Aplikasi Klinis Stem Cell dan Secretome untuk Penyakit Neurodegeneratif

Penyakit saraf, atau penyakit neurodegeneratif, adalah kelompok penyakit yang ditandai dengan hilangnya struktur dan fungsi neuron secara progresif. Contoh penyakit ini termasuk Parkinson, Alzheimer, Huntington, dan Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

Gejala umumnya meliputi kelemahan, kesemutan, dan gangguan kognitif seperti gangguan daya ingat, gemetar atau kaku, hingga sulit berbicara. Penyebabnya bermacam-macam, seperti stres oksidatif, infeksi virus, usia tua, dan faktor genetik.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi para pasien dan keluarga. Kehilangan kemampuan kognitif dan motorik secara progresif dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup.

Oleh karena itu, penelitian terus dilakukan untuk mencari terapi baru yang lebih efektif dalam mengatasi penyakit Neurodegeneratif. Salah satu harapan cerah yang muncul adalah pemanfaatan stem cell dan secretome.

Baca Artikel Lainnya: Mengenal Stem Cell: Harapan Baru untuk Penyakit Saraf

Stem Cell dan Secretome sebagai Terapi untuk Penyakit Neurodegeneratif

Stem cell adalah sel yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sedangkan Secretome, adalah kumpulan zat yang diproduksi oleh sel induk, seperti faktor pertumbuhan dan protein yang dapat merangsang pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

Kombinasi dari stem cell dan secretome dapat membantu memperbaiki kerusakan saraf dengan cara berikut:

  • Regenerasi Saraf:Stem cell berpotensi berkembang menjadi sel saraf baru, menggantikan sel yang rusak.
  • Pengurangan Peradangan:Secretome dapat mengurangi peradangan di sekitar saraf, yang sering kali memperburuk kerusakan.
  • Promosi Pertumbuhan Saraf: Secretome dapat merangsang pertumbuhan saraf baru, membantu memperbaiki fungsi saraf yang hilang.

Prosedur dan Metode Aplikasi Klinis Stem Cell dan Secretome

Prosedur terapi kombinasi stem cell dan secretome untuk penyakit neurodegeneratif biasanya melibatkan beberapa langkah:

  1. Pengambilan Sel: Sel stem cell diambil dari donor, yang bisa berasal dari tali pusar, sumsum tulang atau jaringan lemak.
  2. Pengolahan Sel: Sel kemudian diproses di laboratorium untuk meningkatkan jumlah dan kualitasnya.
  3. Pemberian Stem Cell dan Secretome: Stem cell dan secretome kemudian diberikan kepada pasien, biasanya melalui suntikan intramuskular atau intravena.
  4. Tahap Pemantauan Pasien: Prosedur yang terakhir yaitu tahap pemantauan hasil pada pasien.

Baca Artikel Lainnya: Bagaimana Stem Cell Membantu Mengatasi Penyakit Degeneratif?

Hasil Penelitian dan Studi Klinis Terbaru

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Mahla R. S. dalam International Journal of Cell Biology dengan judul "Stem Cells Applications in Regenerative Medicine and Disease Therapeutics”, kemampuan unik stem cell meliputi potensinya untuk memperbanyak diri (self-renewal) dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel-sel saraf. Potensi ini menjadi dasar harapan untuk menggantikan sel-sel saraf yang hilang atau rusak pada penyakit neurodegeneratif.

Kombinasi dari stem cell dan secretome tentu menawarkan harapan baru dalam pengobatan penyakit Neurodegeneratif. Meskipun hasilnya menjanjikan, terapi ini masih dalam tahap pengembangan dan memerlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. 

Untuk mendapatkan info lebih lanjut mengenai efektifitas terapi Stem Cell, maupun cara kerja secretome untuk penyakit degenratif, silakan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis profesional atau langsung hubungi tim ahli Regenic.


Sumber Referensi:

  • Aly R. M. (2020). Current state of stem cell-based therapies: an overview. Stem cell investigation, 7, 8. https://doi.org/10.21037/sci-2020-001
  • Mahla R. S. (2016). Stem Cells Applications in Regenerative Medicine and Disease Therapeutics. International journal of cell biology, 2016, 6940283. https://doi.org/10.1155/2016/6940283
  • Ramot, C. (2024, Maret 22). Perbedaan dan contoh penerapan exosome, secretome, dan stem cell. KlikDokter. https://www.klikdokter.com/info-sehat/berita-kesehatan/perbedaan-exome-secretome-dan-stem-cell

Rekomendasi untuk kamu

article

Stem Cell Therapy Promotes Recovery of Motor Aphasia and Motor Weakness in Subacute Stroke: A Case Report

INSPIRE18 Sep 2026

A 47-year-old male presented 39 days post-stroke with motor aphasia and right hemiparesis. Imaging showed infarction and DSA revealed left M2 MCA branch occlusion with atherosclerosis.

article

Perbaikan Signifikan Kontrol Glikemik Pasien DMT2 melalui Adjuvan Secretome: Pendekatan Baru Terapi Regeneratif

INSPIRE18 Sep 2026

Laporan kasus ini mengevaluasi secretome sebagai terapi adjuvan pada wanita 56 tahun dengan DMT2 sulit terkontrol (HbA1c 12,4%) dan komorbiditas inflamasi.