Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan progresif fungsi kognitif, termasuk memori, kemampuan berpikir, dan perilaku. Gejala awal penyakit ini dapat meliputi sulit untuk menemukan kata saat berbicara dan sulit untuk menaruh barang, meskipun gejala ini merupakan bagian dari proses menua sebenarnya hal ini merupakan tanda awal dari gangguan yang serius di otak.
Seiring perkembangan penyakit, Orang yang terkena alzheimer akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang rumit, kesulitan dalam merencanakan sesuatu dan mengulang pertanyaan secara terus-menerus. Gejala ini muncul secara perlahan dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum menjadi parah.
Penderita alzheimer akan mengalami perubahan suasana hati hingga sikap seperti mudah marah, curiga, hingga menarik diri dari pergaulan. Biasanya orang terdekat akan mengenali gejala perubahan yang terjadi, meskipun orang yang memiliki alzheimer tidak menyadarinya.
Cara mendeteksi dan mengobati alzheimer sedari dini mungkin jauh lebih efektif. Maka dari itu, saat ini peneliti sedang mengembangkan pengobatan baru seperti terapi dengan secretome yang diberikan lewat hidung, yang diharapkan memperlambat perkembangan penyakit.
Baca Artikel Lainnya: Mengatasi Spinal Muscular Atrophy (SMA) dengan Terapi Stem Cell
Peran Secretome dalam Pengobatan Alzheimer Stadium Awal
Secretome merupakan kumpulan molekul bioaktif (protein, lipid, RNA) yang dikeluarkan oleh sel termasuk mesenchymal stem cells (MSC). Zat ini berpotensi membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta mengurangi peradangan. Dalam pengobatan alzheimer, secretome yang berasal dari MSC memiliki potensi manfaat untuk melindungi dan memulihkan fungsi otak.
Secretome berpotensi membantu memperbaiki kondisi otak yang rusak karena penumpukan plak beta-amiloid dan gangguan sambungan antar sel saraf pada Alzheimer. Selain itu secretome menjanjikan dalam mengurangi peradangan yang terjadi oleh aktivitas sel glial dan dapat membantu otak beradaptasi dengan cara memperbaiki koneksi antar sel saraf.
Prosedur Terapi Secretome Intranasal dalam Pengobatan Alzheimer Stadium Awal
Pemberian secretome melalui hidung memungkinkan molekul aktif mencapai otak melalui jalur penciuman, menghindari blood-brain barrier. Metode ini bersifat non-invasif dan sedang dievaluasi keamanannya dalam uji praklinis.
Pada penelitian yang menggunakan hewan secretome yang diberikan melalui hidung selama seminggu sekali menunjukan hasil positif. Hasil yang didapatkan yaitu daya ingat yang membai, berkurangnya plak amiloid dan dapat meningkatkan jumlah dan kepadatan sel saraf di bagian otak yang digunakan untuk belajar dan mengingat yaitu hippocampus dan korteks serebral Santamaria et al.
Baca Artikel Lainnya: Aplikasi Klinis Stem Cell dan Secretome untuk Penyakit Neurodegeneratif
Penelitian dan Bukti Ilmiah
Penelitian yang dilakukan oleh Santamaria et al, menyimpulkan bahwa terapi mesenchymal stem cell diberikan melalui hidung dapat membantu mengembalikan fungsi memori secara berkelanjutan dan mengurangi plak amiloid di otak tikus. Terapi ini dinilai berpotensi untuk menurunkan peradangan otak, mengurangi zat beracun beta amiloid dan memperpanjang umur hewan percobaan.
Terapi secretome intranasal menawarkan pendekatan inovatif dan non-invasif yang potensial untuk memperlambat gejala alzheimer stadium awal. Pendekatan ini menunjukkan potensi besar dalam dunia neuroregeneratif dan dapat menjadi solusi praktis bagi pasien di masa depan. Penelitian lebih lanjut pada manusia tetap diperlukan untuk mengoptimalkan protokol, dosis, dan keamanan jangka panjang terapi ini.
Terapi secretome intranasal menawarkan harapan baru bagi pasien alzheimer stadium awal dengan potensinya memulihkan memori, mengurangi peradangan, dan memperlambat kerusakan otak secara non-invasif. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang terapi secretome, silakan hubungi Regenic, penyedia layanan terapi regeneratif berbasis riset ilmiah.
Sumber Referensi:
- Fonseca, L. C., Lopes, J. A., Vieira, J., Viegas, C., Oliveira, C. S., Hartmann, R. P., & Fonte, P. (2021). Intranasal drug delivery for treatment of Alzheimer's disease. Journal of Controlled Release, 329, 932–954. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33638130/
- Reger, M., Watson, G., Green, P., Wilkinson, C., Baker, L., Cholerton, B., Fishel, M. A., Plymate, S., Breitner, J., DeGroodt, W., Mehta, P., & Craft, S. (2008). Intranasal insulin improves cognition and modulates beta-amyloid in early AD. Neurology, 70(6), 440–448. https://www.neurology.org/doi/abs/10.1212/01.WNL.0000265401.62434.36
- Santamaria, G., Brandi, E., Vitola, P., Grandi, F., Ferrara, G., Pischiutta, F., Vegliante, G., Zanier, E., Re, F., Uccelli, A., Forloni, G., de Rosbo, N. D., & Balducci, C. (2021). Intranasal delivery of mesenchymal stem cell secretome repairs the brain of Alzheimer’s mice. Cell Death and Differentiation, 28, 203–218. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32704089/