Tremor Esensial adalah salah satu gangguan gerak yang paling umum terjadi. Gejala yang paling sering terjadi yaitu gerakan gemetar pada satu atau lebih bagian tubuh, yang paling sering terjadi pada tangan, namun juga bisa terjadi di kepala, pita suara, kaki, maupun tubuh. Gerakan ini biasanya terjadi saat melakukan aktivitas seperti menulis atau memegang benda. Gangguan ini sering disalah artikan dengan penyakit Parkinson, tetapi sebenarnya memiliki perberbedaan.
Perbedaan terletak pada Tremor Esensial yang lebih sering terjadi ketika tangan dalam posisi tertentu atau saat melakukan gerakan, sedangkan penyakit Parkinson gejala muncul ketika dalam keadaan istirahat, misalnya saat tangan diletakkan di atas lutut.
Tremor dapat terjadi pada usia berapa pun, namun paling sering dijumpai pertama kali pada usia remaja atau paruh baya (antara usia 40 dan 50 tahun). Tremor ini dapat bersifat ringan dan akan terus tetap sama, atau perlahan-lahan memburuk seiring berjalannya waktu.
Penyebab pasti Tremor Esensial belum diketahui dengan jelas. Namun, penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik mungkin berperan, terutama jika terdapat riwayat keluarga dengan gangguan tersebut. Selain itu, beberapa penelitian juga mengindikasikan bahwa kerusakan pada bagian otak yang mengatur gerakan tidak sadar juga bisa menjadi penyebabnya.
Beberapa kondisi tremor juga bisa dipicu akibat stres, lelah, atau setelah konsumsi kafein. Meski tidak mengancam jiwa, tremor menjadi tantangan dalam kehidupan sehari-hari, dan pada beberapa kasus bisa menyebabkan disabilitas. Pada dasarnya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan, namun dapat mengurangi gejala dan membantu memperbaiki kualitas hidup penderitanya menggunakan terapi yang suda ada.
Stem Cell adalah sel-sel yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel lain dalam tubuh. Pengobatan Tremor Esensial dengan Stem Cell memberikan harapan baru dalam pengobatan berbagai penyakit. Penelitian sedang dilakukan untuk melihat bagaimana Stem Cell dapat membantu memperbaiki kerusakan pada otak yang menyebabkan tremor. Meskipun masih dalam tahap awal, hasilnya cukup signifikan.
Artikel Terkait: Secretome untuk Pemulihan Stroke, Apakah Efektif?
Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Pengobatan Tremor Esensial
Terdapat beberapa jenis Stem Cell untuk Tremor Esensial, yaitu:
- Mesenchymal Stem Cells (MSCs)
MSCs adalah salah satu jenis Stem Cell yang paling sering digunakan. Sel ini dapat ditemukan di berbagai jaringan tubuh, seperti tulang belakang dan lemak. MSCs memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan dan memperbaiki jaringan yang rusak, yang membuatnya berpotensi untuk membantu mengobati tremor esensial. - Neural Stem Cells (NSCs)
NSCs adalah Stem Cell yang khusus untuk jaringan saraf. Sel ini dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel saraf yang rusak pada penderita Tremor Esensial.
Prosedur Terapi Stem Cell untuk Tremor Esensial
- Pengambilan dan Pengolahan Stem Cell
- Stem Cell biasanya diambil dari jaringan tubuh pasien, seperti tulang belakang atau lemak. Kemudian, sel-sel ini dikembangkan di laboratorium menjadi jumlah yang cukup untuk digunakan dalam terapi.
- Proses ini membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memastikan bahwa sel-sel tersebut siap dan aman untuk ditanamkan kembali ke tubuh pasien.
- Penggunaan Stem Cell dalam Terapi
- Setelah melalui diproses dan siap dipindahkan, se-sel ini akan ditanamkan ke bagian area otak yang terdampak. Prosedur ini biasanya dilakukan melalui injeksi intrakranial.
- Selama prosedur, pasien akan dibius untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Artikel terkait: Efektivitas Stem Cell dalam Rehabilitasi Motorik Pasca Stroke
Hasil penelitian dan Studi Klinis
Penelitian mengenai penggunaan Terapi Stem Cell untuk gangguan Tremor Esensial masih terbatas. Sebagian besar penelitian Stem Cell lebih difokuskan pada penyakit Parkinson, yang memiliki mekanisme gangguan saraf yang serupa.
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan terapi ini adalah memastikan efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang. Beberapa studi telah melaporkan adanya efek samping yang ringan, seperti reaksi alergi atau infeksi.
Dengan penelitian yang terus berlanjut, terapi Stem Cell menjadi harapan baru dalam penanganan tremor esensial, yang dimana kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup. Meskipun penyebabnya belum sepenuhnya diketahui, terapi Stem Cell memberikan peluang sebagai salah satu alternatif pengobatan yang lebih efektif di masa depan.
Untuk info lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanan dari terapi Stem Cell, konsultasikan dan hubungi langsung tenaga medis profesional. Anda dapat menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.
Sumber Referensi:
- National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2025, Maret 25). Tremor. National Institutes of Health.
https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/tremor - Yuan, W., Liu, M., Yang, D. et al. Improvement in long-term survival with mesenchymal stem cell transplantation in systemic sclerosis patients: a propensity score-matched cohort study. Stem Cell Res Therapy 16, 128 (2025).
https://doi.org/10.1186/s13287-025-04237-1 - Hussen, B. M., Taheri, M., Yashooa, R. K., Abdullah, G. H., Abdullah, S. R., Kheder, R. K., & Mustafa, S. A. (2024). Revolutionizing medicine: recent developments and future prospects in stem-cell therapy. International journal of surgery (London, England), 110(12), 8002–8024. https://doi.org/10.1097/JS9.0000000000002109
- Jaslow, R. (2025, Maret 10). Stem cell therapy repairs cornea damage thought irreversible. Harvard Medical School. https://hms.harvard.edu/news/stem-cell-therapy-repairs-cornea-damage-thought-irreversible
- Adisti, S. P., Subagya, & Wibowo, S. (2020). Terapi sel punca pada penyakit Parkinson. Berkala NeuroSains, 19(3), 150–157.
https://jurnal.ugm.ac.id/bns/article/view/73904