Potensi Terapi Stem Cell Pada Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (DE) merupakan kondisi yang umum terjadi pada pria, terutama seiring bertambahnya usia. DE ditandai dengan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk aktivitas seksual. 

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah psikologis (stres, kecemasan), masalah fisik, gaya hidup, hingga masalah kesehatan lainnya. Gejala utama DE adalah kesulitan berulang dalam mempertahankan ereksi meski terdapat rangsangan seksual. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup, termasuk kepercayaan diri dan hubungan dengan pasangan

Pengobatan untuk disfungsi ereksi bukan hanya dengan memperbaiki gaya hidup, ada beberapa pilihan cara mengobati disfungsi ereksi yang ditawarkan. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan yang berguna untuk meningkatkan aliran darah ke penis sehingga merangsang terjadinya ereksi. Pilihan obat yang diberikan tersebut disesuaikan dengan kondisi pasien dan selalu dengan pemantauan dokter.

Namun, metode ini sering kali hanya memberikan solusi sementara dan tidak menangani akar masalah dari DE. Saat ini, terapi stem cell sedang diteliti sebagai terapi potensial untuk mengatasi penyebab dasar DE. Stem cell adalah sel dengan kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel (diferensiasi) dan memperbarui diri, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kerusakan saraf, pembuluh darah, atau jaringan lain yang menjadi pemicu DE.

Dengan kemampuan ini, stem cell diharapkan bisa memperbaiki kerusakan pembuluh darah dan saraf yang menyebabkan disfungsi ereksi. Lalu bagaimana potensi terapi stem cell untuk mengatasi disfungsi ereksi? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca Artikel Lainnya: Terapi Stem Cell untuk Kesuburan Pria dan Wanita

Manfaat Terapi Stem Cell untuk Disfungsi Ereksi

Terapi stem cell untuk DE saat ini sedang diteliti sebagai pendekatan inovatif dengan beberapa potensi manfaat yang menarik, antara lain:

  1. Meningkatkan Aliran Darah ke Penis: Studi praklinis menunjukkan bahwa stem cell berpotensi membantu memperbaiki pembuluh darah yang rusak dan merangsang produksi faktor pertumbuhan pendukung angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru). 
  2. Memperbaiki Jaringan Saraf: Pada pasien DE akibat diabetes atau cedera saraf, penelitian awal mengindikasikan bahwa stem cell berpotensi dapat mendukung regenerasi jaringan saraf. 
  3. Efek Jangka Panjang: Berbeda dengan obat oral yang bekerja sementara, pengembangan terapi stem cell bertujuan untuk mengatasi penyebab dasar DE, seperti kerusakan jaringan. Akan tetapi durasi dan konsistensi efek jangka panjangnya masih dalam tahap penelitian. 
  4. Minim Efek Samping: Dalam uji klinis fase awal, terapi stem cell menunjukkan risiko efek samping yang rendah, seperti nyeri lokal atau pembengkakan. 

Cara Kerja Stem Cell Mengobati Disfungsi Ereksi

Setelah pemeriksaan riwayat kesehatan dan tes pendukung, dokter akan merekomendasikan jenis terapi stem cell yang berpotensi sesuai untuk kondisi pasien. Stem cell diprediksi memperbaiki jaringan rusak dan meningkatkan fungsi penis melalui beberapa mekanisme seperti diferensiasi menjadi sel pembuluh darah atau otot polos, regenerasi jaringan spons penis yang vital untuk ereksi, stimulasi faktor pertumbuhan pembentuk pembuluh darah baru, serta modulasi sistem imun untuk mengurangi peradangan.

Dalam beberapa studi awal, terapi ini menunjukkan potensi peningkatan fungsi penis, yang hasilnya bervariasi tergantung kondisi pasien dan respons tubuh terhadap terapi.

Baca Artikel Lainnya: Stem Cell Mendukung Regenerasi Jaringan pada Testis

Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Terapi Disfungsi Ereksi

Mesenchymal Stem Cells (MSC) merupakan jenis sel yang berpotensi berkembang menjadi berbagai jenis sel, seperti sel endotel (pembuluh darah), sel otot polos, dan sel saraf (termasuk sel Schwann dan neuron). Saat disuntikkan ke jaringan penis (intracavernous), MSC diharapkan dapat memperbaiki kerusakan pada otot polos dan pembuluh darah melalui mekanisme regeneratif.

Selain diferensiasi sel, MSC menghasilkan faktor pertumbuhan dan sitokin (efek parakrin) yang berperan dalam proses perbaikan jaringan. Zat-zat ini dalam penelitian laboratorium terbukti mendukung peningkatan produksi oksida nitrat (vasodilator penting untuk ereksi) dan regulasi kadar kalsium intraseluler (krusial untuk relaksasi otot). Kedua fungsi tersebut turut berperan dalam mekanisme ereksi.

Selain diferensiasi sel, MSC menghasilkan faktor pertumbuhan dan sitokin (efek parakrin) yang berperan dalam proses perbaikan jaringan. Zat-zat ini dalam penelitian laboratorium terbukti mendukung peningkatan produksi oksida nitrat (vasodilator penting untuk ereksi) dan regulasi kadar kalsium intraseluler (krusial untuk relaksasi otot). Kedua fungsi tersebut turut berperan dalam mekanisme ereksi. 

