Peran Stem Cell dalam Mengatasi Infertilitas pada Wanita

Infertilitas pada wanita adalah kondisi ketika seorang wanita tidak kunjung hamil setelah melakukan hubungan seksual secara teratur dan tanpa alat kontrasepsi selama minimal satu tahun. Kondisi ini bisa menimbulkan tekanan emosional dan psikologis yang cukup besar, baik bagi individu maupun pasangan.

Menurut data penelitian yang ditulis oleh Saha pada tahun 2021 dalam jurnal Cells, saat ini infertilitas sebagai masalah kesehatan yang memengaruhi sekitar 15% pasangan di seluruh dunia. Sekitar 30% kasus disebabkan oleh faktor wanita, 30% oleh pria, dan sisanya disebabkan oleh kombinasi keduanya atau faktor yang belum diketahui secara pasti. Diperkirakan 15–20% pasangan mengalami kesulitan untuk memiliki anak, dan hampir separuhnya berkaitan dengan faktor wanita.

Beberapa tanda yang umum terjadi pada infertilitas wanita meliputi siklus haid yang tidak teratur, haid yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, nyeri hebat saat haid, atau tidak menstruasi sama sekali. Namun, dalam banyak kasus, infertilitas bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala yang jelas.

Penyebab infertilitas wanita sangat beragam. Beberapa kondisi medis yang sering menjadi penyebab antara lain Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), endometriosis, Premature Ovarian Failure (POF), gangguan hormonal, infeksi panggul, hingga kelainan pada rahim atau tuba falopi. Selain itu, faktor usia juga memengaruhi karena kualitas dan jumlah sel telur menurun seiring bertambahnya usia.

Saat ini, berbagai metode telah digunakan untuk membantu infertilitas, seperti pemberian obat hormonal, operasi, hingga penggunaan teknologi reproduksi berbantu seperti fertilisasi in vitro (IVF). Namun, beberapa kasus tetap memerlukan pendekatan yang lebih inovatif.

Salah satu pendekatan yang mulai dilirik karena memiliki potensi dalam membantu perbaikan jaringan reproduksi yang rusak dan membantu memulihkan fungsi adalah terapi stem cell. Meskipun masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, terapi ini menunjukkan harapan sebagai salah satu alternatif penanganan infertilitas di masa depan.

Baca Artikel Lainnya: Terapi Stem Cell untuk Kesuburan Pria dan Wanita

Terapi Stem Cell Membantu Mengatasi Infertilitas pada Wanita

Stem cell adalah sel yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel lain dalam tubuh. Dalam konteks infertilitas, terapi ini bertujuan untuk membantu memperbaiki jaringan pada organ reproduksi wanita, seperti ovarium, endometrium (lapisan rahim), maupun saluran reproduksi lainnya yang mengalami gangguan atau kerusakan.

Salah satu jenis stem cell yang paling banyak digunakan adalah Mesenchymal Stem Cell (MSC). Sel ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti jaringan lemak, sumsum tulang, atau tali pusat. Selain itu, juga dianggap memiliki risiko rendah terhadap penolakan tubuh serta tidak menimbulkan kontroversi etika seperti stem cell embrionik.

MSC bekerja dengan cara melepaskan molekul-molekul bioaktif yang membantu regenerasi jaringan, mengurangi peradangan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi organ reproduksi.

Manfaat Terapi Stem Cell untuk Wanita dengan Infertilitas

Penelitian awal menunjukkan bahwa terapi stem cell memberikan sejumlah manfaat dalam penanganan Infertilitas wanita, antara lain:

  • Memperbaiki fungsi ovarium pada kondisi seperti Premature Ovarian Failure (POF).
  • Merangsang regenerasi jaringan endometrium yang rusak akibat kondisi seperti endometriosis atau sindrom Asherman.
  • Mengurangi peradangan dan stres oksidatif pada organ reproduksi.
  • Meningkatkan ketebalan endometrium, penting untuk proses implantasi embrio.
  • Membantu mengatur sistem imun untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses kehamilan.
  • Relatif minim risiko, terutama jika berasal dari tubuh sendiri.

