Libido rendah merupakan masalah kesehatan yang sering kali tidak dibicarakan, padahal berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, kepercayaan diri, dan keharmonisan hubungan. Pada pria, penurunan libido sering dikaitkan dengan rendahnya kadar testosteron, stres kronis, hingga gangguan pembuluh darah. Sementara itu, pada perempuan, gangguan hormon, menopause dini, atau masalah psikologis seperti depresi juga bisa menjadi pemicu utama.
Gejala libido rendah bisa berupa hilangnya minat berhubungan seksual, kesulitan mendapatkan rangsangan, atau ketidakpuasan saat berhubungan intim. Pada banyak kasus, penurunan gairah seksual bukan hanya soal fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi hormon dan kesehatan reproduksi secara menyeluruh.
Selama ini, pengobatan libido rendah lebih banyak mengandalkan terapi hormon atau obat-obatan kimia yang menargetkan gejala semata. Namun, pendekatan ini belum menyentuh akar masalah. Karena itu, muncul kebutuhan akan terapi regeneratif yang menyasar langsung pada jaringan dan sel-sel yang bertanggung jawab terhadap produksi hormon dan fungsi seksual, dan di sinilah peran terapi stem cell mulai menjadi sorotan.
Mekanisme Stem Cell dalam Mengatasi Libido Rendah
Stem cell atau sel punca bekerja bukan hanya dengan menggantikan sel rusak, tetapi juga melalui mekanisme parakrin, yaitu melepaskan zat bioaktif yang merangsang perbaikan jaringan dan keseimbangan hormon secara alami.
Pada pria, stem cell membantu meregenerasi sel Leydig yang merupakan penghasil utama testosteron yang menurun fungsinya akibat penuaan atau stres oksidatif. Untuk pada perempuan, stem cell mendorong regenerasi jaringan ovarium dan mendukung produksi hormon estrogen dan progesteron, dua hormon penting untuk fungsi seksual.
Selain itu, stem cell meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi, memperbaiki jaringan saraf, dan mengurangi peradangan yang sering menjadi akar dari disfungsi seksual.
Jenis Stem Cell yang Digunakan
Jenis stem cell yang paling umum digunakan untuk terapi disfungsi seksual adalah:
- Mesenchymal Stem Cells (MSCs)
Diperoleh dari lemak (ADSC), sumsum tulang (BMSC), atau jaringan tali pusat. MSC memiliki kemampuan diferensiasi tinggi dan bersifat imunomodulator.
- Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs)
Digunakan dalam penelitian lanjutan karena bisa diarahkan untuk menjadi sel Leydig penghasil testosteron.
- Embryonic Stem Cells
Meski potensial, penggunaannya masih terbatas karena pertimbangan etik.
Manfaat Terapi Stem Cell untuk Libido Rendah
Terapi stem cell membawa sejumlah manfaat komprehensif yang tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi juga menyasar akar penyebab masalah libido rendah:
- Peningkatan Kadar Testosteron
Regenerasi sel Leydig terbukti meningkatkan kadar testosteron pada model hewan dan manusia.
- Perbaikan Sirkulasi dan Fungsi Ereksi
Stem cell meningkatkan angiogenesis dan perbaikan saraf, penting dalam mempertahankan ereksi.
- Pemulihan Fungsi Ovarium
Pada wanita dengan gangguan hormonal seperti premature ovarian failure, stem cell mendukung pemulihan produksi hormon dan kesuburan.
- Efek Anti-inflamasi dan Neuroprotektif
Membantu mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki jaringan saraf di sekitar area genital.
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Masalah Libido Rendah
Prosedur terapi ini umumnya diawali dengan pengambilan jaringan tubuh pasien, seperti lemak atau darah, untuk mendapatkan stem cell. Setelah itu, stem cell diproses di laboratorium hingga siap digunakan, lalu disuntikkan secara lokal ke area target (misalnya, corpus cavernosum pada pria atau ovarium pada wanita).
Beberapa pendekatan juga menggunakan secretome, yaitu cairan kaya faktor pertumbuhan dari stem cell, yang memiliki efek regeneratif serupa tanpa menggunakan sel hidup .
Prosedur ini biasanya dilakukan secara rawat jalan, tidak membutuhkan waktu lama, dan efek pemulihan dapat mulai terasa dalam beberapa minggu.
