Skrotum adalah kantung kulit yang berfungsi melindungi testis sekaligus menjaga suhu optimal agar produksi sperma tetap sehat. Sayangnya, bagian tubuh ini cukup rentan mengalami cedera mulai dari akibat benturan saat olahraga, kecelakaan, luka tusuk, hingga komplikasi medis seperti torsio testis atau infeksi berat.
Cedera pada skrotum tidak hanya menimbulkan rasa nyeri maupun pembengkakan, tetapi juga bisa berdampak serius pada kesuburan dan fungsi reproduksi pria. Dalam beberapa kasus, dapat memperparah kerusakan jaringan hingga mengganggu fungsi testis secara permanen.
Penanganan medis konvensional biasanya meliputi pemberian obat pereda nyeri, tindakan bedah jika diperlukan, dan pemantauan berkala untuk mencegah komplikasi. Namun, proses regenerasi jaringan yang rusak masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis.
Inilah yang membuat terapi stem cell atau sel punca mulai dilirik sebagai alternatif baru. Dengan kemampuan memperbaiki jaringan dari dalam, terapi ini membuka harapan baru untuk pemulihan skrotum yang lebih cepat dan optimal yang bukan hanya mengobati gejalanya saja, tapi juga mendukung perbaikan menyeluruh hingga ke tingkat sel.
Mekanisme Stem Cell dalam Perbaikan Cedera Skrotum
Stem cell, khususnya Mesenchymal Stem Cells (MSCs), memiliki kemampuan regeneratif yang luar biasa. Dalam konteks cedera skrotum, stem cell bekerja melalui dua mekanisme utama:
- Paracrine signaling
Stem cell melepaskan berbagai faktor pertumbuhan (growth factors), sitokin, dan molekul bioaktif yang merangsang perbaikan jaringan di sekitar area yang rusak. Hal ini termasuk faktor antiinflamasi dan angiogenik yang mendukung pembentukan pembuluh darah baru dan mengurangi peradangan (Erba, 2010; Peçanha, 2012).
- Diferensiasi dan integrasi
Stem cell juga mampu berdiferensiasi menjadi sel-sel lokal seperti sel endotel, sel otot polos, atau bahkan sel spermatogenik pada kondisi tertentu, sehingga memperbaiki struktur jaringan secara langsung (Hsiao, 2015).
Jenis Stem Cell yang Digunakan
Dua jenis stem cell utama yang telah banyak diteliti dalam konteks cedera sistem reproduksi pria adalah:
- Adipose-Derived Stem Cells (ADSCs)
Mudah diambil dari jaringan lemak, memiliki kapasitas regeneratif tinggi, dan terbukti dapat membantu memperbaiki kerusakan pada otot dan jaringan testis. ADSCs telah terbukti meningkatkan regenerasi otot dan mengurangi fibrosis pada model cedera otot (Peçanha, 2012).
- Bone Marrow-Derived Stem Cells (BMSCs)
Dikenal memiliki efek imunomodulator yang kuat serta dapat meningkatkan regenerasi jaringan testis yang rusak akibat stres oksidatif atau toksisitas (Hsiao, 2015).
Manfaat Terapi Stem Cell untuk Pemulihan Skrotum
Beberapa manfaat potensial terapi stem cell untuk cedera skrotum meliputi:
- Mempercepat regenerasi jaringan yang rusak
- Mengurangi peradangan dan stres oksidatif lokal
- Meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis)
- Mengembalikan fungsi testis, termasuk produksi sperma dan hormon
Pada kasus torsio testis misalnya, injeksi lokal stem cell telah terbukti mengurangi cedera jaringan dan meningkatkan skor histologis regenerasi germinal cell (Hsiao, 2015).
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Cedera Skrotum
Terapi stem cell umumnya dilakukan melalui prosedur minimal invasif. Prosedur standar meliputi:
- Pengambilan stem cell dari jaringan lemak atau sumsum tulang pasien (autologous).
- Proses isolasi dan kultur stem cell untuk mendapatkan jumlah yang cukup.