Baca Artikel Lainnya: Stem Cell Meningkatkan Libido yang Menurun karena Stres

Prosedur Terapi Stem Cell untuk Infertilitas Wanita

Terapi stem cell dilakukan untuk memperbaiki jaringan reproduksi seperti ovarium atau rahim yang rusak. Prosedur terapi stem cell dilakukan melalui beberapa tahapan, yang meliputi:

  • Pengambilan sel punca dari tubuh pasien atau donor
  • Proses pemurnian dan kultur sel di laboratorium hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan
    Pemberian ke tubuh pasien, melalui:
    • Injeksi langsung ke ovarium atau rahim
    • Injeksi intravena (melalui pembuluh darah)
  • Pemantauan efek terapi dengan melihat perkembangan seperti perubahan siklus haid, kadar hormon, serta peluang terjadinya kehamilan

Studi Klinis dan Penelitian Terbaru tentang Stem Cell dalam Mengatasi Infertilitas Wanita

Sebuah studi yang diteliti oleh Chatzianagnosti pada tahun 2024 meneliti penggunaan Mesenchymal Stem Cells (MSC) untuk mengatasi berbagai penyebab infertilitas wanita, seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), Premature Ovarian Failure (POF), endometriosis, dan Asherman Syndrome.

Hasil awal menunjukkan bahwa pemberian terapi MSC berperan membantu memperbaiki fungsi ovarium dengan meningkatkan jumlah folikel, meningkatkan kadar hormon reproduksi, serta memperbaiki struktur jaringan ovarium yang rusak. Studi ini juga menekankan bahwa keberhasilan terapi juga dipengaruhi oleh metode isolasi dan pemberian stem cell.

Terapi stem cell memiliki peluang sebagai terapi alternatif dalam menangani berbagai gangguan kesehatan reproduksi wanita, termasuk kondisi yang berkontribusi pada infertilitas. Meski masih dalam tahap pengembangan, pendekatan ini dinilai menjanjikan terutama pada kasus-kasus yang sulit ditangani dengan metode konvensional.

Karena terapi ini belum menjadi standar perawatan dan masih dalam tahap memerlukan penelitian lebih lanjut, sangat disarankan untuk berdiskusi langsung dengan tenaga medis yang kompeten sebelum mempertimbangkan prosedur ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mengetahui lebih lanjut seputar efektifitas terapi stem cell dalam mengatasi infertilitas pada wanita, Anda dapat hubungi tim ahli Regenic atau berkunjung ke layanan kesehatan mitra kami. 

Sumber Referensi:

  • Saha, S., Roy, P., Corbitt, C., & Kakar, S. (2021). Application of Stem Cell Therapy for Infertility. Cells, 10. https://doi.org/10.3390/cells10071613.
  • Ghajari, G., Heydari, A., & Ghorbani, M. (2022). Mesenchymal stem cell-based therapy and female infertility: limitations and advances.. Current stem cell research & therapy. https://doi.org/10.2174/1574888X17666220511142930.
  • Liu, X., Li, J., Wang, W., Ren, X., & Hu, J. (2023). Therapeutic restoration of female reproductive and endocrine dysfunction using stem cells.. Life sciences, 121658 . https://doi.org/10.1016/j.lfs.2023.121658.
  • Esfandyari, S., Chugh, R., Park, H., Hobeika, E., Ulin, M., & Al-Hendy, A. (2020). Mesenchymal Stem Cells as a Bio Organ for Treatment of Female Infertility. Cells, 9. https://doi.org/10.3390/cells9102253.
  • Chatzianagnosti, S., Dermitzakis, I., Theotokis, P., Kousta, E., Mastorakos, G., & Manthou, M. (2024). Application of Mesenchymal Stem Cells in Female Infertility Treatment: Protocols and Preliminary Results. Life, 14. https://doi.org/10.3390/life14091161.

Rekomendasi untuk kamu

article

Pendekatan Regeneratif Stem Cell dalam Penanganan Miom Uterus

Umum08 Dec 2025

Miom uterus, atau dikenal juga sebagai leiomyoma atau fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim (miometrium). Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga gangguan kesuburan.

article

Terapi Stem Cell untuk Mengurangi Kemerahan pada Kulit Rosacea

Kulit08 Dec 2025

Rosacea merupakan kondisi kulit inflamasi kronis yang umumnya menyerang area wajah dan ditandai dengan tanda kemerahan, flushing, papula, pustula, bahkan telangiektasia.

article

Mengurangi Bopeng Bekas Jerawat dengan Kombinasi Stem Cell dan Secretome

Kulit08 Dec 2025

Bopeng atau scar atrofik merupakan komplikasi jangka panjang dari jerawat yang merusak penampilan dan dapat berdampak pada kepercayaan diri. Bopeng terjadi karena gangguan proses penyembuhan luka pada kulit yang kehilangan kolagen akhirnya menyebabkan cekungan permanen.