Stem Cell untuk Jantung, Perkembangan Pengobatan untuk Serangan Jantung

Stem Cell untuk Jantung, Perkembangan Pengobatan untuk Serangan Jantung


Penyakit jantung, khususnya penyakit jantung koroner, merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular menyebabkan 651.481 kematian per tahun, dengan 245.343 di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Pengobatan konvensional seperti obat-obatan, operasi bypass, atau pemasangan ring memang bisa membantu. Namun, seringkali ada keterbatasan, terutama jika kerusakan jantung sudah parah.

Di sinilah harapan baru muncul, yaitu terapi stem cell atau stem cell. Terapi ini menawarkan potensi untuk memperbaiki kerusakan jantung dari dalam, bukan hanya meredakan gejala.

Bagaimana Stem Cell Bekerja dalam Pengobatan Serangan Jantung?

Stem cell adalah sel-sel istimewa yang punya kemampuan untuk berubah menjadi berbagai jenis sel lain di dalam tubuh, termasuk sel otot jantung yang rusak. Saat terjadi serangan jantung, sebagian sel otot jantung mati, dan ini yang menyebabkan masalah. Transplantasi stem cell bertujuan memperbaiki jaringan rusak dengan merangsang regenerasi sel dan angiogenesis, meskipun efektivitasnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Jenis Stem Cell yang Digunakan untuk Pengobatan Jantung

Ada beberapa jenis stem cell yang sedang diteliti untuk pengobatan jantung, di antaranya:


  • Stem cell sumsum tulang: Jenis ini diambil dari sumsum tulang pasien sendiri.

  • Stem cell darah tepi: Mirip dengan sumsum tulang, tetapi diambil dari darah yang beredar di tubuh.

  • Stem cell jantung: Ini adalah stem cell yang memang ada di dalam jantung, tetapi jumlahnya sangat sedikit.

  • Stem cell tali pusat: Diambil dari tali pusat bayi yang baru lahir.

Setiap jenis stem cell punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Para peneliti masih terus mencari jenis stem cell mana yang paling efektif dan aman untuk pengobatan jantung.

Prosedur Terapi Stem Cell untuk Jantung

Prosedur terapi stem cell untuk jantung biasanya melibatkan beberapa tahap:

  1. Pengambilan stem cell: stem cell diambil dari sumber yang sesuai, seperti sumsum tulang, jaringan lemak, atau tali pusat.

  2. Pengolahan dan Penggandaan: stem cell yang telah diambil kemudian diolah dan digandakan di laboratorium untuk mencapai jumlah yang diperlukan untuk terapi.

  3. Penyuntikan ke Jantung: stem cell yang telah siap kemudian disuntikkan langsung ke area jantung yang rusak melalui prosedur kateterisasi atau selama operasi jantung terbuka.

Perkembangan Penelitian dan Uji Klinis Terbaru

Penelitian terbaru menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam penggunaan terapi stem cell untuk pengobatan penyakit jantung. Misalnya, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature melaporkan penggunaan patch otot yang ditumbuhkan dari stem cell untuk memperbaiki jantung yang rusak. 

Patch ini terdiri dari ratusan juta sel otot yang, setelah ditempatkan pada jantung yang lemah, dapat berintegrasi dan membantu meningkatkan fungsi jantung. 

Sumber Referensi: 

  1. Alwi, I. (2012). Perkembangan terapi stem cell (stem cell) pada penyakit jantung: Masa kini dan harapan masa depan. Medica Hospitalia: Med Hosp, 1(2), 71–79.

  2. Blakely, R. (2025, January 29). The cure for a broken heart could be stem cell patches.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021, 29 September). Peringatan Hari Jantung Sedunia 2021: Jaga Jantungmu untuk Hidup Lebih Sehat


Rekomendasi untuk kamu

news

Regenic on the International Stage IMAPAC Cell & Gene Therapy World ASIA 2026

Regenic bangga menjadi bagian dari IMAPAC Cell & Gene Therapy World Asia 2026 di Singapura, forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin industri, peneliti, regulator, dan inovator di bidang cell & gene therapy dari seluruh Asia.

news

Terapi Stem Cell: Harapan Baru Bagi Penderita Infeksi HIV

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) tetap menjadi tantangan besar dalam dunia kedokteran secara global. Tercatat pada data kesehatan tahun 2022, ada sekitar 38,4 juta orang yang hidup dengan infeksi HIV.