Mengenal Stem Cell: Harapan Baru untuk Penyakit Saraf

Sistem saraf merupakan jaringan kompleks yang berperan penting dalam tubuh manusia, mulai dari pengaturan gerakan, sensorik, proses berpikir, memori, hingga fungsi otonom seperti pernapasan dan detak jantung. Dengan perannya yang luas, gangguan sistem ini dapat berdampak terganggunya fungsi tubuh.

Penyakit saraf merupakan salah satu tantangan dalam dunia kedokteran. Banyak diantaranya yang sulit disembuhkan karena keterbatasan sel saraf dalam proses regenerasi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan ingatan, hingga kematian. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan penelitian, stem cell mulai diteliti sebagai salah satu alternatif dalam membantu penanganan kondisi-kondisi tersebut.

Stem cell adalah sel-sel yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh, termasuk sel saraf. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stem cell dapat membantu dalam proses regenerasi jaringan saraf yang rusak, sehingga memiliki peluang sebagai salah satu pengobatan penyakit saraf.

Dengan pendekatan terapi stem cell, diharapkan dapat membantu tubuh dalam proses pemulihan sel saraf dan fungsi yang terganggu. Beberapa jenis penyakit saraf seperti Parkinson, Alzheimer, dan multiple sclerosis, saat ini dalam tahap penelitian untuk melihat potensial terapi menggunakan stem cell.

Cara Kerja Stem Cell pada Sistem Saraf

Stem cell bekerja dengan cara yang cukup kompleks dalam sistem saraf. Sel ini dapat diarahkan menjadi sel saraf baru yang berpotensi menggantikan sel-sel saraf yang rusak. Selain itu, stem cell juga dapat membantu merangsang sel saraf yang masih ada untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan yang mengalami kerusakan. Proses ini melibatkan berbagai sinyal dan molekul yang membantu stem cell mengenali area yang rusak dan memulai proses regenerasi.

Mekanisme Stem Cell dalam Regenerasi Saraf yang Rusak

Mekanisme regenerasi saraf oleh stem cell melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, stem cell harus diprogram untuk menjadi sel-sel saraf. Kemudian, mereka akan bergerak ke lokasi kerusakan saraf dan mulai memperbaiki kerusakan. Proses ini sangat penting karena sel saraf yang rusak biasanya tidak dapat meregenerasi sendiri.

Jenis Penyakit Saraf yang Berpotensi Diterapi dengan Stem Cell

Beberapa penyakit saraf yang saat ini menunjukkan potensi untuk dilakukan penanganan dengan pendekatan terapi stem cell meliputi:​

  • Penyakit Parkinson: Terapi stem cell berpotensi menghasilkan sel saraf yang menyerupai neuron dopaminergik, yang dimana kerusakan atau hilangnya sel tersebut berperan penting dalam timbulnya gejala penyakit ini.​
  • Stroke: Pada penyakit ini, stem cell berpotensi membantu memperbaiki jaringan otak yang rusak akibat stroke dan mendukung pemulihan fungsi sistem saraf.​
  • Cedera Tulang Belakang: Stem cell dapat berperan dalam proses perbaikan pada sumsum tulang belakang yang mengalami kerusakan, serta membantu memulihkan fungsi motorik dan sensorik.​
  • Multiple Sclerosis: Pada penyakit autoimun ini, terapi stem cell tengah diteliti kemampuannya dalam memperbaiki kerusakan mielin dan mengatur respons imun yang berlebihan.

Jenis Stem Cell yang Digunakan dalam Terapi Penyakit Saraf

Beberapa jenis stem cell yang umum digunakan dalam terapi penyakit saraf antara lain:​

  • Sel Punca Mesenkimal (MSCs): Diambil dari sumsum tulang atau jaringan lemak, MSCs memiliki kemampuan mengatur respon sistem kekebalan tubuh (imunomodulasi) dan proses regenerasi yang baik.​
  • Sel Punca Neural (NSCs): Berpotensi berdiferensiasi langsung menjadi berbagai jenis sel saraf dan digunakan untuk terapi regenerasi jaringan saraf.​
  • Sel Punca Pluripoten Terinduksi (iPSCs): Dibuat dengan mereprogram sel dewasa menjadi sel pluripoten, memungkinkan diferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel saraf.

