Terapi stem cell menjadi salah satu pendekatan media yang banyak dibicarakan baru-baru ini, terutama dalam bidang neurologi dan pediatri. Stem cell merupakan sel-sel unik dalam tubuh yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Karena kemampuan regeneratif ini, stem cell dianggap sebagai solusi potensial dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Dalam terapi medis, stem cell dapat diambil dari berbagai sumber, termasuk sumsum tulang, darah perifer, dan tali pusar (umbilical cord). Namun, dari tidak sumber tersebut stem cell yang diambil dari tali pusat paling banyak digunakan dalam terapi anak karena prosesnya yang minim resiko dan kandungan sel yang masih murni.
Selama dua dekade terakhir, penggunaan stem cell untuk pengobatan sudah sangat berkembang. Terapi ini tidak hanya digunakan pada kondisi kanker darah seperti leukimia, tapi mulai diterapkan pada gangguan neurologis, termasuk cerebral palsy (CP) pada anak.
Namun, karena metode ini masih baru, muncul pertanyaan dari orang tua: “Apakah terapi stem cell ini aman untuk anak?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk memahami manfaat, proses, pengawasan media, serta data klinis yang ada.
Baca Artikel Lainnya: Terapi Stem Cell Untuk Cerebral Palsy Seberapa efektif?
Manfaat Stem Cell untuk Anak
Terapi stem cell telah menunjukan beberapa manfaat potensial untuk anak-anak dengan gangguan neurologis seperti cerebral palsy (CP). Berikut beberapa manfaat utama stem cell:
- Meningkatkan Fungsi Motorik
Anak dengan cerebral palsy umumnya mengalami gangguan pada kemampuan motorik kasar, seperti sulit duduk, berdiri, atau bahkan berjalan. Stem cell membantu memperbaiki jaringan saraf motorik dengan cara mendukung regenerasi neuron dan memperbaiki sirkuit neuromuskular yang terganggu. - Mengurangi Spastisitas Otot
Spastisitas atau kekakuan otot adalah gejala umum pada CP yang membatasi gerak dan menyebabkan nyeri. Stem cell memiliki efek antiinflamasi dan imunomodulasi yang membantu mengurangi peradangan pada sistem saraf pusat. Hal ini berdampak pada penurunan tonus otot yang berlebihan, sehingga anak dengan CP dapat bergerak lebih leluasa dan nyaman. - Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Bahasa
Selain fungsi motorik, anak dengan CP juga mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berpikirnya. Stem cell dapat memperbaiki fungsi neuron di area otak yang mengatur proses kognitif dan komunikasi termasuk meningkatkan konektivitas antar neuron.
Proses Terapi Stem Cell pada Anak
Terapi stem cell melibatkan serangkaian prosedur medis yang bertujuan untuk mengoptimalkan regenerasi jaringan saraf yang rusak. Berikut beberapa Prosedur terapi stem cell antara lain:
- Pengambilan Sel
Stem cell biasanya diambil dari darah tali pusat yang memang dibuang setelah persalinan. Prosedurnya cepat, tidak menyakitkan, dan tidak mengganggu anak maupun orang tua. Sumber tali pusat dipilih karena selnya masih muda, aktif, dan kecil kemungkinan ditolak oleh tubuh. - Pemrosesan dan Uji Kualitas
Setelah pengambilan sel, sampel akan dimurnikan dan dihitung viabilitasnya. Sel yang tidak sehat atau terkontaminasi akan dibuang, sehingga hanya stem cell yang berkualitas tinggi yang akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. - Pemberian Sel
Tahap ini memiliki dua rute utama, yang pertama infus intravena (IV) dimana sel akan disalurkan ke seluruh tubuh lewat aliran darah. Kedua, injeksi intratekal (IT) sel akan langsung disuntikkan ke cairan tulang belakang, agar stem cell lebih cepat mencapai otak dan sistem saraf pusat. - Pemantauan Lanjutan
Setelah proses pemberian sel, dokter akan memeriksa secara berkala setiap 3 bulan sekali menggunakan GMFM, penilaian spastisitas, bahkan MRI jika diperlukan. Tujuannya untuk memantau apakah ada efek samping berat.
