Stroke merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesehatan pada orang dewasa. mengutip dalam berita dari Swiss Medica dengan judul “Post-Stroke Recovery With Stem Cell Therapy” Stroke menjadi masalah kesehatan pada orang dewasa dengan 15% hingga 30% pasien Stroke mengalami kecacatan permanen dan 20% membutuhkan perawatan institusional setidaknya selama 3 bulan setelah terjadinya Stroke.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Stroke dapat terbagi menjadi dua jenis utama yaitu, Stroke Iskemik (yang disebabkan oleh pembekuan darah) dan Stroke Hemoragik (yang disebabkan oleh pendarahan di otak).
Gejala Stroke meliputi kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau mengerti ucapan orang lain, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang parah. Penyebab Stroke meliputi beberapa faktor seperti tekanan darah tinggi, merokok, Diabetes, dan riwayat keluarga dengan Stroke.
Baca Artikel Lainnya: Stem Cell sebagai Terapi Masa Depan untuk Cedera Otak dan Saraf Tulang Belakang
Terapi Stem Cell sebagai Inovasi dalam Penanganan Pasca Stroke
Terapi stem cell adalah pengobatan baru yang menggunakan sel induk untuk memperbaiki jaringan otak yang rusak akibat stroke. Stem cell adalah sel yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh, termasuk sel saraf. Dalam terapi stroke, stem cell dapat membantu dengan dua cara utama:
- Menggantikan Sel yang Rusak: Stem cell berpotensi untuk berkembang menjadi sel saraf baru, menggantikan sel yang mati atau rusak akibat stroke.
- Mengurangi Peradangan dan Memperbaiki Jaringan: Stem cell berpotensi mengeluarkan zat-zat yang mengurangi peradangan dan merangsang pertumbuhan jaringan baru, membantu otak memulihkan fungsi yang hilang.
Prosedur Stem Cell dalam Pemulihan Motorik
Prosedur terapi stem cell untuk pemulihan motorik pasca stroke melibatkan beberapa langkah:
- Pengambilan Stem Cell: Stem cell dapat diambil dari sumsum tulang pasien sendiri (Autologous) atau dari donor (Allogeneic).
- Pengolahan dan Perbanyakan: Setelah diambil, stem cell diproses dan diperbanyak di laboratorium untuk memastikan jumlah dan kualitas yang memadai.
- Pemberian Stem Cell: Stem cell yang telah dipersiapkan sebelumnya kemudian diberikan kepada pasien melalui suntikan intravena atau langsung ke area otak yang terkena stroke.
- Pemantauan dan Rehabilitasi: Setelah terapi, pasien nantinya akan menjalani program rehabilitasi untuk memaksimalkan pemulihan fungsi motorik, serta pemantauan untuk mengevaluasi efektivitas dan mendeteksi efek samping.
Studi Klinis dan Temuan Terbaru
Terdapat temuan baru dalam berita yang dikutip dari Medical Xpress, yaitu para peneliti mengatakan bahwa “Stem cell yang dimodifikasi yang digunakan dalam penelitian ini telah dikembangkan secara klinis selama lebih dari satu dekade untuk mengobati stroke dan cedera otak traumatis. Uji klinis telah menunjukkan bahwa, pada beberapa pasien, stem cell dapat membantu orang mendapatkan kembali kendali atas lengan dan kaki mereka.”
Baca artikel lainnya: Secretome untuk Pemulihan Stroke: Apakah Efektif?
Faktor Penentu Keberhasilan Stem Cell dalam Rehabilitasi Motorik Pasca Stroke
Keberhasilan terapi stem cell dalam rehabilitasi motorik pasca stroke dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Waktu Pemberian Terapi: Terapi yang diberikan pada fase subakut (beberapa minggu setelah Stroke) cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan fase kronis.
- Jenis dan Sumber Stem Cell: Stem cell mesenkimal dari sumsum tulang atau jaringan adiposa sering digunakan karena potensinya dalam regenerasi jaringan dan modulasi sistem imun.
- Kondisi Pasien: Usia, tingkat keparahan stroke, dan kondisi kesehatan umum pasien dapat mempengaruhi respons terhadap terapi.
- Program Terapi Tambahan: Kombinasi terapi stem cell dengan program rehabilitasi fisik yang intensif berpotensi untuk meningkatkan hasil pemulihan motorik.
Terapi stem cell dapat memberikan harapan dalam pengobatan dalam rehabilitasi motorik pasca stroke. Dengan kemampuannya untuk merangsang regenerasi saraf dan memperbaiki jaringan otak yang rusak, terapi ini berkemungkinan untuk membantu pasien mengembalikan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pengobatan ini tentu tetap memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan protokol standar dan memastikan keamanan jangka panjang terapi ini. Jika Anda atau orang terdekat mengalami stroke dan mempertimbangkan terapi stem cell sebagai bagian dari program rehabilitasi, konsultasikan dengan tim ahli kami di Regenic atau menghubungi mitra layanan kami. Pantau terus perkembangan Stem Cell Indonesia hanya di Regenic.
Sumber Referensi:
- Klein, B., Ciesielska, A., Morán Losada, P., Sato, A., Shah-Morales, S., Ford, J. B., Higashikubo, B., Tager, D., Urry, A., Bombosch, J., Chang, W.-C., Andrews-Zwilling, Y., Nejadnik, B., Warraich, Z., & Paz, J. T. (2025). Modified human mesenchymal stromal/stem cells restore cortical excitability after focal ischemic stroke in rats. Molecular Therapy, 33(1), 375–400. https://doi.org/10.1016/j.ymthe.2024.12.006
- Song, J., Zhou, D., Cui, L., Wu, C., Jia, L., Wang, M., Li, J., Ya, J., Ji, X., & Meng, R. (2024). Advancing stroke therapy: innovative approaches with stem cell-derived extracellular vesicles. Cell communication and signaling : CCS, 22(1), 369. https://doi.org/10.1186/s12964-024-01752-1
- Swiss Medica. (2025, April 4). Post-stroke recovery with stem cell therapy.https://www.startstemcells.com/stroke-treatment-and-recovery.html
- Steinberg, G. K., Kondziolka, D., Wechsler, L. R., Lunsford, L. D., Coburn, M. L., Billigen, J. B., Kim, A. S., Johnson, J. N., Bates, D., King, B., Case, C., McGrogan, M., Yankee, E. W., & Schwartz, N. E. (2016). Clinical Outcomes of Transplanted Modified Bone Marrow-Derived Mesenchymal Stem Cells in Stroke: A Phase 1/2a Study. Stroke, 47(7), 1817–1824. https://doi.org/10.1161/STROKEAHA.116.012995
- Medical Xpress. (2025, January 2). Stem cell therapy can help brain recover even a month after stroke. https://medicalxpress.com/news/2025-01-stem-cell-therapy-brain.html