Stem Cell dan Pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang (spinal cord injury) adalah kerusakan pada saraf yang terdapat di dalam tulang belakang. Kerusakan ini dapat mengakibatkan hilangnya fungsi tubuh, seperti kemampuan bergerak, merasakan sentuhan, atau bahkan mengontrol buang air kecil dan besar.

Cedera ini bisa terjadi karena berbagai sebab, seperti kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh dari ketinggian, cedera olahraga, atau penyakit tertentu seperti kanker atau infeksi.

Saraf tulang belakang adalah bagian penting dari sistem saraf pusat yang menghubungkan otak dengan seluruh tubuh. Ketika saraf ini rusak, sinyal dari otak sulit mencapai bagian tubuh yang lain, sehingga menyebabkan kelumpuhan atau gangguan fungsi tubuh lainnya.

Cedera saraf tulang belakang dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu cedera lengkap dan cedera tidak lengkap. Cedera lengkap terjadi ketika semua fungsi sensorik dan motorik di bawah tingkat cedera hilang.

Cedera tidak lengkap terjadi ketika beberapa fungsi sensorik atau motorik masih tersisa di bawah tingkat cedera. Tingkat keparahan cedera saraf tulang belakang tergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan pada sumsum tulang belakang.

Penyebab umum terjadinya cedera saraf tulang belakang adalah trauma fisik, seperti kecelakaan mobil, jatuh, atau cedera saat berolahraga. Selain itu, penyakit seperti tumor tulang belakang, infeksi, atau kondisi degeneratif seperti osteoporosis juga dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tulang belakang.

Pengobatan cedera saraf tulang belakang saat ini berfokus pada stabilisasi tulang belakang, rehabilitasi, dan manajemen gejala. Namun, pengobatan ini sering kali tidak dapat memperbaiki kerusakan saraf secara permanen. Di sinilah peran stem cell muncul sebagai harapan baru untuk meregenerasi saraf tulang belakang yang rusak.

Artikel terkait: Stem Cell untuk Pemulihan Saraf Motorik yang Rusak

Bagaimana Stem Cell Membantu Regenerasi Saraf Tulang Belakang?

Stem cell adalah sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sel-sel ini berpotensi untuk memperbaiki atau mengganti sel-sel yang rusak, termasuk sel saraf.

Dalam konteks cedera saraf tulang belakang, stem cell diharapkan dapat membantu memperbaiki jaringan saraf yang rusak dan mengembalikan fungsi tubuh yang hilang.

Ketika stem cell disuntikkan ke area cedera, sel-sel ini berkemungkinan berkembang menjadi sel saraf baru atau merangsang sel-sel yang sudah ada untuk memperbaiki diri. Selain itu, stem cell juga berpotensi mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel saraf yang masih sehat dari kerusakan lebih lanjut. Proses ini dikenal sebagai regenerasi saraf.

Meskipun masih dalam tahap penelitian, terapi stem cell telah menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam beberapa uji klinis. Beberapa pasien yang menjalani terapi ini melaporkan peningkatan dalam kemampuan bergerak, merasakan sentuhan, dan fungsi tubuh lainnya.

Artikel terkait: Stem Cell untuk Penyembuhan Cedera Saraf Perifer

Jenis Stem Cell yang Diteliti untuk Terapi Cedera Saraf

Ada beberapa jenis stem cell yang saat ini sedang diteliti untuk terapi cedera saraf tulang belakang, antara lain:

1. Embryonic Stem Cells (ESCs)

Stem Cell yang diambil dari embrio. Sel-sel ini diduga memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi semua jenis sel dalam tubuh, termasuk sel saraf. Akan tetapi penggunaan ESCs menuai kontroversi etika karena proses pengambilannya melibatkan embrio manusia, yang memicu perdebatan mengenai status moral dan etikanya.

2. Mesenchymal Stem Cells (MSCs)

Stem cell yang biasanya diambil dari tali pusat, sumsum tulang, lemak, atau jaringan lain. Penggunaan MSC saat ini sedang sangat berkembang penelitiannya untuk berbagai terapi penyakit, salah satunya adalah untuk cedera saraf.

3. Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs)

Stem cell yang dibuat di laboratorium dengan memprogram ulang sel dewasa (seperti sel kulit) menjadi kondisi seperti sel punca embrionik. Dengan teknologi ini, sel diharapkan bisa tumbuh menjadi sel saraf, jantung, atau jenis sel lain, tanpa perlu menggunakan embrio. Meski menjanjikan, tantangan seperti risiko mutasi genetik selama pemrograman ulang masih perlu diatasi sebelum aplikasi klinis luas.

