Mata merupakan bagian tubuh yang paling penting, namun sering kali kurang mendapatkan perawatan khusus. Masalah umum yang sering terjadi di area mata yaitu mata kering, mata merah, lingkaran hitam, dan kerutan halus. Mata kering terjadi karena mata tidak menghasilkan air mata yang cukup agar mata terasa lembab.
Mata merah juga sering terjadi hal ini disebabkan oleh infeksi, alergi atau iritasi. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah kecil di bagian putih mata membengkak karena peradangan yang terjadi. Penanganan mata merah dapat dilakukan dengan mengetahui penyebab utamanya terlebih dahulu kemudian menggunakan antibiotik atau obat antihistamin jika diperlukan.
Lingkaran hitam di bawah mata juga menjadi masalah yang sering ditemukan, terutama bagi orang yang kurang tidur. Selain karena kelelahan faktor genetik juga memengaruhi mata hitam. Maka dari itu menjaga pola tidur sangat penting dan merawat kulit di sekitar area mata hal ini untuk mengurangi tampilan lingkaran hitam.
Kerutan halus yang terjadi di area mata muncul karena bertambahnya usia. Penyebab kerutan di mata disebabkan oleh penurunan elastisitas kulit, kurangnya produksi kolagen, dan paparan sinar matahari. Maka dari itu penting sekali menggunakan produk yang mengandung retinoid dan antioksidan untuk meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerutan di area mata.
Untuk menjaga kesehatan mata maka diperlukan pola hidup yang sehat, tidur yang cukup, menggunakan tabir surya, dan melakukan perawatan yang tepat. Dengan mengonsumsi omega 3 dan vitamin C juga sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan mata. Pemeriksaan mata secara rutin juga perlu dilakukan untuk mendeteksi masalah lebih awal dan mendapatkan penanganan yang efektif.
Baca Artikel Lainnya: Keberhasilan Stem Cell untuk Multiple Sclerosis
Terapi Secretome untuk Kantung Mata
Kantung mata merupakan masalah umum yang membuat penampilan terlihat lelah. Kondisi ini disebabkan oleh banyak hal seperti kelelahan, faktor usia, atau keturunan. Secretome menjadi salah satu metode pengobatan yang menjanjikan untuk mengatasi kantung mata.
Molekul ini dapat memperbaiki jaringan, mengurangi peradangan, dan meningkatkan elastisitas kulit di sekitar mata. Secretom edapat meningkatkan produksi kolagen dan elastin karena keduanya sangat penting untuk memperkuat struktur kulit dan membantu mengurangi pembengkakan di bawah mata.
Prosedur Terapi Secretome untuk Kantung Mata
Prosedur terapi secretome untuk kantung mata dapat dimulai dengan mengambilstem cell yang berasal dari sumsum. Stem cell kemudian dikultur di laboratorium hal ini untuk mendapatkan hasil molekul aktif yang dibutuhkan untuk memperbaiki kulit yang rusak yang disebabkan oleh peradangan. Cairan yang dihasilkan bernama secretome, kemudian hasil ini disaring, dimurnikan, dan dipersiapkan untuk terapi.
Proses pemberian secretome dengan cara menyuntikan langsung ke area kantung mata. Tujuan pemberian sel ini untuk memperbaiki jaringan kulit dan mengurangi penumpukan jaringan yang membuat kantung mata menjadi bengkak. Terapi ini dipercaya aman dan mampu memberikan hasil yang alami tanpa ada efek samping yang berat.
Keunggulan Secretome Dibandingkan Laser
Dibandingkan dengan prosedur laser yang biasa digunakan untuk mengatasi kantung mata, terapi dengan menggunakan secretome maka memiliki beberapa keunggulan. Perawatan yang dilakukan dengan laser dapat membantu mengurangi bengkak dan memproduksi kolagen, namun waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan cukup lama dan menimbulkan efek samping.
Terapi secretome lebih aman digunakan dan memiliki risiko kecil karena tidak menimbulkan pengelupasan dan kerusakan pada kulit. Secretome dapat memperbaiki kulit dengan cara yang alami tanpa meninggalkan bekas luka. Terapi ini juga dapat meningkatkan fungsi sel kulit secara menyeluruh, sehingga memiliki hasil yang lebih alami dan tahan lama.
Baca Artikel Lainnya: Stem Cell dan Gangguan Kecemasan, Studi Terbaru
Tips Mendukung Perawatan Secretome Area Mata
Walaupun terapi secretome memiliki hasil yang bagus untuk mengurangi kantung mata, sangat penting untuk melakukan kebiasaan yang baik untuk mendukung perawatan. Hal yang perlu diperhatikan pertama kali yaitu pola tidur yang cukup, menggunakan krim mata yang memiliki kandungan kafein atau retinol.
Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol karena dapat mempercepat kerusakan pada kulit. Gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV, dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dan mengonsumsi makanan sehat.
Terapi secretome memberikan solusi yang alami dan minim risiko untuk mengatasi kantung mata dibandingkan dengan penggunaan laser. Dengan meregenerasi kulit dan meningkatkan elastisitas secretome dipercaya dapat mengurangi pembengkakan pada area mata. Meskipun memiliki hasil yang berbeda pada beberapa orang, namun terapi ini dapat menjadi pilihan yang aman dan nyaman.
Ingin mengurangi kantung mata dengan cara yang alami dan minim risiko? Temukan solusi terbaik dengan terapi secretome di Regenic. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli kami dan wujudkan tampilan area mata yang lebih segar dan kencang. Hubungi Regenic hari ini untuk informasi lebih lanjut!
Sumber Referensi:
- Li, X., Zhang, D., Yu, Y., Wang, L., & Zhao, M. (2024). Umbilical cord-derived mesenchymal stem cell secretome promotes skin regeneration and rejuvenation: From mechanism to therapeutics. Cell Proliferation, 57(4), e13586. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/cpr.13586
- Jha, K. A., Rasiah, P. K., Gentry, J., Del Mar, N. A., Kumar, R., Adebiyi, A., Reiner, A., & Gangaraju, R. (2022). Mesenchymal stem cell secretome protects against oxidative stress-induced ocular blast visual pathologies. Experimental Eye Research, 215, 108930. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35016886/
- Seidel, R., & Moy, R. L. (2015). Reduced appearance of under-eye bags with twice-daily application of epidermal growth factor (EGF) serum: A pilot study. Journal of Drugs in Dermatology, 14(4), 405–410. PMID: 25844616 https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25844616/
- Schaumberg, D. A., Sullivan, D. A., Buring, J. E., & Dana, M. R. (2015). Prevalence and causes of dry eye disease in the United States: Results of the Women's Health Study. Ophthalmology, 122(7), 1321–1331. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12888056/
- Friedmann, D. P., & Goldman, M. P. (2016). Dark circles: Etiology and management options. Clinics in Plastic Surgery, 43(3), 413–417. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25440739/