Terapi Stem Cell untuk Skoliosis dan Kelainan Tulang Belakang

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang, memiliki ciri tulang yang melengkung ke samping berbentuk S dan C. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak di masa pertumbuhan, terutama pada saat sebelum pubertas. Jenis skoliosis yang paling sering terjadi yaitu skoliosis idiopatik remaja. Penyakit tersebut biasanya dialami pada anak 10-18 tahun.

Gejala terjadinya skoliosis tergantung pada seberapa parahnya tanda yang terlihat. Tanda yang sering dilihat adalah bahu atau pinggul yang tidak sejajar serta satu tulang belikat menonjol dan tubuh terlihat miring ke satu arah. Skoliosis ringan tidak menyebabkan rasa sakit, jika keadaan ini semakin parah maka menyebabkan nyeri punggung, sesak napas, dan kelelahan otot.

Penyebab skoliosis dibagi menjadi tiga diantaranya tidak dapat diketahui, bawaan sejak lahir, dan gangguan pada saraf dan otot. Skoliosis idiopatik paling sering dialami, walaupun penyebabnya belum diketahui para ahli meyakini bahwa faktor genetik menjadi salah satu penyebabnya.

Faktor risiko skoliosis biasanya terjadi pada perempuan, memiliki riwayat penyakit, dan masa pertumbuhan. Anak perempuan biasanya lebih rentan terkena penyakit ini. Maka dari itu pemeriksaan secara rutin sangat penting untuk menghindari keparahan yang terjadi.

Diagnosis dan pengobatan yang dokter lakukan yaitu dengan pemeriksaan fisik kemudian rontgen untuk melihat lengkungan pada tulang belakang. Skoliosis ringan dapat dipantau secara rutin. Namun, jika keadaan semakin parah maka diperlukan penyangga tubuh atau operasi.

Baca Artikel Lainnya: Efektivitas Stem Cell dalam Memperbaiki Tulang Rawan yang Rusak pada Osteoarthritis

Terapi Stem Cell untuk Skoliosis dan Kelainan Tulang Belakang

Terapi stem cell banyak digunakan untuk mengobati berbagai masalah pada otot dan tulang termasuk skoliosis dan gangguan tulang belakang lainnya. Stem cell merupakan sel khusus yang bisa berubah menjadi jenis sel lain misalnya sel tulang, sel tulang rawan, dan jaringan ikat.

Stem cell yang diambil dari sumsum tulang dan jaringan lemak memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringan yang rusak serta membantu pertumbuhan kembali tulang belakang yang mengalami kelainan. Walaupun masih dalam penelitian lebih lanjut terapi ini dianggap sebagai cara baru yang menjamin karena menjadi pengobatan alternatif tanpa operasi.

Prosedur Terapi Stem Cell untuk Skoliosis dan Kelainan Tulang Belakang

Prosedur terapi stem cell dimulai dari pengambilan sel di dalam tubuh atau donor. Kemudian sel dipisahkan, dibersihkan, dan dilakukan pengecekan di laboratorium agar dapat digunakan. Kemudian stem cell disuntik pada bagian tulang belakang yang rusak.

Penyuntikan skoliosis dapat dilakukan di beberapa titik seperti bantalan antar tulang belakang, sendi kecil di tulang belakang, atau jaringan otot di sekitar tulang belakang yang mengalami kerusakan. Penyuntikan stem cell yang rusak dapat menghambat kerusakan dan membantu memperbaiki struktur dan fungsi tulang belakang.

Manfaat Terapi Stem Cell pada Skoliosis dan Kelainan Tulang Belakang

Manfaat terapi stem cell untuk meremajakan atau memperbaiki jaringan dengan cara yang alami, tanpa operasi tulang belakang. Stem cell dapat mengurangi kerusakan dan memperkuat tulang dan memperbaiki kerusakan pada jaringan lunak.

Pasien yang mengalami nyeri punggung akibat kerusakan tulang belakang dan menerima injeksi MSC menunjukan perbaikan gejala, peningkatan pada kemampuan gerak dan hasil pemindaian yang menunjukan regenerasi jaringan diskus. Hal ini dapat menjadi peluang baru dalam pengobatan skoliosis baik yang disebabkan oleh degenerasi atau tidak.