4. Neural Stem Cells (NSCs)

Jenis sel yang ditemukan di sistem saraf dan memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi neuron serta sel penyokong saraf lainnya, seperti astrosit dan oligodendrosit. Saat ini, NSCs sedang diteliti secara intensif untuk mengeksplorasi potensinya dalam terapi regeneratif, khususnya dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif dan cedera sistem saraf pusat.

Metode Pemberian Stem Cell untuk Cedera Saraf Tulang Belakang

Pemberian stem cell dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain:

1. Injeksi Langsung ke Area Cedera

Injeksi langsung ke area cedera melibatkan penyuntikan stem cell tepat ke lokasi cedera pada sumsum tulang belakang. Metode ini diharapkan dapat memaksimalkan efektivitas terapi dengan pemberian stem cell langsung mencapai area yang rusak. 

Proses ini biasanya dilakukan dengan bantuan teknik imaging seperti fluoroskopi untuk memastikan penempatan yang tepat. Kelebihan dari metode ini adalah bahwa stem cell dapat langsung bekerja di area yang rusak, meningkatkan kemungkinan regenerasi saraf dan jaringan yang terdampak.

2. Injeksi Intravena

Injeksi intravena melibatkan penyuntikan stem cell ke dalam aliran darah melalui pembuluh vena. Setelah disuntikkan, stem cell akan beredar melalui sistem peredaran darah dan mencapai area cedera melalui proses yang disebut "homing". 

Homing terjadi ketika sel-sel stem cell dipandu oleh sinyal kimia yang dilepaskan oleh area yang terluka atau terinfeksi, menarik sel-sel tersebut ke lokasi yang tepat. Kelebihan dari metode ini adalah potensinya untuk mencapai berbagai bagian tubuh dengan cepat dan efisien, serta diharapkan dapat mengobati beberapa area sekaligus.

Artikel terkait: Terapi Stem Cell untuk Skoliosis dan Kelainan Tulang Belakang

Kemajuan Riset dan Uji Klinis Terbaru

Menurut penelitian Universitas Airlangga, studi preklinis pada model hewan menunjukkan bahwa pemberian sekretom sel punca (stem cell secretome) dapat mengurangi ukuran lesi dan meningkatkan pemulihan alat gerak berdasarkan peningkatan rata-rata skor BBB/BMS pasca-SCI.

Hal ini menunjukkan bahwa transplantasi stem cell secretome berpotensi secara efektif dapat meningkatkan perkembangan akson di sumsum tulang belakang. Efek neurogeneratif dari stem cell secretome ditunjukkan dengan adanya pendekatan berbasis sekretom pada model cedera saraf.

Cedera saraf tulang belakang adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Meskipun pengobatan konvensional masih terbatas, terapi stem cell menawarkan harapan baru untuk regenerasi saraf dan pemulihan fungsi tubuh.

Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, harapan untuk menemukan pengobatan yang efektif untuk cedera saraf tulang belakang semakin besar. Semoga di masa depan, terapi stem cell dapat menjadi solusi yang aman dan efektif bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi layanan kesehatan mitra Regenic atau langsung hubungi tim ahli kami untuk berkonsultasi terkait perkembangan terapi stem cell.


Sumber Referensi:

  • Universitas Airlangga. (2024, 3 Januari). Peran stem cell secretome pada regenerasi cedera tulang belakang. Diakses pada 24 Maret 2025, dari https://unair.ac.id/peran-stem-cell-secretome-pada-regenerasi-cedera-tulang-belakang/
  • Universitas Gadjah Mada. (2024, 12 Januari). Kenali tanda dan gejala cedera saraf tulang belakang. Diakses pada 24 Maret 2025, dari https://ugm.ac.id/id/berita/22315-kenali-tanda-dan-gejala-cedera-saraf-tulang-belakang/

 

Rekomendasi untuk kamu

news

Terapi Stem Cell: Harapan Baru Bagi Penderita Infeksi HIV

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) tetap menjadi tantangan besar dalam dunia kedokteran secara global. Tercatat pada data kesehatan tahun 2022, ada sekitar 38,4 juta orang yang hidup dengan infeksi HIV.

news

Regenic Wakili Indonesia Di Ajang Stem Cell Tingkat Dunia

Pada tanggal 13-15 Agustus 2025 di Manly Pacific Hotel, Sydney, Australia, Regenic by Kalbe diwakili Dr. Harry Murti, selaku Head of Manufacturing Regenic, Kalbe Farma Indonesia, turut andil dalam ajang ilmiah internasional mengenai pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca dan teknologi RNA sintetis, ISCT ANZ 2025 Regional Meeting. Dalam kesempatan ini, Dr. Harry akan mempresentasikan topik “GMP-compliant production of footprint-free hiPSCs via synthetic self-replicating RNA from patient and healthy donor cells; A scalable platform for regenerative therapies.”