Bukti Klinis dan Studi Pendukung
- Nguyen Thanh (2021) menunjukkan bahwa terapi stem cell dari jaringan lemak (ADSC) berpotensi membantu mengatasi masalah libido rendah dan meningkatkan kepuasan seksual, terutama pada pria dan wanita paruh baya. Dalam penelitian ini, para partisipan menerima infus sel punca dari tubuh mereka sendiri (autologus), dan hasilnya cukup menjanjikan. Pada pria, terapi ini terbukti dapat memperbaiki fungsi ereksi, meningkatkan kepuasan dalam hubungan seksual, dan meningkatkan kepuasan secara keseluruhan. Bahkan kadar hormon testosteron mereka pun naik secara signifikan dalam tiga bulan pertama setelah terapi. Sementara itu, pada wanita, kualitas kehidupan seksual secara keseluruhan juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan di berbagai aspek. Menariknya, efek ini tampak lebih kuat pada wanita yang berusia di bawah 45 tahun. Dari segi keamanan, terapi ini tidak menimbulkan efek samping serius, sehingga dianggap cukup aman digunakan. Meskipun begitu, para peneliti tetap merekomendasikan studi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk memperkuat temuan ini.
- Al Demour (2018) melakukan sebuah uji klinis awal yang penting untuk mengevaluasi terapi stem cell dalam mengatasi disfungsi ereksi, khususnya pada pria penderita diabetes. Dalam studi ini, pasien menerima dua kali suntikan sel punca mesenkimal (BM-MSC) yang diambil dari sumsum tulang mereka sendiri, langsung ke jaringan penis (injeksi intracavernous). Hasilnya cukup menggembirakan. Selama dua tahun pemantauan, tidak ditemukan efek samping yang serius baik pada sistem saraf, jantung, paru, maupun pencernaan. Dari segi manfaat, terjadi peningkatan nyata dalam fungsi ereksi, gairah seksual, dan kepuasan secara keseluruhan. Skor penilaian fungsi seksual pasien pun naik secara signifikan. Ini menjadikan studi Al Demour sebagai salah satu bukti awal bahwa terapi stem cell aman dan potensial untuk membantu pria dengan disfungsi ereksi berat. Namun, penting untuk dicatat bahwa studi ini hanya berfokus pada pria, dan belum mencakup manfaat terapi ini pada wanita atau pada kondisi seperti kegagalan ovarium dini (premature ovarian failure).
- Safitri (2019) melakukan penelitian penting yang menunjukkan bagaimana terapi stem cell bisa menjadi solusi potensial untuk masalah libido rendah akibat kegagalan fungsi testis. Dalam studi ini, mereka menggunakan sel punca mesenkimal (MSC) yang dikultur dalam kondisi hipoksia, yaitu kadar oksigen rendah (1%), mirip dengan lingkungan alami di dalam tubuh. Hasilnya, tikus yang menerima terapi MSC dari kultur hipoksia mengalami peningkatan jumlah sel Leydig yang merupakan sel di testis yang bertanggung jawab memproduksi hormon testosteron, yang erat kaitannya dengan gairah seksual.
Dibandingkan dengan kultur normoksia (21% oksigen), kultur hipoksia terbukti lebih efektif dalam meningkatkan ekspresi libido. Selain memperbaiki jumlah sel Leydig, terapi ini juga mendukung proses regenerasi jaringan testis dan memperkuat kemampuan testis dalam memproduksi hormon serta sel sperma. Studi ini menjadi dasar penting bahwa pendekatan bioteknologi dalam pengkondisian stem cell dapat memberikan manfaat lebih besar, khususnya dalam membantu mengatasi masalah libido yang berkaitan dengan gangguan hormonal atau kerusakan testis.
Terapi stem cell kini hadir sebagai pendekatan baru yang menjanjikan untuk mengatasi masalah penurunan gairah seksual, baik pada pria maupun wanita. Berbeda dengan solusi instan yang hanya menutupi gejalanya, terapi ini bekerja langsung pada akar masalah, mulai dari perbaikan hormon, meredakan peradangan, hingga meregenerasi jaringan yang berperan dalam fungsi seksual.
