Penyakit autoimun pada mata merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat di dalam mata. Kondisi ini bisa memicu peradangan kronis, jika tidak ditangani dengan baik, berisiko menyebabkan kerusakan permanen hingga kebutaan. Beberapa jenis penyakit autoimun yang menyerang mata antara lain uveitis autoimun, sindrom sjögren (mata kering kronis), retinitis autoimun, dan komplikasi mata akibat penyakit autoimun sistemik, seperti lupus dan skleroderma.
Gejala umum dari penyakit autoimun mata antara lain mata merah, nyeri, penglihatan buram, sensitivitas terhadap cahaya (silau), serta kekeringan mata yang ekstrem. Gejala ini umumnya muncul bertahap dan bisa kambuh berulang kali. Pemeriksaan oftalmologi dan imunologi diperlukan untuk memastikan diagnosis dan penyebab autoimun.
Hingga saat ini penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Namun, faktor-faktor seperti faktor genetik, paparan lingkungan, infeksi tertentu, serta gangguan regulasi sistem imun diduga berperan dalam memicu kondisi ini. Terapi standar saat ini, seperti kortikosteroid atau imunosupresan, dapat meredakan peradangan. Namun, penggunaan jangka panjang sering dikaitkan dengan berbagai efek samping.
Seiring berkembangnya ilmu kedokteran, terapi regeneratif menjadi salah satu pendekatan yang mulai dilirik. Salah satunya dengan pemanfaatan stem cell mesenkimal (MSC) yang memiliki potensi sebagai efek imunomodulasi dan regenerasi jaringan.
Baca Artikel Lainnya: Bagaimana Secretome Berperan dalam Imunomodulasi?
Apa Itu Stem Cell Mesenkimal (MSC)?
Mesenchymal Stem Cell (MSC) adalah jenis stem cell yang dapat ditemukan di jaringan tubuh seperti sumsum tulang, jaringan lemak, dan tali pusat. Sel ini memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel jaringan ikat, serta berperan dalam membantu memperbaiki jaringan yang rusak.
Selain sifat regeneratifnya, MSC juga memiliki sifat imunomodulator, yaitu kemampuan mengatur aktivitas sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang jaringan tubuh sendiri. Hal ini menjadikan MSC berpeluang menjadi salah satu alterantif untuk terapi penyakit autoimun, termasuk yang menyerang mata.
Mekanisme Kerja Stem Cell Mesenkimal dalam Terapi Penyakit Mata Autoimun
MSC bekerja melalui dua mekanisme, yaitu dengan menekan aktivitas sel imun seperti T-sel dan makrofag yang terlibat dalam peradangan autoimun dan melepaskan molekul bioaktif seperti eksosom, sitokin, dan faktor pertumbuhan yang mendukung pemulihan jaringan dan menenagkan peradangan. Beberapa efek penting dari MSC antara lain:
- Mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6
- Meningkatkan produksi molekul antiinflamasi seperti IL-10 dan TGF-β
- Menghambat migrasi sel imun ke jaringan mata
- Mendukung perbaikan jaringan seperti retina, kornea, dan kelenjar air mata
Manfaat Terapi MSC untuk Penyakit Mata Autoimun
Terapi stemcell mesenkimal menunjukkan sejumlah manfaat potensial dalam penanganan penyakit autoimun mata, di antaranya:
- Mengurangi peradangan kronis pada jaringan mata
- Memperbaiki jaringan mata yang rusak, seperti retina dan kornea
- Menstabilkan sistem imun dan mencegah kekambuhan
- Memperbaiki fungsi kelenjar air mata pada sindrom Sjögren
- Mengurangi ketergantungan pada penggunaan kortikosteroid dan obat imunosupresif
Prosedur Terapi Stem Cell Mesenkimal untuk Penyakit Mata Autoimun
Prosedur terapi MSC umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan medis, tergantung pada kondisi pasien. Tahapan umumnya meliputi:
- Pengambilan sel MSC dari jaringan donor, seperti lemak atau tali pusat.
- Sel MSC diperbanyak dan dimurnikan di laboratorium khusus dengan kontrol kualitas ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas.
- Pemberian sel MSC ke pasien dapat dilakukan melalui salah satu metode seperti Injeksi intravitreal (langsung ke dalam bola mata) dan Injeksi intravena (sistemik) untuk mengatasi penyakit autoimun sistemik
- Setelah terapi, pasien akan dipantau melalui pemeriksaan mata berkala dan evaluasi imunologis guna memastikan respon terhadap terapi.
Penelitian Terbaru
Sebuah studi oleh Mannino(2021) mengkaji potensi stemcell mesenkimal(MSC) untuk berbagai penyakit mata, termasuk yang bersifat autoimun seperti uveitisdanretinitis. Penelitian ini menunjukkan bahwa MSC berpotensi menekan peradangan dan mendukung perbaikan jaringan mata yang rusak melalui pelepasan molekul parakrin seperti sitokin dan eksosom.
Hasilnya, pasien yang mendapatkan terapi MSC mengalami penurunan gejala peradangan serta perbaikan pada struktur dan fungsi retina. Studi ini memperkuat bahwa MSC memiliki profil yang keamanan yang baik dan berpotensi menjadi terapi tambahan untuk kasus autoimun mata yang sulit ditangani dengan pengobatan konvensional. Meskipun hasil awal cukup menjanjikan, terapi stem cell masih dalam membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan terapi jangka panjang.
Tertarik mendalami terapi stemCell dan secretome? Regenic hadir untuk memberikan informasi dan edukasi seputar memahami manfaat dan keamanannya.
Sumber Referensi:
- Mannino, G., Russo, C., Longo, A., Anfuso, C., Lupo, G., Lo Furno, D., Giuffrida, R., & Giurdanella, G. (2021). Potential therapeutic applications of mesenchymal stem cells for the treatment of eye diseases. World Journal of Stem Cells, 13, 632 - 644. https://doi.org/10.4252/wjsc.v13.i6.632.
- Rad, L., Yumashev, A., Hussen, B., Jamad, H., Ghafouri-Fard, S., Taheri, M., Rostami, S., Niazi, V., & Hajiesmaeili, M. (2022). Therapeutic Potential of Microvesicles in Cell Therapy and Regenerative Medicine of Ocular Diseases With an Especial Focus on Mesenchymal Stem Cells-Derived Microvesicles. Frontiers in Genetics, 13. https://doi.org/10.3389/fgene.2022.847679.
- Djatche, W., Zhu, H., , W., Li, Y., Li, Z., Zhao, H., Liu, Z., & Qiao, H. (2023). Potential of mesenchymal stem cell-derived conditioned medium/secretome as a therapeutic option for ocular diseases.. Regenerative medicine. https://doi.org/10.2217/rme-2023-0089.