Baca Artikel Lainnya: Stem Cell Mempercepat Pemulihan Cedera Meniskus Lutut Atlet

Studi Klinis dan Temuan Terbaru

Studi klinis terapi stem cell untuk tulang belakang sudah dilakukan meski belum terfokus pada skoliosis idiopatik. Pasien yang memiliki kerusakan diskus tulang belakang yang diobati dengan MSC bisanya mengalami perbaikan fungsi dan pengurangan nyeri. Penelitian lain menyatakan bahwa MSC yang dimodifikasi genetik untuk meningkatkan efek terapi pada gangguan tulang belakang. Penemuan ini mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas.

Terapi stem cell memberikan solusi non bedah untuk menyembuhkan skoliosis dan gangguan tulang belakang dengan cara memperbaiki jaringan dan mengurangi rasa nyeri. Penelitian ini menunjukan hasil yang positif, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas keamanan terapi.

Terapi Stem Cell untuk skoliosis dan kelainan tulang belakang menunjukkan potensi besar dalam memperbaiki kerusakan tulang belakang tanpa operasi. Meskipun penelitian masih berlanjut, hasil awal memberikan harapan baru bagi penderita skoliosis. Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi terapi stem cell lebih lanjut, Regenic menawarkan solusi inovatif dan aman. Hubungi Regenic untuk informasi lebih lanjut tentang terapi yang dapat membantu memperbaiki masalah tulang belakang Anda.


Sumber referensi

  • Negrini, S., Donzelli, S., Aulisa, A. G., Czaprowski, D., Schreiber, S., de Mauroy, J. C., Zaina, F. (2018). 2016 SOSORT guidelines: Orthopaedic and Rehabilitation treatment of idiopathic scoliosis during growth. Scoliosis and Spinal Disorders, 13(3). https://doi.org/10.1186/s13013-017-0145-8
  • Grauers, A., Einarsdottir, E., & Gerdhem, P. (2016). Genetics and pathogenesis of idiopathic scoliosis. Scoliosis and Spinal Disorders, 11(1), 45. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5125035/
  • Reamy, B. V., & Slakey, J. B. (2001). Adolescent idiopathic scoliosis: Review and current concepts. American Family Physician, 64(1), 111–116. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2001/0701/p111.html
  • Weinstein, S. L., Dolan, L. A., Cheng, J. C. Y., Danielsson, A., & Morcuende, J. A. (2008). Adolescent idiopathic scoliosis. The Lancet, 371(9623), 1527–1537. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18456103/
  • Caplan, A. I., & Correa, D. (2011). The MSC: An injury drugstore. Cell Stem Cell, 9(1), 11–15. https://doi.org/10.1016/j.stem.2011.06.008
  • Noriega, D. C., Ardura, F., Hernández-Ramajo, R., Martín-Ferrero, M. Á., Sánchez-Lite, I., Toribio, B., Alberca, M., García, V., Moraleda, J. M., Sánchez, A., & García-Sancho, J. (2017). Intervertebral disc repair by allogeneic mesenchymal bone marrow cells: A randomized controlled trial. Transplantation, 101(8), 1945–1951. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27661661/
  • Pettine, K. A., Murphy, M. B., Suzuki, R. K., & Sand, T. T. (2015). Percutaneous injection of autologous bone marrow concentrate cells significantly reduces lumbar discogenic pain through 12 months. Stem Cells, 33(1), 146–156. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25187512/

Rekomendasi untuk kamu

article

Peran Terapi Stem Cell dalam Meningkatkan Fungsi Ovarium

Umum05 Dec 2025

Ovarium atau indung telur bukan hanya tempat sel telur matang, tapi juga berfungsi sebagai penghasil hormon penting seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini berperan besar dalam menjaga kesuburan, keseimbangan hormon, serta kesehatan tubuh wanita secara keseluruhan.

article

Bagaimana Secretome Membantu Penyembuhan Multiple Sclerosis?

Saraf05 Dec 2025

Multiple Sclerosis (MS) merupakan penyakit kronis autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya dapat bervariasi tiap individu, mulai dari kelelahan, gangguan penglihatan, kelemahan otot, kesemutan, hingga kesulitan berjalan.

article

Potensi Regeneratif Secretome dalam Mengatasi Tumor Jinak Rahim

Umum05 Dec 2025

Tumor jinak rahim atau mioma uteri (fibroid) adalah pertumbuhan jaringan otot polos yang tidak bersifat kanker pada dinding rahim. Kondisi ini cukup umum, terutama pada wanita usia reproduktif. Gejalanya bisa sangat bervariasi, mulai dari menstruasi yang berat dan berkepanjangan, nyeri panggul, hingga gangguan kesuburan. Penyebab pasti mioma belum diketahui, tetapi faktor hormon (estrogen dan progesteron) serta genetika diyakini berperan besar.