Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang menetap dalam jangka waktu lama. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara memadai atau sel-sel tubuh tidak merespon insulin secara optimal.
Insulin, hormon yang dihasilkan sel beta pankreas, berfungsi mengatur penyerapan glukosa dari darah ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Penyebab Diabetes Melitus terbagi menjadi dua jenis besar Diabetes Melitus Tipe 1 dan Diabetes Melitus Tipe 2.
Diabetes Melitus Tipe 1 disebabkan oleh reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel beta pankreas penghasil insulin. Sementara itu, Diabetes Melitus Tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin atau produksi insulin oleh pankreas tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Gejala umum Diabetes Melitus adalah frekuensi buang air kecil yang lebih dari biasa, haus yang lebih dari biasa, lapar yang lebih dari biasa, penurunan berat badan tidak menjelaskan, lelah, penglihatan kabur. Penyebab Diabetes Melitus sangat rumit dan termasuk faktor genetik, lingkungan, gaya hidup dan faktor risiko lainya.
Baca Artikel Lainnya: Stem Cell untuk Guillain-Barré Syndrome: Terobosan Baru?
Terapi Secretome dalam Meningkatkan Sensitivitas Insulin untuk Diabetes Melitus
Terapi secretome merupakan pendekatan potensial yang memanfaatkan faktor bioaktif yang disekresikan oleh Stem Cell Mesenchymal (MSC) untuk membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Senyawa dalam secretome diduga dapat memodulasi proses biologis tubuh, sehingga memungkinkan insulin bisa digunakan lebih efektif.
Selain itu, Secretome diharapkan dapat meningkatkan respon sel terhadap insulin, sehingga berpotensi membantu mengatur kadar glukosa darah secara lebih efektif dibandingkan terapi konvensional yang hanya berfokus pada penurunan glukosa darah sementara.
Manfaat Secretome dalam Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Terapi diabetes dengan secretome memberikan potensi manfaat seperti meningkatkan sensitivitas insulin, kadar glukosa darah dengan meningkatkan utilisasi glukosa di jaringan, serta meredakan peradangan yang terkait dengan resistensi insulin. Selain itu, Secretome juga membantu penderita Diabetes Melitus.
Pada Diabetes Melitus tipe 2, akumulasi glukosa dalam jaringan dan resistensi insulin dapat memicu gangguan metabolik dan respons peradangan kronis. Secretome diduga membantu memutus lingkaran ini dengan menargetkan mekanisme inflamasi dan memperbaiki fungsi sel beta pankreas.
Baca Artikel Lainnya: Stem Cell untuk Neuropati Diabetik: Solusi Baru?
Prosedur Secretome dalam Meningkatkan Sensitivitas Insulin pada Penderita Diabetes Melitus
Prosedur terapi Secretome pada penderita Diabetes Melitus memiliki beberapa tahap. Mesenchymal Stem Cells (MSCs) diambil dari sumber yang sesuai, misalnya dari lemak tubuh atau tali pusat. Selanjutnya, MSCs dikultur dalam kondisi terkontrol untuk menghasilkan faktor bioaktif, yang kemudian diisolasi dari medium kultur. Kemudian secretome dimurnikan dan diberikan melalui injeksi intravena atau metode lain yang sesuai berdasarkan penilaian dokter.
Studi Klinis dan Temuan Terbaru
Penelitian yang dipimpin oleh Marlina mengidentifikasi dan mengevaluasi pengaruh FGF21 dari Secretome sel induk Mesenchymal adipose dalam pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada model hewan dan menunjukkan efektivitas Secretome dalam meningkatkan sensitivitas insulin.
Penelitian ini dilakukan bersama Melly Susanti,menemukan bahwa Secretome dari sel induk Mesenchymal darah tali pusat (HUCB-MSCs) dapat meningkatkan migrasi endothelial progenitor cell (EPC) pada kondisi glukosa tinggi. Ini menunjukkan potensi terapi Secretome dalam meningkatkan fungsi EPC yang terganggu pada penderita diabetes.
Baca Artikel Lainnya: Secretome dan Perannya dalam Menurunkan Resistensi Insulin
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan dari terapi sel (Stem Cell dan Secretome) dalam berbagai kondisi klinis. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat disarankan agar terapi ini dapat diberikan secara tepat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis masing-masing pasien.
Untuk itu, apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar terapi Secretome maupun perkembangan terkini dunia Stem Cell Indonesia, Anda dapat menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.
Sumber Referensi:
- Wang, M.-Y., Zhou, Y., Lai, G.-S., Huang, Q., Cai, W.-Q., Han, Z.-W., Wang, Y., & Ma, Z. (2021). DNA barcode to trace the development and differentiation of cord blood stem cells. Molecular Medicine Reports, 24(6), 849. https://doi.org/10.3892/mmr.2021.12489
- Trzyna, A., Banaś-Ząbczyk, A., Widera, D., Ong, W. K., & Sheard, J. (2021). Adipose-derived stem cells secretome and its potential application in “stem cell-free therapy”. Biomolecules, 11(6), 878. https://doi.org/10.3390/biom11060878
- Universitas Airlangga. (2020, December 20). Sekretom Stem Cell mesenkimal darah tali pusat meningkatkan migrasi endothelial progenitor cell pada kondisi glukosa tinggi. Universitas Airlangga Official Website. https://www.phcogj.com/article/1178
- Khandia, R., Gurjar, P., Priyanka, Romashchenko, V., Al-Hussain, S. A., & Zaki, M. E. A. (2024). Recent advances in stem cell therapy: Efficacy, ethics, safety concerns, and future directions focusing on neurodegenerative disorders—a review. International Journal of Surgery, 110(10), 6367–6381. https://doi.org/10.1097/JS9.0000000000001609