Secretome Membantu Meningkatkan Fertilitas Pria

Masalah kesuburan bukan hanya menjadi perhatian perempuan. Faktanya, sekitar 50% dari kasus infertilitas pasangan disebabkan oleh faktor pria di dunia. Dalam banyak kasus, penyebab pastinya bahkan tidak diketahui atau bersifat idiopatik, sehingga pengobatannya pun menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, pengobatan fertilitas pria masih terbatas. Kebanyakan terapi yang tersedia bersifat invasif dan mahal seperti Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) atau IVF. Sementara itu, pengobatan hormonal dan antioksidan hanya menunjukkan hasil yang beragam tak menentu, dan seringkali tanpa perbaikan nyata dalam fertilitas. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan pendekatan baru yang lebih efektif dengan efek samping yang minimal.

Salah satu solusi potensial untuk meningkatkan fertilitas pria datang dari bidang pengobatan regeneratif, yaitu secretome. Teknologi ini semakin mendapat perhatian karena kemampuannya dalam memperbaiki kualitas sperma, mengurangi stres oksidatif, serta mendukung regenerasi sistem reproduksi pria.

Mekanisme Kerja Secretome dalam Meningkatkan Fertilitas

Secretome merupakan kumpulan molekul bioaktif (seperti protein, lipid, dan mikroRNA) yang disekresikan oleh stem cell, terutama Mesenchymal Stem Cells (MSCs). Komponen utama dalam secretome antara lain adalah growth factors, sitokin, dan extracellular vesicles (EVs) seperti eksosom, yang berperan besar dalam proses penyembuhan dan regenerasi jaringan.

Dalam konteks fertilitas pria, secretome bekerja melalui beberapa mekanisme:

  • Mengurangi stres oksidatif

Stres oksidatif merupakan penyebab utama kerusakan DNA sperma dan penurunan motilitas. Secretome mengandung protein antioksidan yang mampu menetralisir ROS (Reactive Oxygen Species)

  • Meningkatkan fungsi mitokondria sperma

Komponen bioaktif secretome mendukung perbaikan fungsi mitokondria yang penting untuk motilitas sperma.

  • Regenerasi sel germinal dan sel Leydig

Secretome merangsang regenerasi jaringan testis, termasuk niche sel punca spermatogonia dan peningkatan hormon androgen.

Manfaat Secretome untuk Peningkatan Kualitas Sperma

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian secretome dapat meningkatkan berbagai parameter kualitas sperma:

  • Viabilitas dan motilitas sperma meningkat

Secretome dari umbilical cord MSCs terbukti meningkatkan motilitas dan struktur ultraseluler sperma pada pria dengan asthenoteratozoospermia.

  • Penurunan stres oksidatif

Secretome menurunkan kadar marker stres oksidatif seperti 8-OHdG, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan seperti SOD dan katalase.

  • Perbaikan morfologi sperma

Kandungan growth factors dalam secretome mendukung pematangan sperma secara morfologis.

  • Interaksi dengan vesikel ekstraseluler

Prostasome dan epididymosome dalam secretome berperan dalam pematangan sperma dan membawa protein serta RNA penting untuk fungsi fertilisasi.

Prosedur Terapi Secretome untuk Kesuburan Pria

Terapi secretome termasuk prosedur yang cukup sederhana dan tidak invasif. Artinya, tidak memerlukan pembedahan atau tindakan yang menyakitkan. Pemberiannya bisa melalui suntikan ke pembuluh darah (intravena) atau langsung ke jaringan testis (intratestikular), tergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien.

Sebelum terapi dimulai, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu. Pemeriksaan ini mencakup analisis kualitas sperma, kadar hormon, serta kondisi kesehatan reproduksi secara umum. Setelah itu, secretome yang sudah diformulasikan khusus dan sesuai standar akan diberikan dengan dosis dan durasi yang sudah ditentukan berdasarkan protokol medis. Dengan prosedur yang minim risiko ini, pasien bisa mendapatkan manfaat regeneratif secretome tanpa perlu melalui proses yang rumit atau menyakitkan.

