Bagaimana Secretome Membantu Penyembuhan Multiple Sclerosis?

Multiple Sclerosis (MS) merupakan penyakit kronis autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya dapat bervariasi tiap individu, mulai dari kelelahan, gangguan penglihatan, kelemahan otot, kesemutan, hingga kesulitan berjalan. 

Secara imunologis, MS terjadi ketika sel-sel T (terutama tipe Th1 dan Th17) dalam sistem kekebalan menyerang mielin, memicu peradangan dan kerusakan pada serabut saraf. Selain itu, sel B dan mikroglia juga turut berkontribusi dalam memperburuk kerusakan jaringan. Pada penderita MS, sel T regulator yang seharusnya berfungsi mengendalikan respons imun, tidak bekerja secara optimal.

Penyakit ini dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan keseimbangan serta koordinasi, disertai kelelahan baik secara fisik maupun mental, perubahan emosi seperti depresi, dan kesulitan mengontrol kandung kemih. Penyebab MS belum sepenuhnya diketahui, tetapi faktor genetik, lingkungan, dan infeksi virus seperti Epstein-Barr berperan dalam meningkatkan faktor MS.

Saat ini, pengobatan MS berfokus untuk membantu mengendalikan peradangan dan memperlambat progresivitas penyakit, tetapi belum ditemukan pengobatan yang dapat sepenuhnya menyembuhkan penyakit ini.

Baca Artikel Lainnya: Secretome dan Sistem Imun: Bagaimana Keduanya Berinteraksi?

Bagaimana Terapi Secretome dalam Multiple Sclerosis?

Terapi secretome merupakan pendekatan terapeutik yang tengah dikembangkan dan diteliti dalam penanganan MS. Secretome adalah kumpulan zat bioaktif yang dihasilkan oleh stem Cell, khususnya MesenchymalStemCells (MSCs). Zat ini mencakup berbagai protein, enzim, faktor pertumbuhan, dan eksosom yang diketahui memiliki efek imunomodulator, anti-inflamasi, dan regeneratif.

Pemberian Secretome pada pasien MS masih dalam tahap pengembangan dan penelitian, namun ada beberapa cara yang sedang dieksplorasi yaitu Infus Intravena (IV) dan Injeksi Intratekal.

Cara Kerja Secretome dalam Pengobatan Multiple Sclerosis

Secretome bekerja dengan beberapa mekanisme untuk mengobati MS:

  • Imunomodulasi: Secretome bekerja dengan mengatur respons imun dengan menekan aktivitas sel imun yang berperan dalam peradangan dan kerusakan mielin.
  • Neuroproteksi: Kangdungan faktor neurotropik dalam secretome berpotensi melindungi neuron dari kerusakan lebih lanjut dan merangsang kelangsungan hidup neuron.
  • Merangsang Regenerasi Saraf: Secretome juga bekerja merangsang pertumbuhan saraf baru dan remielinasi untuk memulihkan fungsi saraf.

Baca Artikel Lainnya: Pemberian Stem Cell Pada Penyakit Alzheimer

Prosedur Terapi Secretome untuk MultipleSclerosis

Prosedur terapi secretome tentunya akan diawali dengan mengevaluasi kondisi pasien, termasuk jenis multiple sclerosis, tingkat keparahan, dan riwayat pengobatan. Selanjutnya yaitu:

  • Persiapan Secretome: Secretome disiapkan sesuai dengan protokol penelitian atau klinik. Melibatkan pengujian kualitas dan sterilitas.
  • Metode Aplikasi: 
  1. Infus Intravena: Secretome diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah. Ini memungkinkan secretome untuk beredar ke seluruh tubuh dan mencapai sistem saraf pusat.
  2. Injeksi Lokal: Dalam beberapa penelitian, secretome dapat disuntikkan langsung ke sumsum tulang belakang atau area di sekitar otak.
  • Diakhiri dengan proses pemantauan: Pasien akan dipantau secara berkala untuk mengevaluasi respons terhadap terapi serta efek samping.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Terapi

Kesuksesan terapi secretome dalam membantu penyembuhan MS dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu di antaranya adalah kondisi medis pasien, seperti katingkat keparahan multiple sclerosis dan peradangan aktif, atau penyakit lainnya yang mampu mengganggu proses regenerasi saraf. 

Di samping itu, karena secretome bekerja dengan memodulasi sistem kekebalan tubuh, respons imun yang terlalu aktif atau sebaliknya, terlalu lemah, dapat memengaruhi efektivitasnya. 

Studi Klinis dan Temuan Terbaru

Studi klinis yang berjudul “Mesenchymal stem cell-derived secretome: A potential therapeutic option for autoimmune and immune-mediated inflammatory diseases” menunjukkan bahwa secretome dari MSCs memiliki potensi dalam menurunkan aktivitas penyakit autoimun, termasuk MS, serta mendukung perbaikan fungsi saraf. 

Dalam studi tersebut, secretome dinilai mampu memberikan efek imunomodulator dan regeneratif tanpa risiko transplantasi sel secara langsung. Ini menjadikannya sebagai alternatif potensial yang lebih aman dari segi prosedur. Namun, para peneliti juga menegaskan pentingnya studi lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan observasi jangka panjang untuk memastikan keamanan serta efektivitas jangka panjang dari terapi ini.

Baca Artikel Lainnya: Strategi Baru Terapi Autis dengan Stem Cell

Meskipun terapi secretome untuk MS masih dalam tahap pengembangan, hasil awal menunjukkan potensi yang menjanjikan. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai terapi stem cell dan secretome, Anda dapat menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic untuk konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.

Sumber Referensi:

  1. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (n.d.). Multiple sclerosis. National Institutes of Health. Diakses 20 April 2025, dari https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/multiple-sclerosis
  2. Ghasemi, M., Roshandel, E., Mohammadian, M., Farhadihosseinabadi, B., Akbarzadehlaleh, P., & Shamsasenjan, K. (2023). Mesenchymal stromal cell-derived secretome-based therapy for neurodegenerative diseases: Overview of clinical trials. Stem Cell Research & Therapy, 14(1), 122.https://doi.org/10.1186/s13287-023-03264-0
  3. Műzes, G., & Sipos, F. (2022). Mesenchymal stem cell-derived secretome: A potential therapeutic option for autoimmune and immune-mediated inflammatory diseases. Cells, 11(15), 2300.https://doi.org/10.3390/cells11152300

Rekomendasi untuk kamu

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.