- Injeksi lokal stem cell ke area skrotum yang mengalami cedera.
- Pemantauan pasca terapi, termasuk evaluasi regenerasi jaringan melalui pencitraan dan uji hormonal.
Keunggulan prosedur ini adalah risikonya yang relatif rendah serta potensi tinggi untuk perbaikan jaringan secara alami tanpa intervensi bedah besar.
Bukti Klinis dan Studi Pendukung
- Dowidar (2025) mengungkapkan bahwa terapi stem cell, khususnya yang menggunakan sel punca mesenkimal dari jaringan lemak (Adipose Tissue-Derived Mesenchymal Stem Cells atau AT-MSCs), memiliki potensi besar dalam membantu perbaikan skrotum yang mengalami kerusakan akibat cedera, terutama cedera yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi. Dalam penelitian ini, AT-MSCs ditanamkan pada tikus jantan yang mengalami kerusakan testis akibat paparan obat kemoterapi siklofosfamid (CTX), dan hasilnya cukup menjanjikan.
Sel-sel ini diketahui mampu merangsang regenerasi jaringan testis dengan cara mendukung proses spermatogenesis atau proses pembentukan sel sperma, serta memperbaiki struktur epitel seminiferus yang rusak. Selain itu, ekspresi gen-gen penting untuk kesuburan seperti protamin, prohibitin, dan StAR juga meningkat secara signifikan setelah terapi. Mekanismenya melibatkan kemampuan sel punca untuk mengirimkan sinyal pemulihan melalui zat-zat aktif yang mereka keluarkan, termasuk faktor pertumbuhan yang bersifat antiinflamasi dan memperbaiki jaringan.
Penelitian ini menjadi bukti bahwa stem cell dari jaringan lemak tidak hanya mudah diperoleh, tetapi juga efektif dan relatif aman untuk digunakan dalam upaya memperbaiki kerusakan testis dan skrotum akibat trauma atau paparan zat beracun. Bagi pasien yang mengalami infertilitas akibat cedera atau pengobatan kanker, terapi ini membuka peluang baru untuk pemulihan fungsi reproduksi secara alami.
2. Ertürk (2022) meneliti potensi terapi stem cell, khususnya menggunakan sel punca mesenkimal dari sumsum tulang (BM-MSC), untuk memperbaiki kerusakan skrotum akibat torsio testis, yaitu kondisi darurat yang bisa merusak jaringan testis dan memengaruhi kesuburan pria. Dalam uji coba pada hewan, mereka menemukan bahwa BM-MSC mampu membantu proses penyembuhan melalui berbagai mekanisme, seperti menekan peradangan, mengurangi stres oksidatif, dan mendorong pertumbuhan kembali jaringan testis. Sel punca ini juga terlihat berkumpul di sekitar sel-sel penting dalam testis dan meningkatkan skor Johnsen, yang merupakan indikator kesehatan dan fungsi sperma. Meskipun penelitian ini masih pada tahap awal dan dilakukan pada hewan, hasilnya cukup menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai terapi tambahan setelah tindakan medis darurat, seperti pembedahan, guna meminimalkan kerusakan jangka panjang.
Cedera pada skrotum bukan hanya soal rasa sakit atau pembengkakan semata. Jika tidak ditangani dengan baik, kerusakan di area ini bisa berdampak pada kesuburan, hormon, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Kondisi ini bisa terjadi akibat benturan, kecelakaan, atau gangguan medis seperti torsio testis dan infeksi berat.
Terapi stem cell hadir sebagai pendekatan baru yang menjanjikan. Jenis sel punca seperti ADSCs dan BMSCs memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki jaringan yang rusak, membantu regenerasi testis, dan meredakan peradangan.
Meski riset khusus tentang cedera skrotum masih terus berkembang, sejumlah studi dari kasus cedera testis dan jaringan otot sudah menunjukkan hasil yang positif. Ini membuat terapi stem cell layak dipertimbangkan sebagai bagian dari perawatan trauma sistem reproduksi pria.