Bukti Klinis dan Studi Pendukung

Beberapa studi pre-klinik dan klinis telah menunjukkan potensi secretome dalam meningkatkan fertilitas pria:

  1. Penelitian oleh Sagaradze (2019) menunjukkan bahwa secretome yang dihasilkan oleh Mesenchymal Stromal Cells (MSCs) memiliki potensi besar dalam mendukung pemulihan fertilitas pria, terutama pada kasus gangguan spermatogenesis. secretome ini mengandung berbagai faktor bioaktif penting, seperti GDNF dan FGF2, yang berperan dalam merangsang pertumbuhan dan regenerasi sel-sel penunjang di testis, termasuk sel Sertoli, sel Leydig, dan Spermatogonial Stem Cells (SSC).

Dalam studi yang menggunakan model tikus kriptorkidisme bilateral (suatu kondisi testis tidak turun ke skrotum), secretome MSCs diberikan secara lokal untuk menguji efek regeneratifnya. Hasilnya cukup menjanjikan, struktur jaringan testis mulai kembali menyerupai kondisi normal hanya dalam waktu tiga bulan. Proses ini menunjukkan adanya pemulihan spermatogenesis yang efektif, meskipun intensitas pemulihannya bervariasi antar individu.

Selain itu, pemulihan fungsi testis juga terlihat dari peningkatan hormon testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) yang berkorelasi positif dengan jumlah dan pergerakan sperma. Artinya, secretome tidak hanya memperbaiki struktur jaringan testis, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi hormonal yang penting bagi kesuburan pria.

Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa terapi berbasis secretome MSCs berpotensi menjadi pendekatan non-invasif yang efektif untuk mengatasi infertilitas pria akibat gangguan pada sel-sel kunci dalam proses pembentukan sperma.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Margiana (2025) menunjukkan bahwa secretome yang berasal dari stem cell, khususnya Mesenchymal Stem Cells dari tali pusat (UC-MSCs), memiliki potensi besar dalam membantu pria yang mengalami gangguan kesuburan akibat kualitas sperma yang buruk terutama pada kondisi yang disebut asthenoteratozoospermia, yaitu sperma dengan gerakan (motilitas) dan bentuk (morfologi) yang tidak normal.

Dalam studi klinis ini, pemberian secretome secara langsung terbukti mampu meningkatkan motilitas progresif sperma dari 30% menjadi 53%. Selain itu, proporsi sperma dengan bentuk normal juga meningkat, dan jumlah sperma yang hidup (viabel) menjadi lebih tinggi. Semua aspek ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan pembuahan secara alami.

Secretome juga bekerja sebagai antioksidan alami. Kandungannya membantu menurunkan kadar radikal bebas (ROS) yang berbahaya dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh lewat enzim seperti SOD dan katalase. Dengan berkurangnya stres oksidatif, sel sperma menjadi lebih terlindungi, termasuk pada bagian DNA-nya. Hal ini dibuktikan dengan penurunan kadar 8-OHdG, penanda kerusakan DNA akibat stres oksidatif.

Secara keseluruhan, studi ini memberikan harapan baru bahwa secretome dari stem cell UC-MSCs dapat menjadi terapi tambahan yang aman dan efektif untuk meningkatkan kesuburan pria, khususnya yang mengalami gangguan kualitas sperma.

Secretome menawarkan pendekatan baru yang menjanjikan untuk mengatasi infertilitas pria, terutama pada kasus idiopatik atau yang tidak merespons terapi konvensional. Dengan kemampuannya dalam memperbaiki kualitas sperma, menurunkan stres oksidatif, dan merangsang regenerasi jaringan testis, secretome membuka peluang terapi yang lebih aman dan efektif di masa depan.

Bagi Anda yang sedang mencari solusi alami dan berbasis sains untuk mengatasi masalah kesuburan, terapi secretome dapat menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Konsultasikan terapi secretome dalam membantu meningkatkan fertilitas pria bersama Regenic.