Pendekatan terapi stem cell ini membuat hasilnya terasa lebih alami dan bertahan lama. Namun, seperti halnya terapi medis lainnya, efektivitasnya bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing dan metode yang digunakan. Karena itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter yang memiliki pengetahuan tentang terapi stem cell.
Di Regenic, kami menghadirkan terapi stem cell sebagai solusi berbasis riset untuk membantu Anda memulihkan gairah dan meningkatkan kualitas hidup seksual secara aman, alami, dan menyeluruh.
Referensi:
- Al Demour, S., Jafar, H., Adwan, S., Alsharif, A., Alhawari, H., Alrabadi, A., Zayed, A., Jaradat, A., & Awidi, A. (2018). Safety and Potential Therapeutic Effect of Two Intracavernous Autologous Bone Marrow Derived Mesenchymal Stem Cells injections in Diabetic Patients with Erectile Dysfunction: An Open Label Phase i Clinical Trial. Urologia Internationalis, 101(3), 358–365. https://doi.org/10.1159/000492120
- Albersen, M., Weyne, E., & Bivalacqua, T. J. (2013). Stem cell therapy for erectile dysfunction: Progress and future directions. Sexual Medicine Reviews, 1(1), 50–64. https://doi.org/10.1002/smrj.5
- Chakra, M. A., Bailly, H., Klampke, F., Boaz, J., Jida, M., Yassine, A. A., McElree, I. M., & Moussa, M. (2024). An update on the use of stem cell therapy for erectile dysfunction. Asian Journal of Urology, 11(4), 530–544. https://doi.org/10.1016/j.ajur.2023.07.005
- Hoang, V. T., Nguyen, H.-P., Nguyen, V. N., Hoang, D. M., Nguyen, T.-S. T., & Nguyen Thanh, L. (2022). “Adipose-derived mesenchymal stem cell therapy for the management of female sexual dysfunction: Literature reviews and study design of a clinical trial.” Frontiers in Cell and Developmental Biology, 10. https://doi.org/10.3389/fcell.2022.956274
- Li, L., Li, Y., Sottas, C., Culty, M., Fan, J., Hu, Y., Cheung, G., Chemes, H. E., & Papadopoulos, V. (2019). Directing differentiation of human induced pluripotent stem cells toward androgen-producing Leydig cells rather than adrenal cells. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 116(46), 23274–23283. https://doi.org/10.1073/pnas.1908207116
- Liu, M., Qiu, Y., Xue, Z., Wu, R., Li, J., Niu, X., Yuan, J., Wang, Y., & Wu, Q. (2020). Small extracellular vesicles derived from embryonic stem cells restore ovarian function of premature ovarian failure through PI3K/AKT signaling pathway. Stem Cell Research and Therapy, 11(1). https://doi.org/10.1186/s13287-019-1508-2
- Nguyen Thanh, L., Dam, P. T. M., Nguyen, H.-P., Nguyen, T.-S. T., To, H. M., Nguyen, H. B., Luu, N.-A., & Hoang, D. M. (2021). Can Autologous Adipose-Derived Mesenchymal Stem Cell Transplantation Improve Sexual Function in People with Sexual Functional Deficiency? Stem Cell Reviews and Reports, 17(6), 2153–2163. https://doi.org/10.1007/s12015-021-10196-w
- Safitri, E., & Hariadi, M. (2019). Comparison of biotechnological culture of hypoxia-conditioned rat mesenchymal stem cells with conventional in vitro culture of normoxia-conditioned rat mesenchymal stem cells for testicular failure therapy with low libido in rats. Veterinary World, 12(6), 916–924. https://doi.org/10.14202/vetworld.2019.916-924
- Soebadi, M. A., Milenkovic, U., Weyne, E., Castiglione, F., & Albersen, M. (2017). Stem Cells in Male Sexual Dysfunction: Are We Getting Somewhere? Sexual Medicine Reviews, 5(2), 222–235. https://doi.org/10.1016/j.sxmr.2016.11.002
- Zhang, S., Zhu, D., Mei, X., Li, Z., Li, J., Xie, M., Xie, H. J. W., Wang, S., & Cheng, K. (2021). Advances in biomaterials and regenerative medicine for primary ovarian insufficiency therapy. Bioactive Materials, 6(7), 1957–1972. https://doi.org/10.1016/j.bioactmat.2020.12.008