Dengan pengawasan medis yang tepat, terapi ini bisa membantu mempercepat pemulihan secara menyeluruh, dan bukan hanya mengatasi gejala, tapi juga memperbaiki kondisi dari dalam. Regenic hadir untuk mendukung pemulihan yang lebih aman, alami, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Referensi:
- Dowidar, Y. A., Mousbah, A. M., Mohammed, W. S., Allayeh, A. K., & Abdallah, A. N. (2025). Adipose Tissue-Derived Mesenchymal Stem Cells Rescue Spermatogenesis and Alleviate Testicular Damage in a Rat Model of Chemotherapy-Induced Infertility. International Journal of Veterinary Science, 14(2), 302–309. https://doi.org/10.47278/journal.ijvs/2024.249
- Elbaghdady, H. A. M., Alwaili, M. A., & EL-Demerdash, R. S. (2018). Amelioration of cadmium-induced testes’ damage in rats by the bone marrow mesenchymal stem cells. Ecotoxicology and Environmental Safety, 148, 763–769. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2017.10.016
- Erba, P., Mantovani, C., Kalbermatten, D. F., Pierer, G., Terenghi, G., & Kingham, P. J. (2010). Regeneration potential and survival of transplanted undifferentiated adipose tissue-derived stem cells in peripheral nerve conduits. Journal of Plastic Reconstructive and Aesthetic Surgery, 63(12), e811–e817. https://doi.org/10.1016/j.bjps.2010.08.013
- Ertürk, A., Demir, S., Günal, Y. D., Zengin, M., Çinar, M., Yildiz, D., Karahan, S., & Şenel, E. (2022). The impact of bone marrow-derived mesenchymal stem cells on experimental testicular torsion in rats. Turkish Journal of Medical Sciences, 52(2), 505–513. https://doi.org/10.3906/sag-2105-168
- Hsiao, C.-H., Ji, A. T.-Q., Chang, C.-C., Cheng, C.-J., Lee, L.-M., & Ho, J. H.-C. (2015). Local injection of mesenchymal stem cells protects testicular torsion-induced germ cell injury Rocky Tuan; Timothy O’Brien. Stem Cell Research and Therapy, 6(1). https://doi.org/10.1186/s13287-015-0079-0
- Peçanha, R., Bagno, L. D. L. E. S., Ribeiro, M. B., Ferreira, A. B. R., Moraes, M. O., Zapata-Sudo, G., Kasai-Brunswick, T. H., Campos-de-Carvalho, A. C., Goldenberg, R. C. D. S., & Werneck-de-Castro, J. P. S. (2012). Adipose-derived stem-cell treatment of skeletal muscle injury. Journal of Bone and Joint Surgery, 94(7), 609–617. https://doi.org/10.2106/JBJS.K.00351
- Sagaradze, G., Basalova, N., Kirpatovsky, V., Ohobotov, D., Nimiritsky, P., Grigorieva, O., Popov, V., Kamalov, A., Tkachuk, V., & Efimenko, A. (2019). A magic kick for regeneration: Role of mesenchymal stromal cell secretome in spermatogonial stem cell niche recovery. Stem Cell Research and Therapy, 10(1). https://doi.org/10.1186/s13287-019-1479-3
- Wang, Y.-J., Yan, J., Zou, X.-L., Guo, K.-J., Zhao, Y., Meng, C.-Y., Yin, F., & Guo, L. (2017). Bone marrow mesenchymal stem cells repair cadmium-induced rat testis injury by inhibiting mitochondrial apoptosis. Chemico Biological Interactions, 271, 39–47. https://doi.org/10.1016/j.cbi.2017.04.024
- Zhou, L., Song, K., Xu, L., Zhao, F., Tian, H., Zhou, C., Xu, Z., Ge, Y., Wu, R., & Jia, R. (2019). Protective Effects of Uncultured Adipose-Derived Stromal Vascular Fraction on Testicular Injury Induced by Torsion-Detorsion in Rats. Stem Cells Translational Medicine, 8(4), 383–391. https://doi.org/10.1002/sctm.18-0063