Referensi:

  • Agarwal, A., Selvam, M. K. P., & Baskaran, S. (2020). Proteomic analyses of human sperm cells: Understanding the role of proteins and molecular pathways affecting male reproductive health. International Journal of Molecular Sciences, 21(5). https://doi.org/10.3390/ijms21051621
  • Bieniek, J. M., & Lo, K. C. (2016). Recent advances in understanding & managing male infertility. F1000research, 5. https://doi.org/10.12688/f1000research.9375.1
  • Greither, T., Dejung, M., Behre, H. M., Butter, F., & Herlyn, H. (2023). The human sperm proteome—Toward a panel for male fertility testing. Andrology, 11(7), 1418–1436. https://doi.org/10.1111/andr.13431
  • Hussain, T., Kandeel, M., Metwally, E., Murtaza, G., Kalhoro, D. H., Yin, Y., Tan, B., Chughtai, M. I., Yaseen, A., Afzal, A., Afzal, A., & Kalhoro, M. S. (2023). Unraveling the harmful effect of oxidative stress on male fertility: A mechanistic insight. Frontiers in Endocrinology, 14. https://doi.org/10.3389/fendo.2023.1070692
  • Khaw, S. C., & Da Silva, S. M. (2024). From bench to babies – drug development for male subfertility. Reproduction and Fertility, 5(4). https://doi.org/10.1530/RAF-24-0022
  • Margiana, R., Adriansyah, R. F., Soebadi, M. A., I’tishom, R., Graciana, T., & Lestari, S. W. (2025). Impacts of UC-MSCS on the Quality of Sperm in Asthenoteratozoospermia | Impactos de UC-MSCS en la calidad del esperma en la astenoteratozoospermia. Salud Ciencia Y Tecnologia, 5. https://doi.org/10.56294/saludcyt20251104
  • Omar, S. M., Zahran, N. N., Alhotan, R. A., Hussein, E. O., Galik, B., & Saleh, A. A. (2024). Evaluation of Salvia hispanica as a Therapeutic Agent against Sodium Arsenic-Induced Testicular Toxicity in a Male Rats Model. Life, 14(1). https://doi.org/10.3390/life14010109
  • Sagaradze, G. D., Basalova, N. A., Kirpatovsky, V. I., Ohobotov, D. A., Grigorieva, O. A., Balabanyan, V. Y., Kamalov, A. A., & Efimenko, A. Y. (2019). Application of rat cryptorchidism model for the evaluation of mesenchymal stromal cell secretome regenerative potential. Biomedicine and Pharmacotherapy, 109, 1428–1436. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2018.10.174
  • Tournaye, H. (2011). Diagnosis and Management of Male Infertility. In Infertility. https://doi.org/10.1002/9781444393958.ch8
  • Yalcinkaya, T. M., Sittadjody, S., & Opara, E. C. (2014). Scientific principles of regenerative medicine and their application in the female reproductive system. Maturitas, 77(1), 12–19. https://doi.org/10.1016/j.maturitas.2013.10.007

Rekomendasi untuk kamu

article

Peran Terapi Stem Cell dalam Meningkatkan Fungsi Ovarium

Umum05 Dec 2025

Ovarium atau indung telur bukan hanya tempat sel telur matang, tapi juga berfungsi sebagai penghasil hormon penting seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini berperan besar dalam menjaga kesuburan, keseimbangan hormon, serta kesehatan tubuh wanita secara keseluruhan.

article

Bagaimana Secretome Membantu Penyembuhan Multiple Sclerosis?

Saraf05 Dec 2025

Multiple Sclerosis (MS) merupakan penyakit kronis autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya dapat bervariasi tiap individu, mulai dari kelelahan, gangguan penglihatan, kelemahan otot, kesemutan, hingga kesulitan berjalan.

article

Potensi Regeneratif Secretome dalam Mengatasi Tumor Jinak Rahim

Umum05 Dec 2025

Tumor jinak rahim atau mioma uteri (fibroid) adalah pertumbuhan jaringan otot polos yang tidak bersifat kanker pada dinding rahim. Kondisi ini cukup umum, terutama pada wanita usia reproduktif. Gejalanya bisa sangat bervariasi, mulai dari menstruasi yang berat dan berkepanjangan, nyeri panggul, hingga gangguan kesuburan. Penyebab pasti mioma belum diketahui, tetapi faktor hormon (estrogen dan progesteron) serta genetika diyakini berperan besar.