Meski mekanisme kerja MSC pada manusia masih dalam pengembangan penelitian, hasil studi praklinis telah membuka jalan untuk alternatif terapi DE. Penelitian stem cell saat ini sedang dioptimalkan sehingga potensi MSC sebagai terapi regeneratif dapat diwujudkan dengan lebih presisi dan aman di masa depan.

Prosedur Terapi Stem Cell untuk Disfungsi Ereksi

Sebelum terapi, pasien menjalani konsultasi medis menyeluruh, termasuk riwayat kesehatan dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menilai kesesuaian sebagai kandidat. Tahap ini penting guna memaksimalkan potensi keberhasilan dan meminimalkan risiko.

Berikut adalah prosedur terapi stem cell untuk disfungsi ereksi:

  1. Pengambilan Stem Cell: Stem cell dapat diambil dari jaringan tubuh pasien sendiri (autologous) atau dari donor (allogenic).
  2. Pengolahan Stem Cell: Stem cell diproses di laboratorium untuk ditingkatkan jumlahnya dan diperiksa kualitasnya sebelum diberikan kepada pasien.
  3. Aplikasi ke area Penis: Stem cell dapat disuntikkan langsung ke jaringan penis untuk menargetkan perbaikan jaringan pembuluh darah dan saraf. 
  4. Pemantauan dan Evaluasi: Pasien dipantau melalui evaluasi berkala untuk menilai progres dan menyesuaikan rencana terapi bila diperlukan.

Baca Artikel Lainnya: Peran Stem Cell dalam Mengatasi Infertilitas pada Wanita

Protokol perawatan disesuaikan secara individual, mengacu pada kondisi spesifik pasien, seperti tingkat keparahan dan respons terhadap terapi. Artinya, metode dan jadwal terapi bisa berbeda-beda untuk setiap pasien, tergantung pada hasil evaluasi dokter.

Disfungsi ereksi (DE) adalah kondisi kompleks yang memengaruhi banyak pria. Terapi stem cell menawarkan pendekatan inovatif dengan memanfaatkan kemampuan regeneratif sel untuk memperbaiki kerusakan jaringan, sehingga dapat menjadi pilihan terapi DE.

Setiap pasien juga memiliki kondisi yang berbeda, sehingga protokol perawatan disesuaikan secara individual. Oleh karena itu selalu pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis terkait kondisi disfungsi ereksi. Anda dapat konsultasi dengan dokter terkait pengobatan dengan stem cell melalui layanan Regenic.

Referensi: 

  • Margiana, R., Amalia, F. L., Lestari, S. W., I'tishom, R., Pilehvar, Y., & Supardi, S. (2024). Sekretom Mesenkim Stem Cell: Terapi untuk Disfungsi Ereksi. Universitas Airlangga. Diakses dari https://unair.ac.id/sekretom-mesenkimal-stem-cell-terapi-untuk-disfungsi-ereksi/
  • Margiana, R., Pilehvar, Y., Amalia, F. L., Lestari, S. W., Supardi, S., & I'tishom, R. (2024). Mesenchymal stem cell secretome: A promising therapeutic strategy for erectile dysfunction. Biomedicine & Pharmacotherapy, 171, 116086 diakses dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2214388224000146?via%3Dihub
  • Putri, D. I. (2024, 24 Maret). Disfungsi Ereksi (Impotensi)- Penyebab, Gejala, Pengobatan. KlikDokter. Diakses dari https://www.klikdokter.com/penyakit/masalah-reproduksi-pria/disfungsi-ereksi
  • GenCell. (n.d.). Treatment of Erectile Dysfunction (Impotence) with Stem Cell. Diakses dari https://www.gencell.com.ua/en/impotance-erectile-dysfunction
  • Lin, C.-S., Xin, Z.-C., Wang, Z., Deng, C., Huang, Y.-C., Lin, G., & Lue, T. F. (2012). Stem cell therapy for erectile dysfunction: A critical review. The Journal of Sexual Medicine, 9(2), 634–642. Diakses dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3272247/

 

Rekomendasi untuk kamu

news

From Indonesia to the Global Regenerative Medicine Community

Regenic kembali membawa semangat Indonesia ke panggung internasional melalui partisipasinya dalam ISCT Asia, bagian dari International Society for Cell & Gene Therapy (ISCT), salah satu komunitas global yang menjadi wadah bagi para profesional di bidang cell & gene therapy.

news

Kalbe Perkuat Ekosistem Precision Medicine & Cell Therapy melalui DBSDLS 2026

Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2026, sebuah forum ilmiah yang menjadi bagian dari komitmen Kalbe dalam mendorong dan menginisiasi pengembangan precision medicine dan cell therapy di Indonesia.

news

​INSPIRE: ​Powered by Science, Proven by Evidence.

​INSPIRE by Regenic telah menjadi ruang untuk bertukar insight dan memperluas perspektif tentang perkembangan regenerative medicine di berbagai cabang ilmu kedokteran.