Lupus Eritematosus Sistemik merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang organ tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, dan sistem saraf. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.
Gejala lupus yang paling umum adalah kelelahan ekstrem, nyeri sendi, ruam kulit, bahkan gangguan ginjal. Gejala ini sering datang dan pergi dalam bentuk flare (kambuh) dan remisi (tenang). Untuk penyebab pastinya belum diketahui, tetapi para ilmuan percaya penyebabnya dari faktor genetik, hormonal, lingkungan, dan infeksi.
Meskipun terapi konvensional seperti kortikosteroid dan imunosupresan bisa membantu mengontrol penyakit ini, tetapi penggunaan jangka panjang aman menimbulkan efek samping yang serius. Oleh karena itu terapi alternatif seperti secretome yang aman dan efektif akan sangat dibutuhkan.
Baca Artikel Lainnya: Stem Cell dan Perkembangan Saraf pada Bayi Prematur
Potensi Terapi Secretome dalam Penanganan Lupus
Secretome adalah zat yang dihasilkan stem cell, zat ini mengandung banyak komponen aktif seperti imunomodulator, anti inflamasi dan regeneratif yang mampu berinteraksi dengan sistem imun pada tubuh. Karena lupus merupakan penyakit autoimun, maka pendekatan berbasis regulasi imun seperti secretome menjadi menarik untuk terus dikembangkan sebagai terapi tambahan diluar pengobatan kontroversial.
Beberapa studi menunjukan bahwa secretome dapat menekan aktivitas sel T dan B autoreaktif, mengurangi sitokin proinflamasi seperti dan TNF-α, serta memperbaiki fungsi imun.
Berbeda dengan terapi stem cell langsung yang menghadapi kendala imunogenisitas dan etika, terapi secretome dinilai lebih aman, praktis, dan mudah disimpan, tanpa risiko tumorigenik. Ini menjadikannya opsi terapi non-seluler yang menjanjikan untuk pasien lupus jangka panjang.
Prosedur Terapi Secretome dalam Penanganan Lupus
Prosedur terapi secretome umumnya melibatkan pengumpulan medium kondisioning dari kultur MSC, yang kemudian dimurnikan dan disiapkan dalam bentuk injeksi. Pemberian dapat dilakukan secara intramuskular atau intravena, tergantung protokol penelitian. Dalam studi klinis awal, injeksi dilakukan mingguan selama enam minggu tanpa efek samping serius.
Artikel Lain: Mitos vs Fakta, Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Stem Cell?
Studi Klinis dan Temuan Terbaru
Penelitian mengenai penggunaan secretome dalam terapi lupus semakin berkembang. Salah satu studi klinik yang melibatkan 29 pasien wanita dengan aktivitas lupus sedang menunjukan bahwa pemberian intramuskular secretome dari stem cell mesenkimal (tali pusat) selama enam minggu dapat menurunkan skor aktivitas penyakit (MEX-SLEDAI) serta meningkatkan kadar komplemen C3 tanpa menimbulkan efek samping.
Selain itu, meta-analisis oleh Kusuma et al. (2025) melakukan uji klinik acak menemukan bahwa secretome mesenkimal dapat menurunkan kadar antibodi anti-dsDNA serta meningkatkan kadar komplemen C3 secara signifikan. Studi inipun mempertegas terapi ini aman dan dapat menjadi alternatif tambahan untuk pengobatan lupus.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Terapi
- Sumber MSC: MSC dari tali pusat menunjukkan efek lebih kuat dibanding dari jaringan lain.
- Frekuensi dan dosis: Pemberian teratur selama beberapa minggu lebih efektif.
- Status penyakit: Terapi lebih efektif pada pasien dengan aktivitas penyakit sedang dibanding aktif berat atau kronis.
- Lingkungan mikro dan respons imun individu: Perbedaan profil imun antar pasien dapat memengaruhi efektivitas secretome terhadap sel B dan molekul imun lainnya.
Artikel Lain: Secretome sebagai Alternatif Terapi Non-Seluler untuk Penyakit Saraf
Secretome dalam Penanganan Lupus
Secretome merupakan produk alami yang dihasilkan dari stem cell dalam bentuk cairan yang mengandung berbagai molekul aktif seperti protein, enzim, dan mikroRDA. Dalam kasus lupus secretome digunakan untuk terapi non seluler yang membantu menyeimbangkan kembali sistem imun tubuh yang rusak.
Penelitian terbaru menunjukan bahwa secretome dari MSC mampu berinteraksi langsung dengan sel-sel imun yang terlibat dalam lupus. Terapi ini dinilai lebih aman dan praktis, serta memiliki risiko lebih rendah terhadap efek samping imunologis.
Terapi secretome menawarkan pendekatan baru yang menjanjikan dalam penanganan lupus, terutama sebagai alternatif dari pengobatan konvensional yang memiliki banyak efek samping jangka panjang. Dengan kemampuannya untuk berinteraksi langsung dengan sistem imun tanpa melibatkan sel hidup, secretome dinilai lebih aman, mudah diaplikasikan, dan minim risiko.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan dan penelitian lanjutan, bukti awal dari studi klinis dan eksperimental menunjukkan hasil positif terhadap penurunan aktivitas penyakit lupus. Ke depan, dengan standarisasi prosedur dan uji klinis berskala besar, secretome berpotensi menjadi bagian penting dari terapi lupus yang lebih efektif, individual, dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, mengenai Secretome untuk Pasien Lupus dapat mengunjungi layanan kesehatan untuk berkonsultasi terkait perkembangan terapi stem cell di Regenic.
Sumber Referensi
- Kusuma, N. F., Kurniati, N., & Felinka, N. (2025). Immunomodulatory Effects of Mesenchymal Stem Cell Secretome in Systemic Lupus Erythematosus: A Meta-Analysis. Bioscientia Medicina. DOI: https://doi.org/10.37275/bsm.v9i4.1244
- Nurudhin, A., Werdiningsih, Y., Sunarso, I., et al. (2025). Umbilical cord mesenchymal stem cell-derived secretome as a potential treatment for systemic lupus erythematosus. Narra J. DOI: https://doi.org/10.52225/narra.v5i1.1799
- Yordanova, A., Ivanova, M. G., Tumangelova-Yuzeir, K., et al. (2024). Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell Secretome: A Potential Regulator of B Cells in Systemic Lupus Erythematosus. International Journal of Molecular Sciences, 25(23). DOI: https://doi.org/10.3390/ijms252312515
- Popis, M., Konwerska, A., Partyka, M., et al. (2021). Mesenchymal stem cells and their secretome - candidates for safe and effective therapy for systemic lupus erythematosus. Medical Journal of Cell Biology, 9, 110–122. DOI: https://doi.org/10.2478/acb-2021-0016
- Adiyana, F. A., Bachnas, M. A., Sulistyowati, S., et al. (2020). The Effect of Mesenchymal Secretome Stem Cell Therapy toward Caspase-3 Expression in Pregnant Mice with Pristan-Induced Lupus Model. Indonesian Journal of Medicine, 5(3), 224–229. DOI: https://doi.org/10.26911/theijmed.2020.05.03.07