menerima injeksi secretome dua kali seminggu menunjukan peningkatan massa otot, penurunan lemak tubuh, dan peningkatan fungsi fisik seperti kekuatan cengkeram dan aktivitas motorik. Studi ini juga melaporkan adanya perbaikan metabolisme dan struktur jaringan otot dan lemak, yang mengindikasikan efek peremajaan sistemik dari terapi secretome.

Secretome dinilai sebagai pendekatan baru yang memiliki potensi dalam terapi di bidang regeneratif, termasuk anti-aging, dengan dasar ilmiah yang semakin berkembang dan hasil awal yang cukup positif. Kemampuannya dalam meregenerasi jaringan, membantu mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan kulit, menjadikannya sebagai salah satu alternatif terapi dalam perawatan kulit di masa depan. Meski demikian, diperlukan standarisasi prosedur dan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya secara menyeluruh.

Artikel Lain: Penerapan Secretome untuk Kulit Kering dan Dehidrasi

Sebelum memutuskan menjalani terapi ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis profesional agar mendapatkan terapi yang tepat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klinis masing-masing individu. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Terapi Anti Aging dengan Secretome, Anda dapat menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic serta berkonsultasi terkait perkembangan terapi stem cell dan secretome.


Sumber Referensi

  • Hani, R., Khayat, L., Abdel Rahman, A., & Alaaeddine, N. (2023). Effect of stem cell secretome in skin rejuvenation: a narrative review. Molecular Biology Reports, 50, 7745–7758. https://doi.org/10.1007/s11033-023-08622-y
  • Tan, K.-X., Chang, T., & Lin, X. (2022). Secretomes as an emerging class of bioactive ingredients for enhanced cosmeceutical applications. Experimental Dermatology, 31(5), 674–688. https://doi.org/10.1111/exd.14570
  • Damayanti, R., Rusdiana, T., & Wathoni, N. (2021). Mesenchymal Stem Cell Secretome for Dermatology Application: A Review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 14, 1401–1412. https://doi.org/10.2147/CCID.S331044
  • Fennel, Z. J., Bourrant, P.-E., Kurian, A., et al. (2024). Stem cell secretome treatment improves whole‐body metabolism, reduces adiposity, and promotes skeletal muscle function in aged mice. Aging Cell, 23. https://doi.org/10.1111/acel.14144
  • Liang, M., Liu, W., Peng, Z., et al. (2019). The therapeutic effect of secretome from human umbilical cord-derived mesenchymal stem cells in age-related osteoporosis. Artificial Cells, Nanomedicine, and Biotechnology, 47(1), 1357–1366. https://doi.org/10.1080/21691401.2019.1596945
  • Wahyuningsih, K. A., Pangkahila, W., Weta, I. W., Widiana, I. G. R., & Wahyuniari, I. A. I. (2023). Potential Utilisation of Secretome from Ascorbic Acid-Supplemented Stem Cells in Combating Skin Aging. Cell Journal (Yakhteh), 25, 591–602. https://doi.org/10.22074/CELLJ.2023.1995999.1253

Rekomendasi untuk kamu

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.