Artikel lain: Stem Cell dan Perkembangan Saraf pada Bayi Prematur
Aspek Etika dan Pengawasan Medis dalam Penggunaan Stem Cell pada Anak
- Informed Consent Ganda
Sebelum seorang anak menjalani terapi stem cell, dokter wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua atau wali dan jika usia anak sudah cukup, maka dokter memerlukan persetujuan lisan dari anak (assent). Proses informed consent ini memastikan keluarga benar-benar memahami tujuan, manfaat, risiko, serta pilihan terapi lain yang tersedia. - Uji Etik Independen
Setiap program terapi, baik uji klinik maupun compassionate use harus disetujui komite etik independen (Institutional Review Board). Hal ini untuk memastikan apakah risiko prosedur sebanding dengan potensi manfaat, apakah informasi yang diberikan sudah jelas serta tidak ada unsur paksaan atau eksploitasi. - Good Manufacturing Practice (GMP)
Stem cell yang akan disuntikan harus diproses di fasilitas GMP agar steril, bebas kontaminasi, dan memiliki viabilitas tinggi. Tanpa sertifikat ini, risiko infeksi atau kontaminasi dikhawatirkan meningkat. - Regulasi Ketat & Registrasi Uji Klinik
Terapi stem cell hanya boleh dilakukan pada klinik yang terdaftar di basis data publik seperti ClinicalTrials.gov serta diawasi otoritas kesehatan nasional (BPOM di Indonesia, FDA di AS, EMA di Eropa). - Pemantauan Jangka Panjang
Anak yang menerima terapi ini wajib dipantau untuk mengevaluasi apakah ada efek samping yang tertunda dan membuat risiko bahaya seperti pembentukan tumor bahkan gangguan imun. - Melarang Promosi Berlebihan
WHO dan International Society for Stem Cell Research (ISSCR) melarang klinik mengklaim “kesembuhan pasti” Karena terapi ini masih dalam tahap riset dan hasilnya pasti bervariasi pada setiap orang.
Artikel lain: Bisakah Stem Cell Membantu Anak dengan Epilepsi
Studi Klinis dan Temuan Terbaru
Sejak tahun 2019, rangkaian penelitian internasional semakin mempertegas potensi terkait stem cell, khususnya umbilical cord derived mesenchymal stem cells (hUC-MSCs) sebagai terapi pendamping pada anak dengan cerebral palsy (CP).
Bukti klinik dari uji acak double blind oleh Lv et al. (2021) di Stem Cell Research & Therapy. Melakukan uji coba pada 40 anak dengan CP, melalui injeksi intratekal MSC tali pusat meningkatkan skor GMFM-88 rata-rata 5,2 poin dalam enam bulan tanpa efek samping serius.
Menambah data studi “compassionate use” berskala besar oleh Chrościńska‑Krawczyk et al. (2024) Melakukan uji coba pada 152 anak dengan CP laporan peningkatan media GMFM 1,9 poin dan jarak 6-Minute Walk 75 m setelah empat kali injeksi hUC-MSC, dengan profil keamanan yang tetap baik.
Menariknya, laporan Dev Med Child Neurol (2020) tentang studi nutrisi anak CP menegaskan bahwa efek terapi regeneratif juga dipengaruhi oleh dukungan gizi dan program rehabilitas intensif.
Secara keseluruhan literatur terbaru menunjukan bahwa hUC-MSCs yang diberikan intratekal atau intravena mampu meningkatkan fungsi motorik dan menurunkan spastisitas dengan tingkat keamanan tinggi.
Kesimpulan dan Penutup
Terapi stem cell pada anak, khususnya untuk kondisi seperti cerebral palsy, menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam memperbaiki fungsi motorik dan neurologis. Dengan proses yang diawasi ketat dan dilakukan oleh tenaga profesional, terapi ini dinilai aman untuk anak, terutama bila dilakukan dalam kerangka uji klinis atau penggunaan yang diawasi secara medis.
Meski demikian, terapi stem cell belum bisa dianggap sebagai solusi tunggal. Dibutuhkan pendekatan holistik, termasuk terapi rehabilitatif dan pemantauan jangka panjang. Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan protokol terbaik terkait dosis, frekuensi, dan metode pemberian.
Untuk informasi lebih lanjut, mengenai Terapi Stem Cell dapat mengunjungi layanan kesehatan untuk berkonsultasi terkait perkembangan terapi stem cell di Regenic.
Sumber Referensi
- Chrościńska-Kawczyk, M., Zdolińska-Malinowska, I., & Boruczkowski, D. (2024). The Impact of Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells on Motor Function in Children with Cerebral Palsy: Results of a Real-world, Compassionate Use Study. Stem Cell Reviews and Reports, 20, 1636–1649. https://doi.org/10.1007/s12015-024-10742-2
- Qu, J., Zhou, L., Zhang, H., et al. (2022). Efficacy and safety of stem cell therapy in cerebral palsy: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, 10, 1006845. https://doi.org/10.3389/fbioe.2022.1006845
- Huang, L., Zhang, C., Gu, J., Wu, W., Shen, Z., Zhou, X., & Lu, H. (2018). A randomized, placebo-controlled trial of human umbilical cord blood mesenchymal stem cell infusion for children with cerebral palsy. Cell Transplantation, 27(2), 325–334. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5898688/