Prosedur Pemberian Stem Cell untuk Penyakit Saraf

Prosedur terapi stem cell untuk penyakit saraf umumnya melibatkan beberapa tahap:​

  • Pengumpulan Stem Cell: Stem cell dikumpulkan dari sumber yang sesuai, seperti sumsum tulang, jaringan lemak, maupun melalui metode somatic cell programming (reprogramming) yaitu Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs)
  • Pengolahan dan Peningkatan: Stem cell yang telah dikumpulkan kemudian diproses dan diperbanyak di laboratorium untuk memastikan kualitas dan jumlah yang memadai.​
  • Transplantasi: Setelah dipersiapkan, Stem cell ditransplantasikan ke area tubuh yang membutuhkan perbaikan, seperti melalui suntikan ke dalam cairan serebrospinal atau langsung ke jaringan saraf yang mengalami kerusakan.​
  • Pemantauan Pasca Transplantasi: Setelah prosedur dilakukan, pasien dipantau secara berkala untuk melihat respon tubuh terhadap terapi serta mendeteksi kemungkinan efek samping.

Hasil Penelitian dan Studi Klinis

Penelitian dan uji klinis yang dilakukan oleh Mass General Brigham menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dalam terapi stem cell untuk penyakit saraf. Salah satu contoh pada uji klinis fase 1 yang dilakukan oleh McLean Hospital berserta dr. Ole Isacson, yang menggunakan pendekatan terapi reprogramming stem cell pasien sendiri untuk menggantikan sel dopamin yang rusak di otak pada penyakit Parkinson. Hasil awal dari studi menunjukkan bahwa terapi ini aman dan berpotensi dalam membantu perbaikan fungsi motorik pasien.

Seiring berkembangnya teknologi dan penelitian, stem cell diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan yang lebih efektif di masa depan dalam mengurangi gejala dan mendukung pemulihan fungsi saraf dengan kemampuan yang dimiliki dalam regenerasi jaringan saraf yang rusak.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan dari terapi sel (stem cell dan secretome) dalam berbagai kondisi klinis. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat disarankan agar terapi ini dapat diberikan secara tepat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis masing-masing pasien. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar terapi sel (stem cell dan secretome), Anda dapat menghubungi layanan kesehatan mitra Regenic.

Sumber Referensi:

Aly R. M. (2020). Current state of stem cell-based therapies: an overview. Stem cell investigation, 7, 8. https://doi.org/10.21037/sci-2020-001

Jin, Y., Li, S., Yu, Q., Chen, T., & Liu, D. (2023). Application of stem cells in regeneration medicine. MedComm, 4(4), e291. https://doi.org/10.1002/mco2.291

Mass General Brigham. (2025, 6 Maret). Clinical trial tests novel stem-cell treatment for Parkinson’s disease. Diakses dari https://www.massgeneralbrigham.org/en/about/newsroom/press-releases/clinical-trial-novel-stem-cell-treatment-for-parkinsons​

Rekomendasi untuk kamu

news

Terapi Stem Cell: Harapan Baru Bagi Penderita Infeksi HIV

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) tetap menjadi tantangan besar dalam dunia kedokteran secara global. Tercatat pada data kesehatan tahun 2022, ada sekitar 38,4 juta orang yang hidup dengan infeksi HIV.

news

Regenic Wakili Indonesia Di Ajang Stem Cell Tingkat Dunia

Pada tanggal 13-15 Agustus 2025 di Manly Pacific Hotel, Sydney, Australia, Regenic by Kalbe diwakili Dr. Harry Murti, selaku Head of Manufacturing Regenic, Kalbe Farma Indonesia, turut andil dalam ajang ilmiah internasional mengenai pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca dan teknologi RNA sintetis, ISCT ANZ 2025 Regional Meeting. Dalam kesempatan ini, Dr. Harry akan mempresentasikan topik “GMP-compliant production of footprint-free hiPSCs via synthetic self-replicating RNA from patient and healthy donor cells; A scalable platform for regenerative therapies.”